Taxegram adalah antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit infeksi bakteri. Penyakit infeksi bakteri yang bisa diatasi dengan obat ini antara lain pneumonia, infeksi saluran kemih, kencing nanah, meningitis, atau infeksi tulang dan sendi.

Taxegram mengandung cefotaxime yang merupakan golongan antibiotik sefalosporin. Cefotaxime bekerja dengan cara membasmi dan menghambat pertumbuhan bakteri. Taxegram diberikan melalui suntikan oleh tenaga medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.

Taxegram

Produk Taxegram

Taxegram suntik tersedia dalam 2 dosis, yaitu:

  • Taxegram suntik 0,5 gram cefotaxime
  • Taxegram suntik 1 gram cefotaxime

Apa Itu Taxegram

Bahan aktif Cefotaxime 
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik sefalosporin
Manfaat Menangani infeksi bakteri dan mencegah infeksi operasi
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Taxegram untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. 
Jika Anda sedang hamil, konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini.
Taxegram untuk ibu menyusui Taxegram umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui.
Bentuk obat Suntik

Peringatan sebelum Menggunakan Taxegram

Sebelum menjalani pengobatan dengan Taxegram, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Informasikan kepada dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Taxegram tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap cefotaxime, obat golongan penisilin, atau obat golongan sefalosporin, seperti ceftriaxone.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita kelainan darah, gangguan sumsum tulang, diare yang parah, radang usus, gangguan irama jantung, penyakit liver, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Bicarakan dengan dokter jika Anda berencana melakukan vaksinasi dengan vaksin hidup, seperti vaksin tifoid, selama menjalani terapi dengan Taxegram. Obat ini dapat mengurangi efektivitas vaksin tersebut.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi pil KB kombinasi untuk mencegah kehamilan. Obat ini dapat menurunkan efektivitas pil KB.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius selama menggunakan Taxegram.

Dosis dan Aturan Pakai Taxegram

Taxegram akan disuntikkan melalui otot (intramuskular/IM) atau pembuluh darah (intravena/IV) oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Taxegram berdasarkan kondisi yang akan ditangani:

Kondisi: Gonore

  • Dewasa: 0,5–1 gram, sebagai dosis tunggal.

Kondisi: Infeksi tulang dan sendi, saluran kemih, infeksi area kelamin, infeksi saluran pernapasan, atau infeksi kulit

  • Dewasa: 1–2 gram tiap 8–12 jam, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Dosis maksimal 12 gram per hari.
  • Anak usia >28 hari sampai 11 tahun dengan berat badan <50 mg: 50–180 mg/kgBB per hari, diberikan dalam 2–6 dosis terbagi.

Kondisi: Sepsis

  • Dewasa: 2 gram, tiap 6–8 jam. Dosis maksimal 12 gram.

Kondisi: Pencegahan infeksi operasi

  • Dewasa: 1 gram, sebagai dosis tunggal. Obat diberikan 30–90 menit sebelum operasi.
    Untuk operasi caesar, suntikkan sebanyak 1 gram akan diberikan setelah tali pusat dijepit, lalu disusul dengan dosis kedua 6–12 jam setelahnya.

Kondisi: Meningitis

  • Dewasa: 6–12 gram, per hari dalam dosis terbagi. Dosis diberikan tiap 6–8 jam.
  • Anak-anak: 200–225 mg/kgBB per hari dalam dosis terbagi. Dosis diberikan tiap 6–8 jam. Dosis maksimal 12 gram.
    Obat dapat disuntikkan melalui otot, secara perlahan selama 3–5 menit lewat pembuluh darah, atau 20–60 menit bila melalui infus.

Cara Menggunakan Taxegram dengan Benar

Taxegram akan diberikan langsung oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter melalui pembuluh darah (IV) atau otot (IM).

Untuk mendapatkan manfaat maksimal obat, perhatikan hal-hal berikut terkait penggunaan Taxegram:

  • Ikuti jadwal pemberian obat yang ditentukan oleh dokter agar pengobatan efektif.
  • Obat dapat diberikan melalui infus maupun suntik langsung ke pembuluh darah, atau lewat suntikan ke otot. Ikuti arahan dokter atau petugas medis pada saat pemberian obat.
  • Selama menjalani terapi dengan Taxegram, dokter mungkin akan melakukan tes darah secara berkala. Taxegram bisa menurunkan jumlah sel darah putih dan trombosit sehingga bisa meningkatkan risiko infeksi.
  • Jangan menghentikan penggunaan Taxegram sebelum waktu yang ditentukan oleh dokter. Hal ini dapat menyebabkan infeksi kambuh dan lebih sulit untuk diobati.
  • Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan Taxegram.

Interaksi Taxegram dengan Obat Lain

Taxegram dapat menimbulkan interaksi obat jika digunakan dengan obat-obat lain. Berikut ini adalah beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi:

  • Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersama obat golongan aminoglikosida atau furosemide
  • Peningkatan kadar Taxegram dalam darah dan kemungkinan terjadinya efek samping jika digunakan dengan probenecid
  • Penurunan efektivitas pil KB
  • Penurunan efektivitas Taxegram jika digunakan dengan erythromycin, chloramphenicol, atau antibiotik golongan tetracycline

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Taxegram bersama obat-obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Taxegram

Penggunaan Taxegram dapat menimbulkan efek samping berikut:

  • Rasa nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan
  • Diare 
  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala

Konsultasikan dengan dokter jika keluhan di atas tidak segera mereda atau memberat. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan layanan Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti: