Di Indonesia, pemeriksaan Widal (uji serologi untuk mendeteksi keberadaan bakteri salmonella) masih banyak dilakukan untuk menentukan diagnosis. Walau demikian, interpretasi hasil tes Widal harus hati-hati. Hal ini dikarenakan pada daerah endemis, seperti di Indonesia, semua orang sudah pernah terpapar Salmonella thyphosa. Secara alami, tubuh telah membentuk antibodi terhadap bakteri ini. Itu sebabnya, ketika pemeriksaan Widal dilakukan, antibodi dalam tubuh akan memberi reaksi positif. Namun ini bukan berarti Anda positif mengidap tifus. Walau demikian, tes ini sangat membantu terutama di daerah yang tidak memiliki tes diagnostik yang lebih canggih dan mahal.

Selain tes Widal, terdapat juga tes yang lebih cepat dan akurat mendeteksi tifus, yaitu tes TUBEX. Tes imunologi ini dilakukan menggunakan partikel berwarna untuk meningkatkan sensitivitas.

Tifus juga didiagnosis dengan menganalisis sampel darah, tinja, atau urine di laboratorium. Selain pemeriksaan-pemeriksaan tersebut, akurasi diagnosis juga dapat dilakukan dengan memeriksa sampel cairan tulang belakang. Namun tes ini hanya digunakan jika pemeriksaan lain tidak mendatangkan hasil yang meyakinkan. Waktu yang panjang dan rasa sakit yang ditimbulkan membuat tes ini lebih jarang dilakukan.

Jika Anda positif mengidap tifus, ada baiknya untuk turut memeriksakan anggota keluarga lain demi mendeteksi kemungkinan penularan.