Telat haid saat puasa sering menimbulkan kekhawatiran, apalagi jika biasanya siklus menstruasi teratur. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan pola makan hingga pola tidur, yang kerap terjadi selama di bulan Ramadan.

Saat menjalani puasa Ramadan, tubuh beradaptasi dengan pola makan terbatas, waktu tidur yang berubah, dan aktivitas yang mungkin tak sepadat biasanya. Semua perubahan ini bisa memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk hormon reproduksi sehingga berdampak pada keteraturan siklus menstruasi dan menyebabkan telat haid saat puasa.

Telat Haid Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Penyebab Telat Haid Saat Puasa

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan telat haid saat puasa, berikut beberapa diantaranya:

1. Perubahan pola makan dan hidrasi

Selama Ramadan, jam makan dan minum terbatas hanya pada saat sahur dan berbuka. Akibatnya, tubuh bisa kekurangan asupan nutrisi dan cairan harian yang biasanya diperoleh sepanjang hari. 

Nah, jika saat sahur dan berbuka Anda tidak cukup mengonsumsi makanan bergizi atau asupan kalori turun drastis, tubuh bisa “menghemat energi” dengan menurunkan produksi hormon reproduksi, sehingga siklus menstruasi terganggu. Selain itu, kurang minum juga dapat memicu dehidrasi, yang kemudian memengaruhi fungsi hormon pengatur siklus haid.

2. Stres 

Menyesuaikan diri dengan pola hidup baru saat Ramadan, mulai dari bangun lebih pagi untuk sahur, mengatur waktu istirahat, hingga tetap menjalani aktivitas harian, dapat menambah beban fisik maupun tekanan emosional. 

Nah, saat stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Peningkatan kadar hormon tersebut kemudian mengganggu keseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Akibatnya, menstruasi bisa datang lebih lambat atau siklus menjadi tidak teratur.

3. Perubahan pola tidur

Puasa mengubah pola tidur harian dan kualitas tidur, misalnya karena harus bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih larut karena tarawih atau menyiapkan bahan masak untuk menu sahur. 

Nah, kondisi tersebut ternyata bisa menjadi penyebab telat haid saat puasa lho. Pasalnya, durasi dan kualitas tidur yang terganggu dapat memengaruhi ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis yang mengatur berbagai proses, termasuk produksi hormon. 

Jika Anda kurang tidur atau jam tidur sering terpotong selama puasa, hormon yang berperan dalam siklus haid, seperti hormon luteinizing dan follicle stimulating, bisa terganggu. Akibatnya, haid menjadi terlambat atau bahkan terlewat.

4. Aktivitas fisik berkurang

Selama puasa, beberapa wanita mungkin memilih untuk mengurangi aktivitas fisik karena takut merasa lemas atau haus. Padahal, jika tubuh terlalu jarang bergerak, metabolisme bisa menurun dan keseimbangan hormon reproduksi juga ikut terganggu. Akibatnya, Anda bisa telat haid saat puasa.

Meski begitu, bagi Anda yang justru berolahraga berat saat puasa tanpa menyesuaikan intensitas, tubuh juga bisa mengalami stres fisik sehingga siklus haid menjadi tidak teratur.

5. Perubahan berat badan drastis

Perubahan berat badan yang tiba-tiba, baik penurunan maupun kenaikan, selama Ramadan dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi. 

Penurunan berat badan yang signifikan biasanya membuat kadar hormon estrogen menurun, sedangkan kenaikan berat badan berlebihan juga dapat mengganggu hormon progesteron dan estrogen. Akibatnya, proses pematangan dan pelepasan sel telur ikut terganggu dan Anda pun telat haid saat puasa.

6. Kehamilan

Perlu diingat, telat haid saat puasa juga bisa jadi tanda awal kehamilan, terutama bila Anda aktif secara seksual atau sedang menjalani program hamil. Saat terjadi kehamilan, tubuh memproduksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang akan menahan siklus menstruasi. Akibatnya, Anda pun akan telat haid saat puasa.

Jika Anda mengalami telat haid dan berisiko hamil, disarankan untuk melakukan tes kehamilan guna memastikan penyebab keterlambatan haid.

7. Perubahan hormon

Selama bulan puasa, perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari bisa menyebabkan fluktuasi hormon dalam tubuh. 

Pasalnya, keseimbangan hormon-hormon penting, seperti estrogen, progesteron, dan hormon pelepas gonadotropin dapat terganggu akibat stres, kurang tidur, atau pola makan tidak teratur saat puasa. Nah, fluktuasi hormonal ini dapat memengaruhi proses ovulasi, sehingga siklus menstruasi bisa terlambat.

Cara Menjaga Siklus Haid Tetap Teratur Selama Puasa

Menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa sangat penting agar siklus menstruasi tetap berjalan dengan normal. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah telat haid saat puasa:

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka, termasuk sayur, buah, dan protein.
  • Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih setidaknya 8 gelas di waktu berbuka hingga sahur.
  • Atur waktu tidur agar tubuh tetap mendapatkan istirahat yang optimal.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki atau stretching, untuk menjaga metabolisme tubuh tetap baik.
  • Kelola stres dengan baik, misalnya dengan melakukan teknik pernapasan dalam, meditasi, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan.

Pada kebanyakan kasus, telat haid saat puasa adalah hal yang normal dan akan kembali seperti semula setelah Ramadan. Namun, jika telat haid saat puasa menunjukkan tanda-tanda seperti ini:

  • Haid tidak datang selama lebih dari 3 bulan berturut-turut.
  • Telat haid saat puasa disertai gejala berat, seperti nyeri perut parah, perdarahan sangat banyak atau terjadi di luar siklus, demam, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Siklus haid tetap tidak teratur meski pola hidup sudah kembali normal setelah Ramadan.

Segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memeriksa apa yang menyebabkan Anda telat haid saat puasa dan memberikan penanganan yang tepat.