Jangan Cemas, Tangan Berkeringat Biasanya Kondisi Normal

Tangan berkeringat secara berlebihan merupakan suatu kondisi medis yang disebut hiperhidrosis. Kondisi ini biasanya mulai terjadi semasa pubertas. Seseorang dengan kondisi hiperhidrosis memiliki bagian tubuh yang mengeluarkan keringat berlebih, antara lain pada ketiak, kaki, atau telapak tangan.

Tidak seperti pada orang-orang pada umumnya, seseorang yang berkondisi hiperhidrosis bisa bercucuran keringat secara berlebihan meski sedang tidak kegerahan. Sewajarnya, kelenjar keringat akan mengeluarkan cairan keringat ke permukaan kulit ketika udara sedang panas. Cairan keringat juga diproduksi ketika seseorang sedang berolahraga, gugup, stres, gelisah, atau demam. Pada kondisi hiperhidrosis, keringat dapat keluar tanpa adanya faktor-faktor tersebut.

Jangan Cemas Tangan Berkeringat Biasanya Kondisi Normal - Alodokter

Beberapa penyakit depresi juga membuat sistem saraf bekerja secara berlebihan, salah satunya ditandai dengan keringat berlebih pada telapak tangan. Anda mungkin merasakan gejala-gejala lain yang menyertai, seperti sulit berkonsentrasi, cemas, gelisah saat tidur, serta lebih sering buang air besar atau kecil. Gejala-gejala seperti ini juga bisa terjadi ketika kelenjar tiroid seseorang terlalu aktif.

Kemungkinan Tidak Serius

Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan karena keringat berlebihan biasanya tidak berbahaya. Keringat berlebihan pada area tertentu di tubuh (seperti tangan, ketiak, wajah, dan kaki) tanpa alasan yang jelas disebut hiperhidrosis primer.

Kondisi ini pada umumnya terjadi ketika kelenjar keringat ekrin aktif. Ekrin merupakan kelenjar keringat yang berjumlah paling banyak di dalam tubuh. Sebagian besar ekrin berada di telapak tangan, kaki, wajah, dan ketiak. Kelenjar keringat ekrin ini bisa aktif sebagai akibat adanya aktivasi oleh saraf. Aktivasi saraf dipicu oleh efek hormonal atau ketika Anda merasa emosional, kegerahan, atau ketika bergerak. Penyebabnya belum bisa dipastikan, namun ada kemungkinan karena faktor keturunan.

Langkah Penanganan

Hiperhidrosis primer bisa ditangani dengan cara berikut:
  • Obat-obatan antikolinergik yang akan memengaruhi sinyal saraf ke kelenjar keringat.
  • Antiperspirant kuat yang mengandung aluminium dapat membantu mengendalikan keringat berlebih. Sebagian orang mungkin akan diresepkan produk yang mengandung aluminium dosis tinggi untuk dioleskan pada area tubuh yang berkeringat di malam hari. Namun, perlu diingat bahwa antiperspirant dapat menimbulkan iritasi kulit. Selain itu, antiperspirant juga tidak dapat mencegah produksi keringat dan mungkin sulit untuk diaplikasikan pada tangan.
  • Perawatan iontophoresis, yaitu terapi menggunakan arus listrik ringan.
  • Mengelola stres. Anda mungkin membutuhkan saran dan bantuan untuk mengatasi stres yang merupakan penyebab tangan berkeringat. Carilah bantuan dari orang yang Anda percayai atau konsultasikan masalah Anda kepada psikolog.
Operasi merupakan jalan terakhir penanganan hiperhidrosis yang parah, terutama di daerah tangan dan ketiak. Dengan operasi di bagian dada, saraf yang mengontrol kelenjar keringat tangan akan diangkat. Efek samping setelah operasi adalah keringat berlebih berpindah ke area tubuh lainnya, seperti ke lipat paha atau dada. Risiko lainnya adalah gangguan saraf dan perdarahan di dalam dada.

Bila kondisi tangan berkeringat yang dialami sudah begitu mengganggu aktivitas sehari-hari, ada baiknya Anda menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya dan langkah penanganan apa yang tepat.