Sendi putar adalah jenis sendi pada tubuh manusia yang mendukung pergerakan memutar di sekitar satu poros, seperti saat Anda memutar lengan. Memahami struktur, fungsi, serta risiko gangguan pada sendi putar penting untuk mendukung kesehatan dan mobilitas sehari-hari.

Sendi di tubuh manusia terdiri dari beberapa jenis yang masing-masing memiliki peran dalam mendukung pergerakan, salah satunya adalah sendi putar. Ciri utama sendi ini adalah kemampuannya memungkinkan satu tulang berputar mengelilingi tulang lain sebagai poros.

Sendi Putar, Kenali Fungsi dan Gangguan yang Dapat Terjadi - Alodokter

Meski jumlahnya tidak sebanyak jenis sendi lain, sendi putar memiliki peran penting dalam aktivitas yang membutuhkan gerakan rotasi terarah.

Fungsi dan Contoh Sendi Putar pada Tubuh

Sendi putar berperan utama dalam mendukung gerakan rotasi atau memutar di tubuh. Berikut ini adalah beberapa bagian tubuh yang memiliki sendi putar beserta fungsinya:

1. Sendi atlas-axis di leher

Sendi putar ini terdapat di antara tulang atlas (C1) dan axis (C2) pada leher. Sendi ini memungkinkan kepala bergerak ke kiri dan ke kanan, seperti saat menggeleng atau menoleh.

2. Sendi radioulnar proksimal di lengan bawah

Sendi putar antara tulang radius dan ulna memungkinkan lengan bawah berputar. Gerakan ini disebut pronasi (menelungkupkan telapak tangan) dan supinasi (menengadahkan telapak tangan), misalnya saat memutar gagang pintu atau membalikkan telapak tangan.

Struktur sendi putar didukung oleh tulang, ligamen, kapsul sendi, serta cairan sinovial yang membantu mengurangi gesekan saat terjadi pergerakan. Kombinasi struktur ini memungkinkan gerakan memutar yang stabil dan terarah.

Risiko Gangguan pada Sendi Putar

Meski jarang mengalami cedera berat dibandingkan sendi penopang berat badan seperti lutut atau panggul, sendi putar tetap dapat mengalami gangguan. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan yang dapat terjadi meliputi:

1. Cedera sendi putar

Cedera pada sendi putar umumnya terjadi akibat benturan, kecelakaan, atau gerakan memutar yang tiba-tiba dan berlebihan, misalnya saat olahraga atau kecelakaan lalu lintas. Pada sendi atlas-axis di leher, cedera dapat menimbulkan nyeri leher, kaku, sakit kepala, hingga pusing.

Pada kasus yang lebih berat, cedera dapat memengaruhi saraf di sekitarnya sehingga muncul keluhan seperti kesemutan atau kelemahan pada lengan.

2. Radang sendi

Radang sendi pada sendi putar dapat disebabkan oleh osteoarthritis, arthritis rheumatoid, atau infeksi. Kondisi ini menyebabkan peradangan pada jaringan sendi sehingga muncul nyeri, bengkak, kaku, dan keterbatasan gerakan memutar. 

Pada leher, peradangan dapat membuat kepala sulit menoleh, sedangkan pada lengan bawah dapat mengganggu aktivitas seperti memutar gagang pintu atau membalikkan telapak tangan.

3. Kaku leher

Kaku leher sering kali melibatkan sendi putar di area atlas-axis dan biasanya dipicu oleh postur tubuh yang buruk, penggunaan gawai terlalu lama, stres, atau posisi tidur yang kurang tepat. Ketegangan otot dan jaringan di sekitar sendi membuat leher terasa nyeri dan sulit digerakkan, terutama saat menoleh ke samping. 

Meski umumnya ringan dan dapat membaik dalam beberapa hari, keluhan yang menetap perlu dievaluasi lebih lanjut.

4. Dislokasi pada sendi putar

Dislokasi adalah kondisi ketika tulang pada sendi putar bergeser sepenuhnya dari posisi normalnya, sedangkan subluksasi merupakan pergeseran sebagian. Gangguan ini biasanya terjadi akibat cedera berat dan ditandai dengan nyeri hebat, pembengkakan, serta keterbatasan gerak yang signifikan. 

Pada sendi putar di leher, kondisi ini berisiko menekan saraf atau sumsum tulang belakang sehingga memerlukan penanganan medis segera.

Cara Menjaga Kesehatan Sendi Putar

Menjaga sendi putar agar tetap sehat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Hindari aktivitas atau posisi yang memberi tekanan berlebihan pada leher atau lengan dalam waktu lama.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan ringan sebelum melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang melibatkan gerakan memutar.
  • Gunakan bantal dan posisi tidur yang menopang leher dengan baik agar sendi putar tetap dalam posisi netral.
  • Hindari gerakan memutar secara tiba-tiba, terutama saat otot masih kaku, misalnya setelah bangun tidur.
  • Jika pekerjaan melibatkan gerakan berulang pada lengan atau leher, selingi dengan istirahat dan peregangan secara berkala.

Jika Anda mengalami keluhan pada sendi putar, seperti nyeri berkepanjangan, keterbatasan gerak, kesemutan, atau keluhan yang muncul setelah cedera, jangan abaikan kondisi tersebut. Untuk mendapatkan saran medis awal yang sesuai dengan kondisi Anda, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.