Cedera lutut bisa terjadi pada salah satu struktur penyusun lutut, yaitu ligamen, tulang rawan, atau tulang keras. Cedera lutut dapat menghambat aktivitas sehari-hari karena menyebabkan kesulitan berjalan.

Cedera yang menimpa lutut umumnya terjadi pada saat berolahraga. ACL atau anterior cruciate ligament adalah bagian yang paling sering mengalami cedera.

Sendi Sakit Akibat Cedera Lutut, Tangani Secepatnya - Alodokter

Yang Terjadi saat Mengalami Cedera Lutut

Lutut yang mengalami cedera bisa menimbulkan rasa nyeri, memar, atau bengkak. Ketiga hal tersebut bisa muncul beberapa menit setelah seseorang mengalami cedera lutut. Terjepitnya jaringan saraf, pergeseran atau retaknya tulang lutut, hingga robekan pada urat di dalam lutut, adalah kondisi yang umumnya terjadi dan menjadi penyebab rasa sakit.

Akibat lain yang biasa ditimbulkan dari cedera lutut adalah mati rasa pada tungkai bagian bawah. Selain itu, tungkai bagian bawah atau kaki bisa terasa lemah, dingin, kesemutan, memar, atau pucat.

Cedera lutut yang terjadi secara tiba-tiba, atau disebut cedera akut, bisa dikarenakan oleh benturan langsung pada lutut. Selain itu, cedera lutut bisa juga terjadi karena menjadi tumpuan saat memutar tubuh, jatuh, atau menekuk lutut.

Berbagai Jenis Cedera Lutut

Karena lutut tersusun atas berbagai jaringan, maka cedera lutut juga terbagi menjadi beberapa macam, berdasarkan jaringan yang mengalami kerusakan. Di bawah ini adalah beragam kondisi cedera lutut yang sering terjadi:

  • Keseleo
    Keseleo merupakan cedera lutut yang menimpa ligamen. Ligamen sendiri adalah jaringan ikat yang berfungsi menyatukan semua bagian lutut. Cedera lutut karena keseleo terbagi lagi menjadi tiga, berdasarkan tingkat kerusakan pada ligamen.
    • Keseleo tingkat 1: Ligamen di dalam lutut meregang dan menimbulkan nyeri. Namun, lutut masih stabil dan tidak ada robekan pada ligamen.
    • Keseleo tingkat 2: Ada ketidakstabilan pada lutut, karena sebagian serat ligamen mengalami robekan.
    • Keseleo tingkat 3: Terdapat robekan yang parah pada ligamen.
  • Bursitis
    Cedera lutut lainnya adalah bursitis, yaitu peradangan akibat iritasi atau infeksi, pada kantung berisi cairan lutut yang disebut bursa. Bursa sendiri berfungsi sebagai peredam tekanan untuk meminimalkan gesekan antar jaringan yang membentuk lutut, seperti otot dan tendon di sekitar sendi. Terdapat dua bursa utama di lutut, yaitu yang berada di atas tempurung lutut dan yang terletak di ujung tulang kering (tibia).
  • Kerusakan meniskus (meniscal tears)
    Meniskus adalah cakram berbentuk bulan sabit dari tulang rawan yang memiliki fungsi untuk meredam gesekan. Selain sebagai peredam, bagian ini juga berfungsi sebagai bantalan halus bagi tulang paha atau femur. Cedera lutut jenis ini bisa terjadi karena terlalu banyak digunakan ataupun akibat proses alami seiring bertambahnya usia.
  • Ketegangan otot lutut
    Ketegangan pada lutut terjadi ketika otot dan tendon di sekitar lutut terentang akibat terlalu dalam menekuk atau terlalu melebar saat peregangan. Selain menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, kondisi ini juga bisa menyebabkan terganggunya fungsi lutut, terutama dalam keleluasaan bergerak.
  • Dislokasi tempurung lutut
    Tempurung lutut atau patella bisa berpindah lokasi ke sisi lutut. Seringkali kondisi ini disebabkan oleh cedera akibat kecelakaan atau olahraga. Meski sangat nyeri, dislokasi tempurung lutut tidak mengancam nyawa. Untuk memulihkan kondisi lutut, dibutuhkan fisioterapi.
  • Dislokasi sendi
    Jika lutut mengalami hantaman kuat, maka kemungkinan mengalami dislokasi atau pergeseran sendi sangat tinggi. Benturan bisa saja terjadi saat melakukan olahraga atau ketika terjadi kecelakaan. Cedera lutut jenis ini menyebabkan kerusakan parah pada semua komponen penyusun lutut. Kerusakan juga bisa menimpa sistem saraf dan pembuluh darah pada lutut.
  • Fraktur lutut
    Fraktur atau patah tulang pada lutut biasanya diakibatkan oleh hantaman langsung ke tulang lutut. Hal ini bisa terjadi apabila saat jatuh, tempurung lutut menjadi penahan bobot tubuh. Fraktur juga bisa terjadi pada tulang kering karena tekanan mendadak ke lutut, terutama pada orang yang sudah menderita osteoporosis.

