Ketika demonstrasi sulit dibubarkan atau berubah ricuh, gas air mata terkadang ditembakkan oleh aparat kepada peserta aksi untuk mengontrol situasi. Gas air mata yang digunakan di lokasi demonstrasi dapat menyebar ke lingkungan sekitar, terutama jika terbawa angin. Bukan tidak mungkin Anda juga bisa terpapar gas air mata tanpa disadari.

Gas air mata mengandung bahan aktif, seperti chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS). Bahan kimia tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala pada orang yang terpapar, seperti mata merah dan terasa panas, keluar air mata dengan deras, dan pandangan kabur.

Tidak Sengaja Terkena Gas Air Mata? Lakukan Cara Ini - Alodokter

Tidak hanya itu, efek gas air mata juga dapat berupa:

  • Hidung berair, memerah, dan membengkak.
  • Sesak napas, batuk, dan mengi.
  • Iritasi dan rasa terbakar pada mulut.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam dan panas di kulit.

Lakukan Langkah Ini jika Anda Terpapar Gas Air Mata

Ketika terpapar gas air mata, usahakan tetap tenang dan jangan panik. Lakukanlah langkah-langkah berikut ini:

1. Minimalkan gas air mata yang terhirup

Jika ada gas air mata di dekat Anda, usahakan untuk meminimalkan gas yang terhirup. Tutup rapat-rapat hidung dan mulut Anda, lalu segera lari ke tempat aman yang jauh dari lokasi penembakan gas air mata. Jika kebetulan Anda membawa masker, segera kenakan.

Jangan ragu untuk minta pertolongan pertama kepada petugas kesehatan yang sedang bertugas di lapangan apabila Anda mengalami sesak napas.

2. Basuh pakaian dan bagian tubuh yang terkena gas air mata

Setelah Anda menjauh dari lokasi ditembakkannya gas air mata, periksa pakaian dan tubuh Anda. Jika pakaian atau kulit Anda terkena gas air mata, segera basuh dengan air bersih dan sabun. Cara ini dapat melindungi Anda dan orang sekitar dari kontaminasi gas air mata yang menempel di baju dan badan Anda.

Jika gas mengenai mata, segera basuh dengan cara mengaliri air bersih ke mata selama 10-15 menit. Hindari menggosok mata agar tidak bertambah perih. Jika Anda mengenakan lensa kontak, lepas dan jangan menggunakannya kembali. Sedangkan jika Anda mengenakan kacamata, basuhlah dengan air dan sabun hingga bersih sebelum digunakan kembali.

3. Ganti pakaian

Pakaian yang terkena gas air mata harus segera dilepas dan diganti. Khusus untuk baju yang dilepas melewati kepala, dianjurkan untuk mengguntingnya. Jika Anda membantu orang lain melepas pakaiannya, berhati-hatilah agar tidak menyentuh bagian yang terkena gas air mata.

Pisahkan pakaian yang terkena gas air mata saat Anda mencucinya. Jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan, masukkan pakaian tersebut ke dalam plastik, kemudian buang ke tempat pembuangan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).

4. Mandi

Segera mandi untuk membersihkan tubuh Anda dari sisa-sisa gas air mata yang mungkin masih menempel di kulit. Bilas seluruh tubuh, termasuk rambut, menggunakan air dari pancuran atau shower. Jangan mandi dengan cara berendam, untuk menghindari kontaminasi lanjutan dari gas air mata yang bercampur dengan air bathtub.

Setelah Anda melakukan langkah-langkah di atas, segera kunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai keluhan yang muncul.