Wajah penderita kusta dapat mengalami berbagai perubahan, seperti munculnya bercak yang tidak biasa hingga gangguan sensasi. Kondisi ini sering menimbulkan kekhawatiran karena gejala fisik dan stigma. Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal, pengobatan dapat dilakukan cepat sehingga risiko komplikasi dan diskriminasi berkurang.

Kusta adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan atas, dan mata. Ketika infeksi terjadi di wajah, perubahan kulit dan saraf dapat tampak lebih jelas sehingga memengaruhi penampilan dan rasa percaya diri penderita.

Wajah Penderita Kusta, Ini yang Perlu Diketahui - Alodokter

Walau stigma masih kuat, penting dipahami bahwa wajah penderita kusta tidak menularkan penyakit hanya dengan dilihat atau bersentuhan singkat. Penularan umumnya terjadi melalui kontak erat dan berkepanjangan dengan penderita yang belum menjalani pengobatan.

Ciri-Ciri Wajah Penderita Kusta yang Perlu Diperhatikan

Perubahan pada wajah penderita kusta dapat muncul perlahan dan sering disalahartikan sebagai masalah kulit biasa. Beberapa ciri yang dapat muncul antara lain:

1. Bercak kemerahan atau putih

Bercak pada wajah bisa berwarna lebih terang, lebih gelap, atau kemerahan dari kulit di sekitarnya. Bercak ini biasanya tidak gatal atau perih, sehingga sering tidak disadari sebagai tanda penyakit. Perbedaan warnanya muncul karena sel kulit yang menghasilkan pigmen tidak bekerja dengan baik akibat infeksi.

2. Mati rasa atau kebas pada bercak

Salah satu ciri paling khas kusta adalah bercak yang tidak memiliki sensasi. Area kulit yang terinfeksi dapat terasa kebas, tidak peka terhadap sentuhan, atau tidak merasakan panas dan dingin. Hilangnya sensasi ini terjadi karena saraf di bawah kulit mengalami kerusakan.

3. Kulit menebal atau terasa kasar

Kulit di wajah dapat tampak lebih tebal, kaku, atau bertekstur kasar, terutama di sekitar alis, pipi, atau telinga. Perubahan ini terjadi karena peradangan kronis pada kulit. Pada sebagian orang, penebalan kulit ini membuat wajah terlihat berbeda dari biasanya.

4. Rambut alis menipis atau rontok

Infeksi kusta dapat menyebabkan alis menipis secara perlahan. Kerusakan pada kulit dan saraf membuat rambut tidak dapat tumbuh dengan normal. Biasanya rontok dimulai dari bagian luar alis dan terjadi bertahap, sehingga sering tidak langsung disadari.

5. Luka kecil yang sulit sembuh

Pada beberapa kasus, kusta dapat menyebabkan luka pada wajah yang lama sembuh. Ini terjadi karena kulit yang tidak memiliki sensasi menjadi mudah terluka tanpa disadari. Kerusakan jaringan juga membuat proses penyembuhan lebih lambat.

6. Perubahan bentuk hidung atau pipi

Jika kusta tidak diobati dalam waktu lama, infeksi bisa merusak jaringan di hidung atau pipi. Akibatnya, bentuk hidung dapat berubah, seperti tampak lebih datar atau melebar. Kondisi ini biasanya muncul pada tahap penyakit yang sudah berat.

Risiko dan Dampak Kusta pada Wajah

Kusta yang menyerang wajah tidak hanya berdampak fisik, tapi juga emosional dan sosial. Berikut beberapa risiko yang harus diperhatikan:

  • Kesulitan menggerakkan sebagian area wajah akibat kerusakan saraf dan otot
  • Kesulitan menutup kelopak mata, terutama jika terjadi kerusakan saraf di sekitar mata, yang dapat meningkatkan risiko mata kering dan infeksi
  • Menimbulkan rasa tidak percaya diri, rasa malu, dan tekanan mental akibat perubahan wajah dan diskriminasi sosial
  • Risiko terjadinya infeksi lanjutan (infeksi sekunder) meningkat jika ada luka terbuka pada wajah, karena bakteri lain lebih mudah masuk

Cara Mencegah Komplikasi Kusta di Wajah

Pengobatan kusta yang tepat dapat mencegah sebagian besar komplikasi, termasuk perubahan pada wajah. Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan adalah:

  • Mengikuti pengobatan kusta dengan kombinasi beberapa jenis antibiotik (multidrug therapy) sesuai anjuran dokter
  • Menjaga kebersihan kulit dan mencegah luka agar tidak terjadi infeksi sekunder
  • Mendapat dukungan keluarga dan lingkungan terdekat agar penderita tidak merasa terisolasi
  • Meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa kusta bisa disembuhkan dan tidak mudah menular setelah pengobatan dimulai

Jika Anda atau orang terdekat mulai melihat perubahan pada wajah, seperti bercak mati rasa atau luka yang sulit sembuh, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. Pemeriksaan dini dapat mencegah kerusakan saraf lebih lanjut dan mengurangi risiko komplikasi pada wajah.

Bila perubahan tersebut mengarah pada ciri-ciri yang umum ditemukan pada wajah penderita kusta, Anda bisa melakukan konsultasi awal melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.