Cedera lain yang bisa menimpa lutut adalah sindrom nyeri patellofemoral atau biasa disebut dengan penyakit lutut pelari. Ada pula kondisi yang dinamakan chondromalacia patella. Penyebab kedua jenis gangguan pada lutut ini adalah kerusakan berulang pada struktur lutut yang didasari oleh faktor genetik maupun oleh cara menggerakkan lutut yang salah saat beraktivitas.

Yang Perlu Dilakukan saat Mengalami Cedera Lutut

Saat mengalami cedera lutut, hal yang harus dilakukan dalam waktu 2-3 hari sejak mengalami cedera adalah:

  • Segera hentikan apa pun aktivitas fisik yang sedang dijalani.
  • Kompres dengan air es selama 15 menit tiap dua jam untuk mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan dan pendarahan internal.
  • Untuk mencegah perburukan cedera dan sakit, perban lutut saat mengalami cedera.
  • Berbaringlah dengan posisi lutut berada di atas tubuh.
  • Jangan memberikan air panas atau balsem pada sendi yang cedera.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol karena bisa memperparah pembengkakan dan perdarahan.
  • Perdarahan dan pembengkakan bisa bertambah parah jika dilakukan pemijatan pada daerah cedera. Maka dari itu, jangan lakukan pemijatan pada lokasi sendi yang cedera.
  • Jangan menggunakan sendi lutut. Karena dengan mengistirahatkan sendi, dapat memberikan dampak baik untuk mengurangi nyeri.

Jika cedera bersifat berat dan dirasa tidak mungkin sembuh dengan sendirinya, hubungi dokter. Beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter pada cedera lutut, antara lain:

  • Operasi terbuka
    Jika lutut mengalami cedera parah dan membutuhkan perbaikan menyeluruh, maka operasi terbuka mungkin dilakukan.
  • Operasi arthroskopi
    Biasanya operasi ini dilakukan pada cedera tulang rawan. Operasi arthroskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di lutut kemudian memasukkan instrumen operasi melalui sayatan tersebut.
  • Penarikan cairan atau aspirasi
    Tindakan ini akan dilakukan jika sendi lutut mengalami pembengkakan parah, sehingga cairan di dalamnya harus dikeluarkan melalui jarum.Ini adalah cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan lutut. Cara ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat cedera.
  • Fisioterapi
    Ini adalah cara yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan gerak dan kekuatan lutut. Cara ini juga digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat cedera.

Cedera lutut bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Lakukan langkah awal perawatan agar cedera tidak semakin parah. Untuk mengurangi risiko cedera, jangan membawa barang atau memberikan beban terlalu berat pada lutut, lakukan pemanasan sebelum berolahraga, dan gunakan sepatu yang nyaman setiap berakitivitas. Jika terjadi nyeri lutut berat yang membuat Anda tidak dapat beraktivitas dan kesulitan berjalan, segera konsultasikan ke dokter.