Tenggorokan panas bisa disebabkan oleh kondisi yang umum terjadi, seperti flu maupun radang tenggorokan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi karena kanker. Oleh karena itu, penanganan tenggorokan panas harus disesuaikan dengan penyebabnya.

Tenggorokan panas biasanya ditandai dengan rasa seperti terbakar bahkan nyeri. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, tenggorokan panas juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan oleh dokter.

Tenggorokan Panas, Inilah 10 Penyebab dan Penanganannya - Alodokter

Karena merupakan keluhan dari kondisi medis lain, tenggorokan panas akan disertai dengan gejala yang berbeda-beda, sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya sehingga penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Penyebab Tenggorokan Panas

Tenggorokan panas dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari kondisi yang paling umum dan tidak berbahaya hingga kondisi yang harus diwaspadai. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang menjadi penyebab tenggorokan panas:

1. Batuk pilek

Tenggorokan panas adalah gejala yang biasanya terjadi ketika sedang mengalami batuk pilek. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi rhinovirus pada saluran pernapasan atas.

Selain tenggorokan panas, beberapa gejala lain yang terjadi karena kondisi ini adalah hidung tersumbat, bersin, sakit kepala, pegal linu, dan demam.

2. Flu

Tenggorokan panas juga bisa disebabkan oleh flu. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus influenza yang menyerang sistem pernapasan atas.

Gejala flu memang mirip dengan gejala batuk pilek. Namun, gejala flu bisa sampai menyebabkan terjadinya pneumonia.

Selain tenggorokan panas dan sakit, Anda juga akan merasakan batuk, pilek, panas dingin, hidung tersumbat, sakit kepala, kelelahan, muntah, maupun diare saat menderita flu.

3. Radang tenggorokan

Selain batuk pilek dan flu, penyebab lain dari tenggorokan panas yang paling umum adalah radang tenggorokan. Kondisi yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptococcus tipe A  ini ditularkan melalui dahak orang yang terinfeksi.

Tenggorokan panas, sakit saat menelan, amandel merah dan bengkak, demam, sakit kepala, pegal-pegal, ruam, hingga muntah merupakan tanda dari radang tenggorokan.

4. GERD

Salah satu gejala asam lambung yang naik ke kerongkongan (GERD) adalah tenggorokan panas.

Kondisi ini terjadi karena melemahnya otot yang berfungsi sebagai penutup antara kerongkongan dan lambung. Akibatnya, asam lambung naik kembali ke kerongkongan, bahkan sampai ke tenggorokan.

Naiknya asam lambung inilah yang menyebabkan rasa nyeri seperti terbakar di dada dan tenggorokan.

5. Postnasal drip

Lendir adalah cairan yang normal diproduksi tubuh. Di tenggorokan, lendir berfungsi untuk menyaring zat asing, termasuk kotoran, debu, bakteri, maupun virus, agar tidak masuk dan mengiritasi saluran pernapasan.

Namun, produksi lendir tenggorokan yang berlebihan maupun mengalirnya lendir dari hidung dapat menumpuk di tenggorokan. Kondisi ini dikenal dengan postnasal drip.

Kondisi ini menyebabkan iritasi di bagian belakang tenggorokan, sehingga menimbulkan tenggorokan panas dan sakit. Postnasal drip juga akan menyebabkan suara serak, nyeri saat menelan, rasa mengganjal di tenggorokan, hingga batuk yang menggangu terutama di malam hari.

6. Radang amandel (tonsilitis)

Amandel adalah sepasang organ berbentuk oval yang terletak di belakang tenggorokan dan berfungsi untuk melawan bakteri maupun virus yang masuk ke tenggorokan. Namun, amandel bisa terinfeksi dan meradang. Kondisi ini dikenal sebagai radang amandel (tonsilitis).

Peradangan amandel dapat menyebabkan tenggorokan panas, sulit menelan, tidak nafsu makan, demam, suara serak, bau mulut, telinga sakit, sakit kepala, hingga pembengkakan kelenjar di leher dan rahang.

7. Burning mouth syndrome

Sindrom mulut terbakar atau burning mouth syndrome adalah nyeri seperti terbakar di dalam mulut dan tenggorokan. Hal ini terjadi karena mulut kering atau gangguan pada saraf.

