Istilah psikologi warna digunakan untuk menggambarkan persepsi manusia terhadap warna yang dilihat oleh mata. Warna dikatakan dapat menjadi alat komunikasi yang akurat dan memengaruhi suasana hati. Yuk, cari tahu arti dibalik warna yang Anda sukai.

Sejumlah teori dan penelitian menyebutkan bahwa warna dapat menggambarkan karakter seseorang. Selain itu, warna juga diyakini dapat mempengaruhi suasana hati, perasaan, emosi, bahkan perilaku manusia. Meskipun demikian, pengaruh warna pada psikologi setiap orang bisa saja berbeda, tergantung pada usia, jenis kelamin, kondisi sosial, dan budaya masing-masing.

Memahami Psikologi Warna untuk Memperbaiki Suasana Hati - Alodokter

Pengaruh Warna terhadap Kondisi Psikologis

Secara umum, warna terdiri atas dua kelompok utama, yakni warna hangat dan warna dingin. Warna hangat meliputi merah, jingga, dan kuning. Sedangkan warna dingin meliputi biru, ungu, dan hijau.

Setiap warna memiliki pengaruhnya masing-masing. Sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, pahami dulu pengaruh setiap warna terhadap psikologi seseorang berikut ini:

Merah

Warna ini selalu berhasil mencuri perhatian. Warna ini diyakini dapat membangkitkan energi, semangat, dan rasa percaya diri. Merah juga menjadi simbol cinta dan kehangatan, gairah, kegembiraan, kekuatan dan kenyamanan.

Biru

Warna biru banyak dilihat sebagai warna yang memberi ketenangan dan suasana hati yang baik. Warna ini dapat mengontrol denyut nadi dan suhu tubuh, sehingga baik untuk kinerja jantung dan aliran darah.

Bahkan menurut penelitian, warna biru diduga dapat meningkatkan produktivitas dan membantu Anda menjadi lebih relaks dan tidur nyenyak. Warna ini pun dipercaya dapat menurunkan selera makan, sehingga baik untuk Anda yang sedang diet.

Kuning

Dalam ilmu psikologi warna, warna kuning dapat meningkatkan metabolisme, membantu seseorang merasa lebih bahagia, ceria, optimis, berenergi, sekaligus meningkatkan nafsu makan dan kewaspadaan.

Hijau

Hijau merupakan simbol alam yang bisa memberi dampak pada psikologi manusia berupa efek menenangkan, meredakan stres, dan memberi perasaan gembira.

Beberapa orang juga menjadi lebih santai, berkonsentrasi lebih baik, dan termotivasi ketika berada di ruangan berwarna hijau. Warna ini juga memberi kesan baik, simpatik dan optimis.

Ungu

Sebagai warna dingin, ungu memberikan pengaruh terhadap psikologi manusia berupa ketenangan dan dapat meredakan kecemasan. Warna eksotis ini juga menjadi simbol kemewahan sekaligus spiritualitas. Beberapa orang mengatakan warna ungu memberi kesan sensual, manis dan bijaksana.

Pink atau Merah Jambu

Sebagai simbol cinta dan kesan feminin, warna pink dapat memberi efek menenangkan, romantis, santai, dan semangat. Beberapa orang merasa lebih segar dan bahagia ketika melihat warna ini. Warna pink juga memberi kesan lembut dan memancarkan kasih sayang. Namun di sisi lain warna ini dapat memberi kesan kekanak-kanakan.

Jingga atau Oranye

Dampak positif warna jingga bagi psikologi manusia yakni menciptakan perasaan gembira, hangat, enerjik, dan antusias pada seseorang. Seperti halnya merah dan kuning, warna jingga juga sering menjadi warna yang menarik perhatian.

Cokelat

Dalam konsep psikologi warna, coklat dapat memberi efek aman, nyaman, dan relaks. Warna ini juga dapat membangkitkan kekuatan dan memberi kesan dapat diandalkan. Namun, coklat juga bisa menimbulkan perasaan negatif, seperti kesedihan dan kesepian.

Hitam

Meski identik dengan kematian, namun penggunaan warna hitam di beberapa bidang bisa menunjukan pengaruh psikologi tersendiri. Dalam kebudayaan tertentu, hitam menggambarkan kekuatan, misteri, dan ketenangan.

Warna hitam juga sering digunakan untuk menunjukan keberanian, kemewahan, keseriusan, dan kecanggihan. Dalam hal busana, hitam menjadi pilihan terbaik untuk terlihat lebih ramping dan elegan.

Putih

Warna ini identik dengan kesucian dan kemurnian. Dalam psikologi, warna putih cenderung memberi makna positif seperti bersih, segar, dan kesederhanaan. Putih dapat memberikan kesan luas pada kamar atau ruangan. Putih juga dapat menciptakan suasana hati yang tenang dan meningkatkan konsentrasi.

Menerapkan Psikologi Warna dalam Berbusana

Menerapkan psikologi warna dalam berbusana adalah ide yang baik untuk membangun suasana hati yang lebih baik atau untuk mendapatkan efek psikologi yang diharapkan. Berikut beberapa warna busana yang bisa Anda kenakan baik untuk pergi ke kantor atau berkumpul bersama sahabat dan kerabat:

Hijau dan kuning sebagai pembawa perasaan bahagia

Jika suasana hati Anda sedang tidak kondusif, cobalah gunakan pakaian bernuansa hijau atau kuning. Kedua warna ini mampu mencerahkan suasana hati dan membuat Anda merasa bahagia.

Merah untuk menarik perhatian dan pemberi semangat

Pakaian bernuansa merah adalah pilihan terbaik untuk terlihat sensual dan menarik perhatian setiap orang. Anda juga bisa mengenakannya saat merasa kurang bergairah atau kurang bersemangat. Warna ini dipercaya mampu memberi energi dan membuat Anda menjadi lebih aktif.

Biru dan Hijau yang menenangkan

Saat Anda sedang dilanda stres, cemas, atau menghadapi pekerjaan yang berat, coba kenakan pakaian berwarna biru. Warna ini bisa memberi ketenangan hingga membantu mengurangi stres dan rasa cemas. Selain biru, warna hijau juga bisa menjadi pilihan untuk membuat Anda lebih produktif dan kreatif.