Suara serak adalah perubahan kualitas pada suara yang bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang. Perubahan itu sendiri dapat berupa suara yang menjadi parau, lemah, atau sulit untuk dikeluarkan. Kondisi ini menandakan adanya masalah pada pita suara.

Suara dihasilkan oleh getaran pada pita suara, yaitu dua cabang jaringan otot berbentuk huruf V yang terletak di laring. Laring sendiri adalah saluran udara yang berada di antara dasar lidah dan trakea.

suara serak - alodokter

Saat berbicara, pita suara menyatu dan aliran udara dari paru-paru berembus sehingga membuat pita suara bergetar. Getaran tersebut menghasilkan gelombang suara yang melewati rongga tenggorokan, mulut, dan hidung, kemudian keluar sebagai bunyi.

Kualitas bunyi atau suara ditentukan oleh ukuran dan bentuk pita suara, serta kondisi rongga yang dilewati oleh gelombang suara. Perbedaan suara juga tergantung pada besarnya tegangan di pita suara. Makin tinggi tegangan di pita suara, makin tinggi pula suara yang dihasilkan. Begitu juga sebaliknya.

Suara serak bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala dari kondisi lain. Meski bukan merupakan kondisi darurat, suara serak dapat menjadi tanda dari kondisi yang serius, terutama jika sudah berlangsung cukup lama.

Penyebab Suara Serak

Suara serak terjadi ketika pita suara mengalami gangguan. Beberapa kondisi yang dapat mengganggu pita suara antara lain:

1. Laringitis

Laringitis atau peradangan pada laring dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Infeksi virus, bakteri, atau jamur
  • Alergi yang menyebabkan batuk, bersin, atau postnasal drip sehingga memicu iritasi dan pembengkakan pada pita suara
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau laryngopharyngeal reflux, yang menyebabkan asam lambung naik dan mengiritasi tenggorokan, laring, dan pita suara
  • Penggunaan pita suara yang berlebihan

2. Pertumbuhan jaringan abnormal pada pita suara

Pertumbuhan jaringan abnormal yang jinak pada pita suara, seperti nodul, polip, dan kista, bisa menyebabkan suara serak. Pertumbuhan jaringan ini umumnya terjadi jika pita suara terlalu sering berkontraksi secara berlebihan, misalnya karena:

  • Berbicara atau bernyanyi dengan suara yang keras
  • Berbicara dalam waktu yang lama
  • Berbicara dalam nada yang terlalu tinggi atau rendah
  • Berbisik
  • Batuk

Selain itu, pertumbuhan jaringan abnormal juga bisa berupa kanker laring, atau papiloma yang terjadi akibat infeksi virus HPV.

3. Luka pada pita suara

Luka pada pita suara bisa menyebabkan suara serak. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh cedera dari luar yang mengenai pita suara, penggunaan selang pernapasan untuk operasi, atau pemakaian alat bantu napas (ventilator).

4. Pita suara yang lemah

Seiring bertambahnya usia, pita suara dapat menjadi lebih tipis dan melemah. Namun, lemahnya pita suara juga dapat terjadi akibat cedera saraf ketika lahir. Seseorang dengan pita suara lemah biasanya memiliki suara yang kecil dan seperti terengah-engah.

5. Perdarahan pada pita suara

Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang mengeluarkan suara terlalu keras atau secara terus-menerus, sehingga pembuluh darah di pita suara dapat pecah.

6. Penyakit atau gangguan saraf

Penyakit atau gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson dan stroke, dapat melemahkan otot pita suara. Selain itu, penyakit saraf langka yang disebut dengan spasmodic dysphonia juga bisa menyebabkan otot pita suara menegang sehingga suara menjadi serak.

Faktor risiko suara serak

Suara serak dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, seseorang yang memiliki kondisi di bawah ini lebih berisiko mengalami suara serak:

  • Berusia 8–14 tahun (anak-anak) atau di atas 65 tahun (lansia)
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol
  • Memiliki pekerjaan yang sering berteriak atau menggunakan pita suara secara berlebihan, seperti penyanyi atau guru
  • Mengalami paparan zat beracun

Gejala Suara Serak

Gejala suara serak adalah perubahan pada nada atau kualitas suara, yang dapat terdengar lebih lemah, bergetar, atau parau. Seseorang yang mengalami suara serak juga akan kesulitan untuk mengeluarkan suara.

Gejala lain yang dapat menyertai suara serak tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Sebagai contoh, pada seseorang yang terinfeksi virus, suara serak dapat terjadi bersamaan dengan sakit tenggorokan, batuk, dan bersin.

