Diagnosis sakit maag bertujuan untuk memastikan penyebab keluhan nyeri atau perih di ulu hati yang dialami pasien, serta membedakannya dari penyakit lain pada saluran pencernaan yang memiliki gejala serupa.
Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya kondisi yang lebih serius sejak dini.
Pemeriksaan untuk Diagnosis Sakit Maag
Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis sakit maag:
Tanya jawab
Sebagai langkah awal, dokter akan melakukan tanya jawab terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Pertanyaan yang diajukan umumnya meliputi:
- Keluhan utama, seperti nyeri atau perih di ulu hati, mual, muntah, perut kembung, atau cepat kenyang
- Waktu munculnya gejala, frekuensi, dan lama berlangsungnya keluhan
- Faktor yang memperburuk atau meredakan gejala, misalnya makanan tertentu atau stres
- Kebiasaan makan dan gaya hidup, termasuk konsumsi kopi, alkohol, atau makanan pedas
- Riwayat penyakit sebelumnya, seperti gastritis, tukak lambung, atau gangguan pencernaan lainnya
- Riwayat penggunaan obat-obatan, terutama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
- Riwayat penyakit serupa dalam keluarga
Pemeriksaan fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien secara menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi:
- Pemeriksaan perut, dengan melihat, mendengar, atau mengetuk bagian perut untuk menilai adanya kembung, nyeri tekan, atau benjolan
- Pemeriksaan bunyi perut menggunakan stetoskop
- Pemeriksaan pada mata atau kulit, untuk melihat adanya perubahan warna menjadi kekuningan (ikterus)
- Pemeriksaan tanda vital, seperti tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh
- Penilaian kondisi umum pasien, termasuk tanda dehidrasi atau kelemahan
Pemeriksaan penunjang
Bila diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis sakit maag dan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Tes darah, untuk mengukur kadar gula darah serta mendeteksi anemia atau tanda peradangan
- Tes pernapasan dan pemeriksaan feses, untuk mendeteksi infeksi bakteri Helicobacter pylori yang sering menjadi penyebab gastritis dan tukak lambung
- USG perut, untuk memeriksa kondisi organ-organ di dalam rongga perut
- Foto Rontgen, untuk melihat kondisi kerongkongan, lambung, dan usus halus
- CT scan perut, untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai organ di dalam perut
- Endoskopi, yaitu pemeriksaan dengan memasukkan selang berkamera melalui mulut ke dalam saluran pencernaan bagian atas untuk mendeteksi peradangan, luka (tukak), atau kelainan lainnya
Pada beberapa kasus, hasil pemeriksaan bisa menunjukkan kondisi yang relatif normal, terutama jika sakit maag masih dalam tahap ringan. Oleh karena itu, pemantauan dan evaluasi lanjutan tetap diperlukan bila gejala berulang atau makin berat.
Diagnosis sakit maag yang akurat sangat penting agar penanganan dapat disesuaikan dengan penyebabnya. Jika Anda masih memiliki keluhan atau ingin memastikan kondisi yang dialami, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter untuk mendapatkan saran medis yang tepat.