Tulang pelipis adalah bagian tengkorak yang berperan penting dalam melindungi otak dan membentuk wajah. Meski sering dianggap sepele, area ini cukup rentan mengalami cedera, sehingga penting untuk memahami fungsinya agar kesehatan tulang pelipis tetap terjaga.
Di antara bagian tengkorak lainnya, tulang pelipis memiliki posisi yang cukup istimewa karena terletak di sisi kepala bagian atas, tepat di antara dahi dan telinga. Tulang ini memiliki fungsi vital, mulai dari melindungi otak dari benturan, membentuk struktur wajah, hingga menjaga organ pendengaran.

Tulang Pelipis dan Berbagai Fungsinya
Tulang pelipis, yang secara medis disebut temporal bone, memegang sejumlah peran penting untuk mendukung kesehatan dan fungsi tubuh. Berikut ini adalah penjelasan detail setiap fungsinya:
1. Melindungi otak bagian samping dari cedera
Tulang pelipis membentuk dinding samping tengkorak yang berfungsi melindungi bagian otak di bawahnya, terutama lobus temporal. Area ini sangat penting karena lobus temporal berperan dalam proses pendengaran, pemahaman bahasa, serta pembentukan memori.
Saat kepala mengalami benturan dari samping, tulang pelipis membantu menyerap sebagian gaya benturan, sehingga dampaknya terhadap jaringan otak dapat diminimalkan. Namun, jika tulang ini mengalami retak atau patah, risiko cedera otak dan perdarahan dapat meningkat.
2. Membentuk struktur wajah
Tulang pelipis menyatu dengan beberapa tulang lain di tengkorak, seperti tulang pipi, tulang rahang atas, dan tulang tengkorak bagian belakang. Letaknya di sisi kepala, tepat di antara mata dan telinga, membuat tulang ini berperan penting dalam membentuk kontur wajah serta struktur kepala bagian samping.
Tanpa keberadaan tulang pelipis, wajah akan kehilangan kesan simetris dan proporsional, sementara tulang-tulang di sekitarnya tidak dapat saling terhubung dengan kuat. Selain itu, tulang pelipis juga menjadi dasar penopang bagi jaringan lunak di area pelipis dan telinga.
3. Tempat melekatnya otot wajah dan rahang
Di sekitar tulang pelipis terdapat sejumlah otot penting, salah satunya otot pengunyah yang dikenal sebagai otot temporalis. Otot ini menempel langsung pada permukaan tulang pelipis dan berperan besar dalam membantu membuka serta menutup rahang.
Selain itu, beberapa otot kecil di wajah yang berfungsi mendukung ekspresi dan proses berbicara juga berpangkal di area tulang pelipis. Oleh karena itu, berbagai aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, hingga tersenyum, sangat bergantung pada kesehatan dan kekuatan otot-otot yang melekat pada tulang pelipis.
4. Membentuk rongga pendengaran luar
Sebagian besar saluran telinga luar berada di dalam struktur tulang pelipis. Tulang ini membentuk dinding dan atap kanal pendengaran, sehingga berperan melindungi gendang telinga serta sistem pendengaran di bagian dalam dari cedera maupun infeksi.
Selain itu, di dalam tulang pelipis terdapat rongga-rongga kecil yang menjadi jalur bagi saraf pendengaran dan keseimbangan menuju otak. Oleh karena itu, gangguan atau cedera pada tulang pelipis tidak hanya berdampak pada area kepala, tetapi juga dapat memicu masalah pada pendengaran dan keseimbangan tubuh.
Masalah Kesehatan pada Tulang Pelipis
Gangguan atau cedera di area tulang pelipis bisa terjadi akibat berbagai penyebab, mulai dari benturan, infeksi, hingga penyakit tertentu. Berikut ini adalah beberapa masalah yang umum terjadi:
- Cedera akibat kecelakaan, jatuh, aktivitas olahraga, atau terkena benda keras
- Sakit kepala di sekitar pilipis, seperti sakit kepala tegang, migrain, atau cluster headache
- Peradangan pada sendi temporomandibular (TMJ) yang ditandai dengan nyeri di pelipis, rahang, hingga telinga
- Infeksi pada tulang (osteomielitis) yang menyebabkan nyeri hebat, bengkak, kemerahan, hingga demam
- Komplikasi serius akibat cedera berat, seperti perdarahan otak, patah tulang tengkorak, atau gangguan saraf
- Kanker tulang
Cara Menjaga Kesehatan Tulang Pelipis
Merawat kesehatan tulang pelipis dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut ini:
- Pakailah pelindung kepala atau helm yang sesuai standar keamanan, misalnya saat mengendarai sepeda motor, bersepeda, bermain skateboard, atau melakukan aktivitas kerja di area konstruksi, untuk mengurangi risiko cedera.
- Segera periksakan diri ke dokter bila mengalami nyeri, bengkak, atau pusing setelah area pelipis terbentur.
- Hindari kebiasaan menggertakkan gigi atau mengunyah makanan terlalu keras untuk mencegah gangguan sendi di sekitar pelipis.
- Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kekuatan tulang, termasuk tulang pelipis.
- Hindari mitos yang tidak berdasar, misalnya memijat pelipis untuk menghilangkan sakit kepala berat.
Kesimpulannya, tulang pelipis adalah bagian penting pada tengkorak yang berfungsi melindungi otak, membentuk wajah, dan mendukung pergerakan rahang. Selalu upayakan pencegahan cedera, perhatikan gejala yang muncul, dan segera konsultasi jika ada keluhan.
Jika ragu mengenai kondisi area pelipis setelah mengalami cedera, Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran medis yang tepat, terutama bila gejala tidak membaik atau muncul keluhan baru.
Dengan langkah yang tepat, kesehatan area pelipis bisa tetap terjaga dan Anda pun terhindar dari risiko komplikasi serius.