Selain merasakan mulut dan tenggorokan panas, Anda mungkin juga akan mengalami rasa haus berlebih, mulut terasa pahit, hingga kesemutan atau mati rasa pada mulut.

8. Esofagitis

Penyebab tenggorokan panas berikutnya adalah radang kerongkongan (esofagitis). Kondisi ini bisa disebabkan oleh asam lambung yang naik ke kerongkongan (GERD), infeksi bakteri atau virus, hingga efek samping obat. Kondisi-kondisi tersebut dapat melukai jaringan kerongkongan, sehingga menimbulkan tenggorokan panas dan sakit.

Radang kerongkongan yang tidak diobati bisa menimbulkan jaringan parut hingga penyempitan kerongkongan yang merupakan kondisi darurat.

9. Abses perintonsil

Tenggorokan panas juga bisa disebabkan oleh abses perintonsil. Kondisi tersebut merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan munculnya nanah di amandel atau kerongkongan.

Abses perintonsil sering kali terjadi sebagai komplikasi dari tonsilitis yang tidak ditangani dengan tepat. Namun, abses perintonsil juga bisa terjadi karena adanya masalah pada gigi, merokok, dan gangguan kelenjar ludah.

Kondisi ini ditandai dengan tenggorokan membengkak dan terasa nyeri. Jika tidak ditangani, abses perintonsil bisa menyebabkan sesak napas.

10. Kanker esofagus

Meskipun sangat jarang terjadi, tenggorokan panas bisa menjadi salah satu gejala kanker esofagus.

Tenggorokan panas yang disebabkan oleh kanker esofagus biasanya terjadi lebih dari 2 minggu dan disertai dengan kesulitan menelan, benjolan di leher, sakit telinga atau telinga berdenging, suara serak, batuk kronis, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hingga sakit di dada.

Mengatasi Tenggorokan Panas

Tenggorokan panas bisa dihilangkan dengan perawatan sederhana di rumah maupun dengan penanganan dari dokter.

Perawatan rumahan

Untuk meringankan keluhan tenggorokan panas, Anda bisa melakukan beberapa tips yang praktis dan sederhana berikut ini:

  • Perbanyak konsumsi air putih untuk mengurangi rasa tidak nyaman di tenggorokan.
  • Berkumur dengan segelas air hangat yang dicampur dengan ½ sendok teh garam.
  • Konsumsi segelas air madu hangat.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara di ruangan yang kelembapannya rendah.
  • Hindari makanan pedas, asam, dan berlemak.
  • Hindari minuman yang bersoda, beralkohol, dan berkafein.
  • Usahakan untuk berhenti makan 3 jam sebelum tidur.
  • Konsumsi permen pelega tenggorokan.
  • Konsumsi obat antivirus, seperti ibuprofen, dekongestan, dan antihistamin, yang dijual bebas di apotek.

Obat-obatan

Jika cara mengatasi tenggorokan panas di rumah tidak mampu mengurangi keluhan, Anda bisa berkonsultasi ke dokter. Dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi yang mendasari keluhan Anda.

Beberapa obat yang mungkin diresepkan oleh dokter adalah:

  • Obat antibiotik, untuk mengatasi tenggorokan panas yang disebabkan oleh infeksi bakteri
  • Obat antivirus, jika Anda termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi akibat infeksi virus penyebab tenggorokan panas
  • Obat antinyeri atau penurun demam, untuk mengurangi keluhan tenggorokan panas, sakit tenggorokan, nyeri menelan, maupun demam
  • Obat kumur khusus, untuk mengurangi keluhan tenggorokan panas
  • Obat antidepresan, jika tenggorokan panas tidak membaik dengan obat antinyeri maupun obat kumur khusus
  • Obat dari kelompok antasida, baclofen, dan prokinetik, untuk mencegah naiknya asam lambung naik ke tenggorokan

Operasi

Jika konsumsi obat-obatan juga tidak dapat mengurangi tenggorokan panas, dokter akan mengambil tindakan lain, seperti operasi. Prosedur ini dilakukan terutama jika tenggorokan panas disebabkan oleh esofagitis.

Tenggorokan panas biasanya membaik dengan sendirinya. Namun, jika tenggorokan panas terjadi lebih dari 2 minggu dan disertai demam tinggi, kesulitan membuka mulut, kesulitan menelan, susah napas, hingga ada darah di air liur dan dahak, segera periksakan diri Anda ke dokter,