Sel Schwann adalah salah satu komponen penting dalam sistem saraf tepi yang berperan melindungi, memelihara, serta membantu perbaikan jaringan saraf. Tanpa sel Schwann, proses penghantaran informasi dari otak ke seluruh tubuh bisa terganggu.

Sel Schwann termasuk jenis sel glia yang terdapat di sistem saraf tepi (saraf perifer), yaitu jaringan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Sel ini bekerja dengan melindungi serabut saraf agar fungsi saraf tetap optimal. Kerusakan atau gangguan pada sel Schwann dapat berdampak langsung terhadap fungsi saraf tepi.

Sel Schwann, Ketahui Fungsi dan Gangguan yang Bisa Terjadi - Alodokter

Sel Schwann dan Fungsinya dalam Sistem Saraf

Sel Schwann memiliki beberapa peran utama yang penting untuk kesehatan saraf tubuh, di antaranya:

1. Membentuk lapisan mielin

Sel Schwann bertugas untuk membentuk lapisan mielin yang nantinya menyelimuti serabut saraf tepi. Mielin berfungsi untuk mempercepat penghantaran sinyal listrik pada saraf. 

Dengan demikian, pesan dari otak bisa dikirim ke bagian tubuh lain dengan lebih efisien, misalnya saat kita hendak menggerakkan tangan atau kaki.

2. Memelihara fungsi saraf tepi

Selain membentuk mielin, sel Schwann juga membantu menyediakan nutrisi dan zat penting yang dibutuhkan saraf. Hal ini membuat saraf tetap sehat dan terhindar dari berbagai gangguan.

3. Melindungi serabut saraf

Sel Schwann juga bertugas untuk membungkus akson (bagian dari sel saraf), sehingga dapat melindungi dan menjaga lingkungan di sekitar serabut saraf tetap stabil.

4. Mendukung proses regenerasi saraf

Saat serabut saraf tepi mengalami cedera, sel Schwann berperan untuk memperbaiki jaringan yang rusak dan membantu pertumbuhan serabut baru agar pulih seperti semula.

Sel Schwann dan Gangguan yang Dapat Terjadi

Kerusakan atau kelainan pada sel Schwann dapat menyebabkan berbagai masalah saraf, seperti:

Neuropati perifer

Neuropati perifer adalah masalah pada saraf tepi yang sering terjadi akibat kerusakan mielin yang dibentuk oleh sel Schwann. Bila lapisan mielin rusak, penghantaran sinyal saraf menjadi lambat atau terhenti.

Gejalanya meliputi kebas, kesemutan, kelemahan otot, sulit menggerakkan anggota tubuh dengan baik (ataksia), hingga nyeri menusuk di tangan atau kaki.

Tumor sel Schwann (schwannoma)

Schwannoma adalah tumor jinak yang berasal dari pertumbuhan sel Schwann yang tidak terkendali. Umumnya tidak bersifat kanker, tetapi tumor ini bisa menekan saraf di sekitarnya dan menyebabkan benjolan, nyeri, mati rasa di area saraf terkait, atau kelemahan otot.

Schwannoma paling sering ditemukan di saraf kepala, leher, atau tulang belakang.

Charcot-Marie-Tooth (CMT)

Penyakit keturunan, seperti Charcot-Marie-Tooth (CMT), menyebabkan gangguan pada pembentukan mielin oleh sel Schwann. Kondisi ini menimbulkan kelemahan otot secara bertahap, penurunan refleks, kesulitan berjalan, dan perubahan bentuk kaki.

Cedera saraf

Cedera akibat kecelakaan atau benturan dapat menghancurkan lapisan mielin dan merusak sel Schwann. Tanpa perlindungan dan bantuan dari sel Schwann, serabut saraf menjadi sulit pulih sepenuhnya. Gejala cedera saraf antara lain mati rasa, tidak mampu menggerakkan anggota tubuh, atau nyeri berat.

Sel Schwann dan Cara Menjaga Kesehatannya

Mengingat pentingnya peran sel Schwann dalam menjaga kesehatan saraf, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk menjaga kesehatannya:

  • Jaga pola makan bergizi seimbang dengan memenuhi protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Selain itu, batasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan.
  • Berolahraga secara teratur guna melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh. Dengan demikian, saraf tepi dan sel Schwann mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan.
  • Hindari trauma fisik pada saraf, seperti terjepit, terpotong, atau terkena tekanan atau getaran berulang, untuk mencegah kerusakan sel Schwann. Contohnya, sering menyilangkan kaki, atau tidur dengan posisi yang menekan saraf.

Jika Anda mengalami masalah kesehatan terkait sel Schwann, jangan anggap sepele dan segera konsultasikan dengan dokter melalui Chat Bersama Dokter. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan yang tepat, sehingga kesehatan sel Schwann tetap terjaga.