Kapan harus ke dokter

Lakukan konsultasi ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami keluhan suara serak, terutama jika tidak membaik setelah lebih dari 10 hari. Namun, jangan menunda untuk ke dokter jika suara serak disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Sakit saat berbicara
  • Batuk darah
  • Benjolan di leher
  • Suara hilang sama sekali

Diagnosis Suara Serak

Untuk mendiagnosis suara serak, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan keluhan, riwayat kesehatan, serta gaya hidup pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat adanya kelainan atau peradangan pada tenggorokan.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui penyebab suara serak. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah:

  • Laringoskopi, untuk melihat lebih jelas kondisi laring dan pita suara
  • Kultur usap tenggorokan (swab test), untuk mendeteksi keberadaan bakteri atau virus di tenggorokan
  • Tes darah, untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi atau penyakit yang menyebabkan suara serak
  • Pemindaian dengan Rontgen leher atau CT scan, untuk melihat kondisi bagian dalam leher dan mendeteksi kelainan di area tersebut
  • Biopsi, untuk memastikan jika pada hasil pemeriksaan laringoskopi ditemukan pertumbuhan jaringan yang mencurigakan

Pengobatan Suara Serak

Suara serak yang terjadi tiba-tiba atau yang disebabkan oleh penggunaan pita suara yang berlebihan biasanya dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diterapkan:

  • Banyak minum air putih, upayakan sebanyak 2 liter per hari
  • Mengistirahatkan pita suara selama beberapa hari dengan mengurangi bicara dan tidak berteriak, tetapi juga tidak berbisik-bisik
  • Menghindari konsumsi minuman berkafein atau beralkohol
  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok
  • Menghindari faktor-faktor pemicu alergi atau iritasi pada pita suara, misalnya dengan memakai masker
  • Menggunakan alat pelembap udara untuk menjaga jalan napas tetap terbuka sehingga mempermudah pernapasan
  • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan
  • Mandi air hangat

Jika dalam 1 minggu suara serak tidak membaik atau malah memburuk, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang metodenya tergantung kepada penyebabnya. Umumnya, suara serak akan sembuh jika kondisi yang mendasarinya berhasil ditangani.

Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya adalah:

1. Laringitis

Pengobatan suara serak akibat laringitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri adalah dengan pemberian obat antibiotik. Sementara, pada laringitis yang disebabkan oleh alergi, dokter akan memberikan antihistamin.

Jika laringitis disebabkan oleh iritasi akibat asam lambung, dokter akan memfokuskan pengobatan untuk mengurangi asam lambung. Pengobatan tersebut dilakukan bersamaan dengan perubahan pola makan pasien. Bila diperlukan, dokter juga dapat memberikan kortikosteroid untuk meredakan peradangan pita suara.

2. Pertumbuhan jaringan abnormal pada pita suara

Pada suara serak yang disebabkan oleh pertumbuhan jaringan abnormal di pita suara, dokter akan melakukan operasi pita suara untuk menghentikan pertumbuhan jaringan tersebut.

Jika pertumbuhan jaringan berupa kanker atau berpotensi menjadi kanker, dokter dapat melakukan terapi radiasi atau kemoterapi. Setelah operasi, pasien juga disarankan untuk menjalani terapi suara, guna mengetahui cara bicara yang aman untuk pita suaranya.

3. Perdarahan dan luka pada pita suara

Suara serak akibat luka atau perdarahan pada pita suara dapat diatasi dengan mengistirahatkan pita suara dan menghindari obat yang dapat memicu perdarahan, seperti pengencer darah. Pasien juga akan diarahkan untuk mengikuti terapi suara agar luka pada pita suara dapat benar-benar sembuh.

4. Pita suara lemah atau tegang

Suara serak akibat pita suara lemah, baik karena penyakit saraf maupun bawaan lahir, dapat diperbaiki dengan terapi suara. Namun, bila terapi tidak membantu, dokter dapat melakukan operasi untuk menguatkan otot pita suara.

Jika suara serak disebabkan oleh pita suara tegang, dokter dapat melakukan suntik botox untuk melemaskan otot pita suara. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk tetap menjalani terapi suara.

Komplikasi Suara Serak

Suara serak dapat menjadi permanen jika penyebabnya tidak diatasi dengan baik. Jika kerusakan pada pita suara sudah berat, kehilangan suara secara permanen juga mungkin terjadi.

Hal ini tentunya juga akan berdampak pada kualitas hidup penderita. Akibatnya, penderita dapat mengalami masalah berikut:

  • Kecemasan
  • Depresi
  • Gangguan sosial
  • Kehilangan pekerjaan

Pencegahan Suara Serak

Suara serak dapat dicegah dengan melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Menghindari rokok dan paparan asap rokok dari orang lain
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol dan berkafein secara berlebihan
  • Minum air putih dalam jumlah yang cukup
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan sebelum dan setelah makan, atau setelah memegang benda
  • Tidak mengeluarkan suara secara berlebihan
  • Menggunakan air humidifier (pelembap udara) terutama di ruangan yang menggunakan pendingin udara
  • Mengistirahatkan pita suara ketika harus berbicara dengan suara yang keras atau dalam waktu yang lama