7 Alasan Sifat Pelupa Bisa Menyerang Siapa Saja, Termasuk Kamu

Kamu pernah lupa nama seorang teman lama atau di mana meletakkan kunci? Tidak hanya kamu, lupa dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia dan karakter.

Jika lupa terjadi sesekali dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, maka hal itu masih tergolong normal. Cara mengatasinya, kamu bisa menuliskan daftar keperluan di buku catatan atau pengingat di ponsel agar tidak melupakannya lagi.

7 Alasan Sifat Pelupa Bisa Menyerang Siapa Saja, Termasuk Kamu

Berikut beberapa alasanmu sering mengalami lupa:

  • Kurang tidur

Kurang tidur merupakan salah satu alasan terbanyak seseorang menjadi pelupa. Tidak hanya kuantitas, namun kualitas tidur juga sangat penting. Efek kurang tidur hampir sama dengan sering terbangun tiba-tiba saat tidur. Keduanya sama-sama memicu gangguan otak dalam memproses informasi. Selain menjadi pelupa, kurang tidur juga dapat memengaruhi perubahan mood dan kemunculan serangan cemas.

  • Tidak cukup asupan vitamin B

Agar fungsi otak dapat optimal, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang mencukupi. Kekurangan vitamin B, terutama vitamin B1 dan vitamin B12, dapat memengaruhi daya ingatmu. Ketahuilah bahwa vitamin B12 berfungsi menjaga kesehatan sel saraf dan sel darah merah.

  • Gangguan hormon tiroid

Kurang aktifnya hormon tiroid atau hipotiroid menyebabkan proses pemanfaatan nutrisi menjadi energi untuk sel tubuh menjadi lebih lambat. Kondisi ini yang memicu seseorang menjadi sering lupa ataupun mengalami masalah daya ingat lain. Untuk memastikanmu tidak mengalami gangguan hormon tiroid, coba lakukan tes darah di klinik atau rumah sakit.

  • Pengaruh obat

Penggunaan sebagian jenis obat-obatan berisiko mengganggu daya ingat. Misalnya, obat tidur, obat pereda nyeri setelah operasi, antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengatasi serangan cemas. Termasuk di dalamnya jenis obat bebas dan obat resep, keduanya memiliki risiko yang sama. Selain itu, ada pula captopril yang merupakan obat untuk mengatasi gangguan tekanan darah juga dapat memengaruhi ingatan penggunanya.

  • Merokok dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan

Merokok dapat mengganggu daya ingat karena mengurangi oksigen yang masuk ke dalam otak. Studi menunjukkan, perokok lebih sulit mengingat nama seseorang dibandingkan bukan perokok. Serupa dengan efek merokok dalam hal ini, asupan minuman beralkohol berlebihan juga dapat menurunkan daya ingat. Batasi asupan minuman beralkohol mulai dari sekarang, seperti bir, dalam satu hari hari tidak lebih dari dua gelas (700 ml) untuk pria dan satu gelas (350 ml) untuk wanita.

  • Stres hingga depresi

Stres dapat membuatmu kesulitan berkonsentrasi sekaligus menghalangi otak memproses informasi baru sehingga mengganggu daya ingat. Selain itu, lupa juga dapat menjadi tanda-tanda ataupun akibat dari depresi. Umumnya gejala depresi dapat dilihat dari pengalaman sedih yang berlebihan, motivasi yang berkurang, dan tidak dapat menikmati aktivitas sehari-hari.

  • Cedera kepala

Cedera kepala ringan hingga berat dapat memicu gangguan daya ingat. Cedera tersebut bisa disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor ataupun terjatuh. Gangguan daya ingat bahkan dapat terjadi meski tidak sampai menyebabkan penderita mengalami pingsan. Meski demikian, gangguan daya ingat tersebut dapat membaik seiring waktu.

Perlu diketahui sekali lagi bahwa usia tidak berhubungan dengan sifat lupa, jadi semua orang bisa mengalaminya. Namun, perlu diperhatikan bahwa jika lupa terjadi terlalu sering atau sangat mengganggu, disarankan untuk mengonsultasikan dengan dokter untuk mencari tahu penyebab serta cara mengatasinya.