Mulus, putih, dan langsing seakan menjadi gambaran ideal dari sosok wanita cantik. Untuk memenuhi gambaran ini, seorang wanita bisa melakukan beragam cara untuk mendapatkan tubuh yang langsing. Mulai dari diet, olahraga, hingga melakukan suntik kurus.

Mendapatkan tubuh langsing tanpa susah payah berolahraga dan melakukan diet adalah hal yang begitu menggoda. Hasil yang instan tanpa harus melewati proses yang panjang memang membuat siapa saja tergiur. Salah satu cara memperolehnya adalah dengan melakukan suntik kurus. Namun sebelum tergoda lebih jauh, kenali dulu proses dan efek suntik kurus.

Suntik Kurus Memang Menggoda. Tapi Kenali Dulu Proses dan Efeknya - Alodokter

Apa yang Dimaksud Suntik Kurus?

Mesolipo atau yang lebih dikenal dengan suntik kurus adalah penyuntikan enzim, vitamin, ekstrak tumbuhan, dan hormon dengan tujuan mengencangkan, meremajakan kulit, dan meluruhkan jaringan lemak berlebih, menggunakan teknik mesoterapi. Suntik kurus digunakan untuk mengatasi kelebihan lemak di area paha, perut, pinggul, bokong, wajah, dan lengan.

Mesoterapi merupakan metode non-bedah yang pertama kali dikembangkan pada tahun 1952 di Perancis, dan awalnya untuk mengobati gangguan pembuluh darah dan limfatik. Namun ternyata, mesoterapi juga dapat digunakan untuk pengobatan lain, seperti gangguan tulang dan sendi, psoriasis, kerontokan rambut (alopecia), meluruhkan lemak, mengurangi kerutan dan selulit, membentuk kontur tubuh, dan merawat keremajaan kulit.

Bagaimana Proses Suntik Kurus?

Teknik mesoterapi menggunakan jarum halus yang disuntikkan ke lapisan mesodermal kulit. Cairan yang digunakan, antara lain:

  • Hormon, seperti calcitonin and thyroxin.
  • Enzim, seperti kolagenase dan hyaluronidase.
  • Protein (asam amino), vitamin dan mineral.
  • Ekstrak tumbuh-tumbuhan herbal.
  • Obat-obatan, seperti vasodilator, L-carnitine, dan antibioti

Campuran zat-zat di atas kemudian akan disuntikan ke dalam lapisan mesodermal kulit, yang letaknya beberapa milimeter dari permukaan kulit. Suntik kurus atau mesolipo (mesoterapi untuk lemak) biasanya dilakukan di beberapa bagian tubuh untuk menghilangkan lemak di area tertentu saja.

Untuk mencapai hasil yang diinginkan, dibutuhkan 3-15 kali sesi. Pada awalnya, Anda akan mendapatkan suntikan setiap 7-10 hari sekali. Jika hasil mulai terlihat, perawatan dilanjutkan setiap dua minggu sekali atau sebulan sekali.

Apakah Efek Samping Suntik Kurus?

Meski suntik kurus menjanjikan hasil yang menggiurkan, bukan berarti suntik kurus tidak membawa risiko atau efek samping. Risiko di area suntik yang mungkin terjadi setelah Anda melakukan suntik kurus antara lain:

  • Munculnya infeksi kulit yang cukup parah bila area penyuntikan tidak steril.
  • Hematoma (memar).
  • Abses di lokasi penyuntikan.
  • Nekrosis (kematian jaringan) kulit di area suntikan.
  • Hiperpigmentasi (warna kulit yang menghitam) di area suntikan.

Efek samping yang umumnya terjadi akibat suntik kurus adalah gatal, sensasi terbakar atau perih, dan pembengkakan. Gatal, nyeri, atau perih biasanya akan hilang setelah dua hari atau beberapa menit setelah penyuntikan. Sedangkan memar atau bengkak akan menghilang dalam waktu satu minggu atau lebih.

Sebagai upaya untuk mengurangi risiko dan efek samping, suntik kurus harus dilakukan di klinik atau rumah sakit yang memiliki lisensi, dan oleh dokter yang memiliki kompetensi di bidang ini.

Suntik kurus memang bisa memberikan efek yang cukup instan. Tubuh langsing yang didambakan bisa diperoleh dengan beberapa kali suntik. Tapi jika Anda tidak mengubah gaya hidup dan tidak menjaga pola makan, lemak dapat menumpuk kembali.

Jika Anda menginginkan hasil tanpa efek samping, lakukanlah pelangsingan tubuh dengan cara yang lebih sehat dan aman, yaitu dengan melakukan diet sehat serta rutin berolahraga. Cara ini tidak hanya membuat tubuh Anda langsing, tapi juga menjadikannya lebih sehat dan bugar. Tetapi jika Anda tetap memutuskan untuk melakukan suntik kurus, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.