Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan membuat kegiatan lari jarak jauh makin digemari kaum urban. Namun perlu diketahui pula, selain membawa manfaat, ada risiko kesehatan yang mengintai para pelari jarak jauh. Salah satunya adalah risiko untuk mengalami cedera.

Seperti halnya dengan lari maraton, sebelum melakukan lari jarak jauh, Anda perlu untuk mempersiapkan kesehatan fisik dan mental. Persiapan fisik, disiplin yang tinggi, dan komitmen yang kuat diperlukan agar manfaat lari jarak jauh dapat diperoleh dan dampak buruknya dapat dihindari.

Kenali Manfaat dan Risiko Lari Jarak Jauh - Alodokter

Manfaat Lari Jarak Jauh

Ada beragam manfaat yang bisa diperoleh dari lari jarak jauh. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Meningkatkan kekuatan otot

Salah satu manfaat lari jarak jauh yang bisa diperoleh adalah meningkatnya kekuatan otot. Hal ini karena lari jarak jauh dapat mempengaruhi peningkatan jumlah dan ukuran mitokondria, yang merupakan pusat pembangkit tenaga otot tubuh.

2. Membakar lemak tubuh

Lari jarak jauh dapat melatih tubuh Anda untuk memanfaatkan lemak sebagai sumber energi alternatif selain karbohidrat. Alasan ini menjadi salah satu daya tarik dari lari jarak jauh, terutama bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

3. Memiliki tubuh yang lebih sehat

Latihan rutin dan kebiasaan lari jarak jauh dapat menjadikan tubuh lebih sehat dan tahan terhadap penyakit, seperti penyakit jantung dan diabetes.

4. Meredakan stres

Selain membawa manfaat bagi kesehatan fisik, lari jarak jauh juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Hal ini karena aktivitas fisik yang dilakukan saat berlari mampu membantu pelepasan hormon endorfin, yaitu hormon yang berperan dalam melawan stres. Perubahan suasana dan pemandangan yang dilalui saat berlari akan membuat pikiran kembali jernih dan stres pun menjadi berkurang.

Agar manfaat dari lari jarak jauh dapat dirasakan, pastikan kesehatan fisik dan mental Anda terjaga dengan baik. Selain itu, makanlah asupan bergizi sebelum lari jarak jauh dilakukan. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi air putih yang cukup, agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Mempertimbangkan Risiko Lari Jarak Jauh

Selain membawa manfaat, ada beragam risiko yang perlu diwaspadai oleh para pelari jarak jauh, di antaranya:

Menyebabkan cedera

Pelari jarak jauh umumnya lebih berisiko mengalami cedera, khususnya cedera lutut dan patah tulang kaki. Agar risiko ini dapat diminimalkan, para pelari disarankan untuk melakukan rangkaian latihan dan pemanasan sebelum kegiatan lari jarak jauh dilakukan.

Memperbesar risiko serangan jantung

Meski dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat, lari jarak jauh juga bisa meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung. Hal ini mungkin berkaitan dengan peningkatan atau beratnya beban jantung selama berlari jarak jauh.

Memperpendek usia

Ada penelitian yang menyebutkan bahwa pelari jarak jauh cenderung memiliki rentang hidup lebih pendek daripada pelari jarak pendek atau menengah. Namun, penelitian ini belum bisa menjelaskan penyebabnya secara detail.

Menanggapi hal ini, peneliti menganjurkan untuk menghindari latihan berat lebih dari satu jam nonstop. Upayakan juga untuk melakukan lari kecil (joging) dengan tempo lambat hingga menengah sekitar 2-3 jam per minggu.

Untuk mendapatkan manfaat dari lari jarak jauh dan menghindari risikonya, disarankan untuk melakukan serangkaian latihan persiapan dan pemanasan sebelum kegiatan lari dilakukan. Awali lari jarak jauh dengan lari secara perlahan sambil menambahkan kecepatan dan jarak tempuh secara bertahap.

Selain itu, lakukan pula latihan interval untuk meningkatkan kecepatan lari. Latihan interval dilakukan dengan mengombinasikan latihan intensitas tinggi dan latihan intensitas rendah secara bergantian. Dengan kata lain, lari cepat diselingi dengan lari pelan.

Jangan lakukan lari jarak jauh sembarangan dan hindari memaksakan diri untuk lari jarak jauh jika kondisi badan tidak memungkinkan. Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mulai melakukan lari jarak jauh untuk meminimalkan risiko.