Usia sudah bukan remaja, tapi akhir-akhir ini merasa suasana hati sering tidak menentu. Kamu mulai berpikir ulang tentang banyak hal besar, seperti karier dan tujuan hidup. Mungkin kamu mengalami krisis paruh baya dan kamu tidak sendiri mengalami hal tersebut.

Krisis paruh baya adalah masa saat seseorang merasa muda kembali, padahal sudah mencapai usia matang. Di masa ini orang mulai menyadari bahwa mereka lebih dekat dengan kematian, sementara di sisi lain mereka masih ingin bersenang-senang dan menikmati hidup. Ini mengapa krisis ini bisa membuat orang berusia 40-an tahun bertingkah menjadi seperti 20-an tahun. Tidak hanya pria, tapi juga wanita.

Sudah Berumur tapi Sering Galau? Jangan-jangan Krisis Paruh Baya - Alodokter

Mengapa Ada Krisis Paruh Baya?

Tidak semua orang mengalami krisis paruh baya. Bahkan, kondisi ini tidak dikenal di sebagian masyarakat. Krisis paruh baya dapat ditandai dengan beragam gejala seperti kebimbangan, kenaikan atau penurunan berat badan, perubahan besar pada pola tidur, tidak ingin menjaga kebersihan diri, dan suasana hati mudah berubah drastis seperti marah, sedih, cemas.

Namun, sebenarnya krisis paruh baya ini tidak tiba-tiba saja terjadi. Yuk, cermati apa saja yang mungkin dapat menjadi alasannya:

  • Kumpulan emosi yang tertahan

Krisis paruh baya bisa saja terjadi karena deretan pengalaman hidup dan banyak emosi yang terpendam dalam waktu panjang.

  • Beban hidup

Cara yang salah dalam memandang hidup sehingga merasa terbebani dengan tanggung jawab, merasa melewatkan kesempatan baik, tidak punya banyak pilihan, hingga merasa telah kehilangan harapan.

  • Karier

Ada masa saat seseorang mempertanyakan apakah karier yang ditempuhnya selama ini benar-benar jalan yang ingin ia teruskan. Di masa ini ia mulai berpikir ulang akan kemampuannya, waktu, dan sumber daya yang ia miliki. Hal ini dapat dialami pria, atau juga wanita yang biasanya lebih terbebani untuk mengurus rumah tangga.

  • Peristiwa besar

Ada juga yang mengalami krisis ini sebelum atau sesudah usia 40-an. Biasanya karena dipicu oleh suatu peristiwa besar, seperti perceraian, kehilangan pekerjaan, pasangan meninggal, atau pindah tempat tinggal.

  • Mencari hal baru

Sebagian orang merasakan krisis paruh baya sebagai masa mencari identitas dan menemukan potensi diri baru. Sayangnya, terkadang pencarian ini belum punya tujuan pasti. Hal ini membuat ada orang yang tiba-tiba mengubah gaya hidup atau ingin berpisah dari pasangannya. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menyebabkan pertengkaran keluarga, bahkan perceraian.

Berdamai dengan Krisis

Krisis paruh baya tidak selamanya harus dimaknai atau menimbulkan efek negatif, asalkan tahu cara menanganinya. Nah, jika kamu merasa mengalami ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Evaluasi

Sebenarnya krisis paruh baya dapat menjadi masa untuk mengevaluasi kembali pilihan-pilihan dalam hidup dan menentukan hal yang dirasa benar-benar tepat untuk dilakukan.

  • Mencoba hal baru

Ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk menemukan kembali arah hidup. Misalnya dengan pergi traveling, mengikuti workshop atau kelas tertentu, ataupun bicara dengan orang dari masa lalu.

  • Hindari buru-buru mengambil keputusan

Daripada buru-buru membuat keputusan, lebih baik manfaatkan waktu ini untuk berpikir dan merencanakan secara bertahap.

Hal yang perlu diingat, krisis paruh baya bisa menjadi masa yang sangat berat, bahkan bagi orang yang memiliki mental kuat sekalipun. Jika kamu merasa kewalahan menangani perubahan dalam pikiran atau perasaan ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog ya. Selain itu, segera periksakan diri jika krisis paruh baya mempengaruhi pola tidur, nafsu makan, hubungan pribadi hingga hubungan keluarga.

Krisis paruh baya dapat menyerangmu atau orang-orang terdekatmu. Tunjukkan dukungan pada mereka yang mengalaminya, sehingga dapat mengatasi krisis paruh baya dengan baik.