Simduva adalah obat yang digunakan untuk mengatasi keluhan akibat gangguan aliran darah, seperti pada sindrom Raynaud atau penyakit Buerger. Simduva berbentuk tablet dengan isoxsuprine sebagai bahan aktifnya.

Isoxsuprine dalam Simduva termasuk golongan vasodilator. Isoxsuprine bekerja dengan cara melemaskan otot polos di dinding pembuluh darah sehingga pembuluh dapat melebar dan darah mengalir lebih mudah. Dengan meningkatnya aliran darah, jaringan yang sebelumnya kekurangan oksigen bisa mendapatkan pasokan yang cukup. 

Simduva

Simduva efektif mengurangi gejala mati rasa, dingin, dan kesemutan pada bagian tubuh yang mengalami gangguan aliran darah, terutama di tangan dan kaki.

Apa Itu Simduva

Bahan aktif Isoxsuprine 20 mg
Golongan Obat resep
Kategori Vasodilator
Manfaat Meringankan gejala akibat gangguan aliran darah, misalnya pada sindrom Raynaud atau penyakit Buerger
Digunakan oleh Dewasa 
Simduva untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Simduva untuk ibu menyusui Simduva tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui.
Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan obat lain yang lebih aman digunakan selama menyusui, terutama bila bayi lahir prematur atau usianya belum mencapai 1 bulan.
Bentuk obat Tablet 

Peringatan sebelum Menggunakan Simduva

Simduva harus dikonsumsi sesuai saran atau resep dari dokter. Hal-hal penting lain yang perlu Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Simduva meliputi:

  • Sampaikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Simduva tidak boleh digunakan oleh pasien yang alergi terhadap isoxsuprine.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit jantung, termasuk angina. Informasikan juga jika Anda baru-baru ini mengalami stroke atau serangan jantung.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami glaukoma, atau gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
  • Diskusikan bersama dokter perihal penggunaan Simduva jika Anda sedang menggunakan obat secara rutin, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, baru melahirkan, atau menyusui. Simduva tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, menyusui, maupun baru melahirkan.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah minum Simduva. Obat ini dapat menyebabkan pusing. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut. 
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Simduva.
  • Segera ke dokter jika timbul efek samping serius atau reaksi alergi obat setelah menggunakan Simduva.

Dosis dan Aturan Pakai Simduva

Dosis umum penggunaan Simduva untuk meringankan gejala akibat gangguan sirkulasi darah pada orang dewasa, misalnya akibat penyakit Buerger atau sindrom Raynaud adalah:

  • 10–20 mg, yang diminum 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Simduva dengan Benar

Pastikan Anda menggunakan Simduva sesuai anjuran dokter dan bacalah petunjuk yang tertera pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.

Panduan penggunaan Simduva yang bisa Anda ikuti antara lain:

  • Konsumsilah Simduva pada waktu makan atau segera sesudah makan guna mencegah timbulnya sakit perut. Simduva juga boleh dikonsumsi sebelum makan.
  • Telan tablet Simduva secara utuh dengan bantuan air putih atau susu. Obat ini juga bisa dikonsumsi bersama antasida untuk mencegah rasa tidak nyaman di lambung. 
  • Apabila Anda lupa menggunakan Simduva, minumlah obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Patuhi jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau. Selama menggunakan Simduva, Anda mungkin akan diminta untuk menjalani tes darah lengkap secara berkala.
  • Simpan Simduva di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan mengonsumsi Simduva yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Simduva dengan Obat Lain

Berdasarkan bahan aktifnya, efek interaksi yang mungkin terjadi bila Simduva digunakan bersama obat tertentu meliputi:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping berupa sakit kepala, pusing, atau bahkan pingsan, bila dipakai dengan tizanidine
  • Peningkatan risiko terjadinya dehidrasi dan hipotensi jika digunakan dengan empagliflozin atau canagliflozin
  • Peningkatan risiko terjadinya hipotensi jika digunakan bersama obat lain dari golongan vasodilator atau antihipertensi
  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah turun, jantung berdebar, dan pembengkakan, jika digunakan dengan minoxidil topikal

Untuk mencegah efek yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter bila Anda hendak menggunakan Simduva bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Simduva

Konsumsi Simduva mungkin dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Pusing atau sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Lelah atau lemas
  • Kantuk
  • Sakit perut

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter secara online bila efek samping di atas tidak kunjung mereda atau bertambah parah.

Segera temui dokter atau ke IGD rumah sakit terdekat bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Ruam kulit dan gatal-gatal
  • Pusing berat seperti akan pingsan