Vaksin Pfizer atau BNT162b2 adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19. Vaksin Pfizer merupakan hasil kerja sama perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech dengan perusahaan farmasi asal Amerika, Pfizer. Vaksin ini mulai dikembangkan sejak tahun 2020.

Vaksin Pfizer adalah vaksin mRNA (messenger RNA). Jenis vaksin ini akan memicu sistem sistem kekebalan tubuh membentuk spike protein, yang nantinya akan membantu tubuh membentuk antibodi yang dapat melawan virus Corona.

Vaksin Pfizer - Alodokter

Berdasarkan uji klinis tahap III yang dilakukan di Amerika Serikat, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina, vaksin Pfizer memiliki nilai efikasi, yaitu efek perlindungan terhadap COVID-19, sebesar 95%.

Merek dagang vaksin Pfizer: -

Apa Itu Vaksin Pfizer

Golongan Obat resep
Kategori Vaksin COVID-19
Manfaat Mencegah COVID-19 atau infeksi virus SARS-Cov-2
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun
Vaksin Pfizer untuk ibu hamil dan menyusui Vaksin Pfizer dapat diberikan kepada ibu hamil dan menyusui.Untuk ibu hamiil, pemberiannya dapat dimulai dari usia kehamilan di atas 12 minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 minggu.
Bentuk obat Suntik

Peringatan Sebelum Menerima Vaksin Pfizer

Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menerima vaksin Pfizer:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Vaksin Pfizer tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap kandungan dalam vaksin ini.
  • Vaksin Pfizer diperuntukkan bagi remaja dan orang dewasa sehat yang berusia di atas 16 tahun. Belum diketahui efektivitas dan keamanan vaksin ini untuk anak usia di bawah 16 tahun.
  • Vaksin Pfizer direkomendasikan untuk anak usia di atas 12 tahun dan orang dewasa.
  • Beri tahu dokter jika Anda atau orang yang tinggal serumah sedang mengalami demam di atas 37,5°C, sesak napas, batuk, atau gejala COVID-19 lainnya. Vaksin Pfizer tidak boleh digunakan oleh orang yang sedang mengalami COVID-19.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita ISPA, kelemahan pada sistem kekebalan tubuh, gangguan pembekuan darah, HIV/AIDS, diabetes, hipertensi, penyakit autoimun, penyakit ginjal, penyakit paru, penyakit jantung, kanker, atau kelainan darah.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat pengencer darah, obat imunosupresan, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sudah menerima vaksinasi COVID-19 dengan merek yang lain.
  • Vaksin Pfizer dapat diberikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui. Untuk ibu hamil, pemberiannya dapat dimulai pada usia kehamilan di atas 12 minggu dan paling lambat pada usia 33 minggu, di bawah pengawasan dokter.
  • Segera temui ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi setelah menerima vaksin Pfizer.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer disuntikkan ke otot (intramuskular/IM) oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Suntikan vaksin Pfizer diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak 21 hari. Dosis vaksin Pfizer dalam sekali suntik adalah 0,3 ml.

Cara Pemberian Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer disuntikkan ke otot (intramuskular/IM). Penyuntikan vaksin ini dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di fasilitas layanan vaksinasi.

Area kulit yang akan disuntikkan vaksin akan dibersihkan dengan alkohol swab sebelum dan sesudah penyuntikan. Alat suntik sekali pakai yang sudah digunakan akan dibuang ke dalam safety box tanpa menutup kembali jarumnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) yang serius, penerima vaksin Pfizer akan diminta untuk tetap tinggal di tempat layanan vaksinasi selama 30 menit sesudah divaksin.

KIPI merupakan keluhan atau kondisi medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi, termasuk efek samping dan reaksi alergi terhadap vaksin.

Vaksin Pfizer harus disimpan di dalam freezer dengan suhu sangat rendah (ultra low temperature/ULT), yaitu -70° C, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanannya dilakukan oleh petugas vaksin.

Meski telah divaksin, Anda tetap harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, yaitu mencuci tangan, menjaga jarak fisik dengan orang lain, mengenakan masker saat berada di luar rumah, serta menghindari keramaian.

Interaksi Vaksin Pfizer dengan Obat Lain

Belum diketahui secara pasti efek interaksi vaksin Pfizer bila digunakan bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat pengencer darah atau obat imunosupresan.

Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal tertentu, saat menjalani vaksinasi dengan vaksin Pfizer.

Efek Samping dan Bahaya Vaksin Pfizer

Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan vaksin Pfizer adalah:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat bekas suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau nyeri sendi
  • Menggigil
  • Demam ringan
  • Mual atau merasa tidak enak badan
  • Bengkak di kelenjar getah bening

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung reda atau semakin berat. Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi setelah  penyuntikan vaksin Pfizer.