Tomaag adalah obat maag untuk meredakan gejala akibat peningkatan asam lambung, seperti nyeri ulu hati, rasa panas di dada atau heartburn, mual, dan perut kembung. Tomaag tersedia dalam bentuk kaplet kunyah dan merupakan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter.
Tomaag mengandung aluminum hidroksida dan magnesium hidroksida sebagai antasida yang bekerja dengan cara menetralkan asam lambung. Dengan turunnya asam lambung, iritasi pada dinding lambung dapat mereda sehingga gejala sakit maag berkurang.

Selain dua kandungan tersebut, Tomaag juga mengandung simethicone, yaitu antiflatulensi yang mengatasi perut kembung dengan cara menggabungkan gelembung gas kecil di saluran cerna agar lebih mudah dikeluarkan. Tomaag bisa digunakan untuk mengatasi gejala sakit maag karena gastritis, tukak lambung, serta ulkus duodenum.
Apa Itu Tomaag
| Bahan aktif | Aluminium hidroksida 200 mg, magnesium hidroksida 200 mg, dan simethicone 75 mg |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Antasida dan antiflatulensi (antikembung) |
| Manfaat | Mengatasi gejala sakit maag akibat kelebihan asam lambung, termasuk pada gastritis, tukak lambung, dan ulkus duodenum |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Tomaag untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, serta magnesium hidroksida dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Antasida dan simethicone dalam Tomaag umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter. | |
| Tomaag untuk ibu menyusui | Semua kandungan dalam varian produk Tomaag aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai. |
| Bentuk obat | Kaplet kunyah |
Peringatan sebelum Menggunakan Tomaag
Tomaag tidak boleh digunakan sembarangan. Beberapa hal berikut perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:
- Jangan mengonsumsi Tomaag jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
- Hindari penggunaan Tomaag apabila Anda sedang mengalami diare atau sembelit. Individu yang sedang menjalani diet rendah magnesium juga tidak disarankan minum obat maag ini.
- Beri tahu dokter sebelum menggunakan Tomaag jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit hati, atau perdarahan saluran cerna.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Tomaag jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal tersebut untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Tomaag.
Dosis dan Aturan Pakai Tomaag
Agar Tomaag bekerja secara efektif dan aman, Anda perlu mengetahui dosis yang tepat. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Tomaag untuk mengatasi sakit maag:
- Dewasa: 1–2 kaplet kunyah, 3–4 kali sehari.
- Anak usia 6–12 tahun: ½–1 kaplet kunyah, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Tomaag dengan Benar
Bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat dan ikuti anjuran dokter. Jangan mengonsumsi Tomaag lebih atau kurang dari dosis yang disarankan oleh dokter.
Ikuti cara menggunakan Tomaag dengan benar di bawah ini agar mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal:
- Minumlah Tomaag menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
- Apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Tomaag.
- Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Tomaag selama 2 minggu.
- Jika lupa mengonsumsi Tomaag, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Tomaag di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Tomaag dengan Obat Lain
Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida di dalam Tomaag dapat mengurangi efektivitas obat-obat berikut jika dikonsumsi secara bersamaan atau dalam waktu berdekatan:
- Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
- Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cefdinir, atau tetracycline
- Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
- Antipsikotik, seperti chlorpromazine
- Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
- Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
- Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, Anda bisa memberi jarak antar konsumsi obat setidaknya 2 jam. Konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana untuk mengonsumsi Tomaag bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Tomaag
Setelah mengonsumsi Tomaag, ada beberapa efek samping yang dapat terjadi, yaitu:
Meski jarang, kandungan obat di dalam Tomaag dapat menyebabkan reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Pusing berat
- Napas pendek
- Detak jantung tidak teratur (aritmia)
- Linglung
- Nyeri saat buang air kecil
Konsultasikan bersama dokter melalui chat online di aplikasi Alodokter apabila timbul efek samping yang mengganggu. Dokter dapat memberikan obat atau solusi lain untuk mengatasi efek samping tersebut. Bila diperlukan pertolongan medis secepatnya, dokter dapat menyarankan Anda untuk segera ke IGD terdekat.