Gas air mata biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan atau membubarkan massa, misalnya saat demonstrasi. Jika Anda tidak sengaja terkena gas air mata, penting untuk mengetahui cara mengatasinya agar efek yang dialami tidak memburuk.

Gas air mata mengandung kumpulan bahan kimia, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit.

Tidak Sengaja Terkena Gas Air Mata? Lakukan 4 Cara Ini - Alodokter

Akibatnya, orang yang terkena gas air mata biasanya mengalami beberapa gejala pada mata, seperti mata merah, gatal, panas, dan penglihatan kabur. Selain itu, gejala terkait pernapasan dan kulit juga dapat dialami, seperti rasa terbakar dan gatal pada hidung, sulit bernapas, batuk, napas, mual, muntah, serta gatal dan ruam pada kulit.

Langkah Penanganan Saat Terkena Gas Air Mata

Ketika Anda terkena gas air mata, baik secara sengaja maupun tidak, usahakan tetap tenang, jangan panik, dan segera lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Tutup hidung, mata, dan mulut

Segera tutup rapat hidung, mulut, dan mata untuk meminimalkan gas yang terhirup. Jika Anda membawa masker atau kacamata, segera gunakan masker atau kacamata tersebut.

Setelah itu, segera lari ke tempat aman yang jauh dari lokasi penembakan gas air mata. Jika memungkinkan, carilah tempat yang tinggi. Jangan ragu untuk minta pertolongan pertama kepada petugas kesehatan yang sedang bertugas di lapangan bila Anda mengalami sesak napas.

2. Basuh bagian tubuh yang terkena gas air mata

Setelah menjauh dari lokasi ditembakkannya gas air mata, coba periksa tubuh Anda. Jika kulit atau ada bagian tubuh Anda terkena gas air mata, segera basuh dengan air bersih dan sabun. Cara ini dapat melindungi Anda dan orang sekitar dari kontaminasi gas air mata yang menempel di baju dan tubuh.

Jika gas mengenai mata, segera basuh mata dengan air bersih selama 10–15 menit. Hindari menggosok mata agar tidak semakin perih. Bila Anda mengenakan lensa kontak, segera lepas dan jangan menggunakannya kembali. Jika Anda mengenakan kacamata, bersihkan kacamata dengan air dan sebelum digunakan kembali.

3. Ganti atau buang pakaian yang terkontaminasi

Pakaian yang terkena gas air mata harus segera dilepas dan diganti. Khusus untuk baju yang dilepas melewati kepala, Anda dianjurkan untuk mengguntingnya. Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh bagian yang terkena gas air mata.

Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat Anda mencucinya. Jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan, masukkan pakaian tersebut ke dalam plastik, kemudian buang ke tempat pembuangan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

4. Segera bersihkan diri dengan mandi

Segera mandi untuk membersihkan tubuh Anda dari sisa-sisa gas air mata yang mungkin masih menempel di kulit. Bilas seluruh tubuh, termasuk rambut, menggunakan air yang mengalir dan sabun. Jangan mandi dengan cara berendam untuk menghindari kontaminasi lanjutan dari gas air mata yang bercampur dengan air dalam bathtub.

Pada kebanyakan kasus, orang yang terkena gas air mata biasanya tidak mengalami efek jangka panjang yang serius. Komplikasi kesehatan akibat gas air mata pun juga jarang terjadi.

Namun, anak-anak dan orang yang menderita gangguan pernapasan, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), berisiko lebih tinggi mengalami gejala yang parah dan komplikasi ketika terkena gas air mata, seperti gagal napas, kebutaan, bahkan kematian.

Paparan gas air mata juga dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau tekanan darah. Pada orang yang memiliki penyakit jantung, ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Efek tersebut akan lebih rentan terjadi apabila terpapar gas air mata dalam waktu lama atau dalam dosis tinggi di area tertutup.

Selain itu, dalam beberapa kasus, paparan gas air mata yang berkepanjangan atau berulang juga dapat menyebabkan gejala gangguan stres pascatrauma atau PTSD.

Oleh karena itu, jika Anda terkena gas air mata dan gejala yang Anda alami tak kunjung membaik, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.