Banyak orang yang beranggapan bahwa penyakit tipes dan penyakit tipus sama. Meski memiliki penyebutan dan gejala yang mirip, penyebab dan penyebaran dari kedua penyakit ini sangat berbeda.

Penyakit tipes dan penyakit tipus sama-sama disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, cara penularan dan bakteri yang menjadi penyebab kedua penyakit ini berbeda. Penyakit tipes disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi, sedangkan penyakit tipus disebabkan oleh infeksi bakteri Rickettsia.

Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Penyakit Tipes dan Penyakit Tipus - Alodokter

Penyakit Tipes

Penyakit tipes atau demam tifoid (typhoid fever) disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini umumnya menular melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella.

Selain itu, penyakit yang bergejala sangat mirip dengan tipes bernama paratifus atau paratifoid. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella paratyphi. Namun, gejala paratifus lebih ringan daripada tipes.

 

Penyakit tipes banyak ditemui di wilayah dengan sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih. Gejala yang bisa terjadi pada penyakit tipes adalah:

  • Demam yang meningkat secara bertahap dan bisa mencapai 40,5 0C
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam merah pada perut dan dada
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun
  • Kelelahan
  • Nyeri otot

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Meski kadang gejala tipes yang muncul ringan, penyakit ini dapat menyebabkan robekan (perforasi) dan perdarahan pada usus.

Karena penularannya terjadi lewat kontaminasi tinja, kebersihan adalah hal paling utama untuk mencegah terjadinya penyakit tipes. Biasakan untuk mencuci tangan terutama sebelum makan dan setelah selesai dari toilet. Selain itu, selalu pastikan makanan yang Anda konsumsi terjamin kebersihannya dan sebisa mungkin hindari konsumsi makanan mentah.

Penyakit Tipus

Penyakit tipus atau typhus disebabkan oleh infeksi bakteri Rickettsia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan tungau dan kutu hewan yang membawa bakteri Rickettsia. Sama halnya dengan penyakit tipes, penyakit tipus umumnya ditemui di wilayah dengan sanitasi yang buruk dan penduduk padat.

Gejala utama dari penyakit tipus mirip dengan penyakit tipes. Gejala tersebut adalah demam tinggi, ruam kemerahan, dan sakit kepala. Namun, ruam kemerahan pada penyakit tipus bisa menyebar hingga ke seluruh tubuh, sedangkan ruam penyakit tipes terbatas hanya pada area perut dan dada.

Selain itu, gejala lain yang dapat menandakan penyakit tipus adalah:

  • Nyeri otot yang parah
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Batuk

Gejala dari penyakit tipus bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis tipus yang diderita. Selain itu, gejala biasanya baru muncul setelah 2 minggu terinfeksi bakteri penyebabnya.

Pengobatan penyakit tipus akan lebih efektif jika dilakukan secara dini. Jadi, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Jika terlambat diobati, penyakit tipus bisa menyebabkan komplikasi serius berupa perdarahan pada usus atau hepatitis.

Agar Anda terhindar dari penyakit ini, disarankan untuk menjaga kebersihan diri dan kebersihan lingkungan dengan baik. Jika memiliki hewan peliharaan, Anda dianjurkan untuk rutin membawanya ke dokter hewan, apalagi jika ditemui kutu pada bulunya.

Penyakit tipes dan penyakit tipus memang cukup sulit dibedakan. Oleh karena itu, jika mengalami gejala yang mirip dengan gejala kedua penyakit tersebut, periksakan diri ke dokter dan berikan dokter informasi yang lengkap terkait keluhan Anda.

Informasi sederhana, seperti makanan yang dikonsumsi, kegiatan yang Anda lakukan belakang ini, atau ada tidaknya kontak dengan hewan, juga dapat membantu dokter menentukan diagnosis yang tepat.