8 Rahasia Memiliki Sendi yang Sehat Sampai Tua

Sendi adalah penghubung antara dua tulang yang memungkinkan Anda untuk menekuk lutut dan siku, membungkuk, menengok, ataupun melambaikan tangan. Mengingat perannya yang krusial, penting untuk menjaga sendi agar selalu sehat. Ini berarti turut mencakup upaya menjaga kesehatan ligamen, otot, dan tulang agar tetap kuat.

Menjaga kesehatan sendi ternyata melibatkan banyak hal terkait pengelolaan gaya hidup, termasuk pola dan pilihan makanan, olahraga, serta menjauhi kebiasaan buruk. Lalu bagaimana cara melindungi sendi agar tetap sehat hingga usia tua? Mari kita simak panduannya bersama-sama di bawah ini.

young women is swimming in the pool

Berat Badan yang Ideal akan Menjauhkan Diri dari Risiko Gangguan Sendi

Kelebihan berat badan menyebabkan sendi-sendi tertentu, seperti sendi lutut, pinggul, dan punggung menanggung beban yang lebih besar. Makin berat bobot seseorang, maka makin tinggi risiko gangguan yang dapat timbul pada sendi. Menurunkan berat badan hingga ke angka normal akan mengurangi beban kerja sendi.

Jangan Terlalu Lama Berdiam Diri, Selingi dengan Bergerak

Duduk diam sepanjang hari, baik menonton TV, mengetik, ataupun berkendara, dapat meningkatkan risiko menyebabkan gangguan sendi. Makin banyak bergerak, sendi menjadi makin lentur dan berpeluang lebih besar untuk terhindar dari gangguan. Ambil jeda setidaknya tiap setengah jam sekali untuk bergerak aktif seperti berjalan mengambil minum atau ke toilet untuk buang air.

Ikan untuk Meredakan Peradangan

Ikan yang kaya asam lemak omega-3, seperti makarel dan salmon, dapat menjaga sendi dapat tetap sehat dan meredakan peradangan yang menyebabkan nyeri sendi pada penderita rheumatiod arthritis.

Selalu Konsultasikan Penggunaan Suplemen sebelum Dikonsumsi

Suplemen yang mengandung glukosamin dan S-adenosyl methionine (SAMe) adalah jenis produk yang banyak dijual secara bebas dan diklaim dapat meredakan nyeri sendi. Tetapi sebelum mengonsumsinya, ada baiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari risiko efek buruk yang ditimbulkan.

Mengonsumsi Nutrisi Penguat Sendi

Pastikan Anda mengonsumsi kalsium alami secukupnya yang bisa diperoleh dari brokoli, kedelai, susu, dan yoghurt. Anda juga dapat meminta dokter untuk memberikan suplemen kalsium jika merasa kebutuhan kalsium Anda tidak tercukupi dari makanan. Selain kalsium, masih ada nutrisi protein yang sangat dibutuhkan oleh otot. Protein bisa diperoleh dengan mengonsumsi makanan boga bahari, daging, dan kacang-kacangan. Sementara vitamin D dan C juga penting untuk penyerapan kalsium dan sebagai sumber antioksidan.

Biasakan Diri untuk Berolahraga secara Teratur dan Utamakan Keselamatan

Penelitian menemukan bahwa olahraga yang berperan memacu detak jantung, seperti senam aerobik, dapat meredakan pembengkakan pada sendi. Tetapi jika Anda sedang mengalami nyeri sendi, ada baiknya mencoba olahraga lain yang lebih tidak berisiko, seperti berenang atau bersepeda. Olahraga beban juga membantu membentuk otot yang menyangga sendi. Jika tidak punya dumbel, Anda dapat menggunakan botol air satu liter yang terisi penuh sebagai pengganti. Untuk mendapatkan jaminan keamanan dalam berolahraga yang lebih efektif, cobalah gunakan jasa pelatih profesional di pusat kebugaran. Selain itu, pilates dan yoga juga merupakan latihan yang baik untuk melatih keseimbangan dan kekuatan otot. Apa pun pilihannya, satu hal yang terpenting adalah memilih olahraga yang Anda sukai agar terus bersemangat dan termotivasi untuk bisa lebih teratur berolahraga.

Satu hal lagi, jangan lupa untuk selalu mengenakan pelindung pada anggota badan, seperti pelindung lutut saat bermain sepatu roda ataupun helm saat bersepeda.         

Pemanasan Sebelum Olahraga

Pemanasan penting untuk mencegah cedera sendi saat berolahraga. Melakukan gerakan-gerakan ringan seperti menggerakkan leher, menekuk lutut ke samping, menggerakkan pundak dan lengan, penting untuk mempersiapkan tubuh berolahraga. Ulangi setidaknya 3 – 3-5 kali. Tetapi perlu diingat bahwa untuk menghindari melakukan perenggangan sebelum olahraga. Pada saat ini, otot belum panas sehingga justru lebih berisiko cedera. Oleh karenanya lakukan peregangan setelah pemanasan dan olahraga.

Hindari Olahraga Berlebihan

Olahraga adalah aktivitas mengolah fisik yang jika dilakukan secara rutin dapat menjadikan tubuh lebih sehat dan bugar. Namun, manfaat olahraga tidak akan diperoleh jika dilakukan berlebihan. Maka dari itu, kita harus bisa mengenali tanda-tanda saat tubuh mulai merasa perlu istirahat. Jika otot atau sendi terasa nyeri meski setelah berhari-hari, beristirahatlah sejenak dari olahraga untuk memulihkan kondisi tubuh. Segera periksakan diri ke dokter jika nyeri tidak kunjung reda.

Selain berbagai langkah di atas, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami rasa sakit akibat gangguan sendi. Penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah tingkatan gangguan menjadi lebih parah. Hindari aktivitas berat selama belum pulih dari cedera agar tidak menambah tekanan pada sendi yang sakit. Selain itu, hindari gerakan berulang-ulang dan perubahan mendadak yang berisiko memperparah cedera.