Salah satu pemeriksaan kesehatan yang penting dilakukan secara berkala adalah periksa mata. Semakin tua usia seseorang, kesehatan mata dan fungsi penglihatan rentan terganggu. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata perlu dilakukan untuk tetap menjaga fungsi mata tetap baik.

Memiliki mata yang sehat adalah hal yang sangat berharga. Fungsi mata yang terganggu tentu akan menghambat aktivitas Anda sehari-hari, mulai dari kesulitan membaca buku, mengerjakan tugas kantor, hingga menyetir kendaraan.

Alasan Mengapa Anda Perlu Periksa Mata - Alodokter

Jika mata dan fungsi penglihatan bermasalah, Anda pun akan sulit menikmati pemandangan dan karya seni yang indah. Nah, agar Anda tetap dapat beraktivitas dengan nyaman dan menikmati indahnya dunia, maka kesehatan mata harus selalu dijaga dengan baik.

Pasalnya, kerusakan mata bisa membuat Anda tidak mampu melihat dengan jelas. Sebagian penyakit mata bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Mengapa Periksa Mata Itu Penting?

Periksa mata merupakan serangkaian tes yang dilakukan untuk memeriksa fokus penglihatan dan jarak pandang. Hasil tes ini akan menentukan apakah Anda memiliki gangguan penglihatan atau kelainan refraksi mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, atau mata silinder.

Bagi Anda yang sebelumnya sudah menggunakan kacamata, lensa kontak, atau bedah LASIK untuk memperbaiki penglihatan mata, periksa mata bertujuan untuk memantau kondisi mata dan mengetahui apakah masalah penglihatan yang diderita mengalami perburukan atau tidak.

Bila semakin parah, Anda harus segera mengganti lensa kacamata atau lensa kontak sesuai dengan keparahan gangguan penglihatan yang terjadi.

Selain fokus dan kualitas penglihatan, periksa mata juga dilakukan untuk memeriksa kondisi fisik mata. Saat melakukan pemeriksaan mata, dokter akan menanyakan apakah terdapat keluhan pada mata atau penglihatan. Setelah menelusuri hal tersebut, dokter akan memeriksa komponen-komponen mata secara lengkap yang meliputi:

  • Konjungtiva (lapisan dalam kelopak mata) dan kelenjar air mata
  • Kornea
  • Lensa mata
  • Pupil
  • Sklera
  • Retina

Selain bagian-bagian di atas, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kulit, saraf, otot mata, dan tekanan di dalam bola mata. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat penyakit pada mata yang sebelumnya tidak Anda sadari.

Menariknya lagi, ternyata mata dapat berperan sebagai indikator kesehatan secara menyeluruh. Dengan memeriksa kondisi mata, dokter dapat menentukan apakah terdapat kemungkinan penyakit di organ lain, seperti diabetes, stroke, tekanan darah tinggi, atau penyakit tiroid.

Inilah alasan mengapa periksa mata perlu dijalani secara rutin. Jika masalah pada mata diketahui sejak dini, maka langkah pengobatannya pun tentu akan lebih mudah dilakukan dan risiko terjadinya kerusakan permanen pada mata dapat berkurang.

Kapan Sebaiknya Periksa Mata Dilakukan?

Anda harus segera melakukan konsultasi dan menjalani pemeriksaan mata bila merasakan keluhan-keluhan berikut ini:

  • Salah satu atau kedua mata menonjol atau membengkak
  • Mata merah dan terasa nyeri yang tak kunjung membaik
  • Mata mudah merasa silau atau lebih sensitif terhadap cahaya
  • Pandangan kabur atau buram
  • Penglihatan ganda atau berbayang
  • Banyak mengeluarkan air mata
  • Mata kering
  • Cedera pada mata
  • Kelopak mata sulit dibuka atau ditutup

Keluhan-keluhan pada mata di atas menandakan bahwa terdapat penyakit mata yang harus segera diobati oleh dokter.

Meski tidak merasakan adanya keluhan pada mata, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi mata secara berkala. Seberapa sering pemeriksaan dan konsultasi mata dilakukan umumnya tergantung usia. Berikut ini penjelasannya:

  • Balita setidaknya 1 kali sebelum berusia 3 tahun atau sesuai anjuran dokter.
  • Anak-anak dan remaja setiap 1-2 tahun sekali.
  • Orang dewasa setiap 2 tahun sekali.
  • Lansia di atas 65 tahun setiap 1 tahun sekali.

Selain itu, Anda diwajibkan lebih sering melakukan pemeriksaan mata apabila memiliki kondisi khusus, seperti:

  • Menggunakan kacamata atau lensa kontak.
  • Menderita diabetes dan hipertensi.
  • Mengonsumsi obat yang dapat menimbulkan efek samping pada mata, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), diuretik, antihistamin, antidepresan, atau pil KB.

Tak hanya dengan melakukan periksa mata secara berkala, menjaga kesehatan mata juga perlu dilakukan dengan beberapa langkah lainnya, seperti menjalani pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, menggunakan alat pelindung mata (misalnya kacamata hitam atau goggles) saat bekerja atau beraktivitas di luar ruangan, serta berhenti merokok.

Mulai sekarang, yuk, jaga kesehatan mata Anda dengan rutin melakukan pemeriksaan mata. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mata jika Anda memiliki keluhan pada mata Anda. Hal ini dilakukan agar dokter dapat segera melakukan tindakan pengobatan terhadap gangguan mata yang Anda alami.