Manfaat Minyak Kelapa Bagi Kesehatan dan Kecantikan

Manfaat minyak kelapa cukup beragam, baik untuk keperluan memasak maupun keperluan perawatan tubuh.

Manfaat minyak kelapa secara medis hingga kini masih diteliti. Meski, klaim tentang manfaat minyak kelapa hingga kini belum terbukti 100 persen, tapi penggunaannya kian populer di masyarakat.

Manfaat Minyak Kelapa Bagi Kesehatan dan Kecantikan - Alodokter

Minyak kelapa menurut beberapa penelitian diperkirakan dapat berguna bagi kesehatan dan kecantikan. Berikut ini beberapa kemungkinan manfaat yang bisa didapat dari minyak kelapa.

Untuk Kesehatan

Minyak kelapa yang baik adalah yang murni atau virgin coconut oil (VCO), bukan minyak olahan. VCO diekstrak dari kelapa yang masih segar tanpa menggunakan tambahan bahan kimia dan tanpa suhu tinggi. Hal ini bertujuan agar kandungan alaminya, seperti senyawa phenolic, tidak rusak. Oleh karena itu, minyak kelapa murni berpotensi sebagai antioksidan.

Selain itu, senyawa dalam minyak kelapa seperti asam laurat, kaprilat dan kaprat dapat menjadi pemicu pertumbuhan probiotik di dalam pencernaan dan berfungsi melawan bakteri jahat.

Berikut beberapa kemungkinan manfaat minyak kelapa bagi kesehatan.

  • Untuk diet. Anda dapat menggunakan VCO sebagai minyak ketika memasak atau dimasukkan ke dalam salad. Kandungan dalam  VCO dipercaya dapat membantu menstimulasi metabolisme. Hal ini membuat lemak sedikit yang beredar dalam aliran darah dan sedikit pula yang tersisa menjadi jaringan lemak baru, sehingga berdampak baik untuk berat badan.

Selain itu, minyak kelapa terdiri dari asam lemak rantai sedang yang mudah masuk ke dalam sel-sel hati. Kelebihannya ini menjadikan minyak kelapa sebagai lemak yang cepat dibakar tubuh menjadi energi. Asam lemak rantai sedang tidak mudah diubah menjadi cadangan lemak, jadi mendorong penurunan berat badan.

Namun, bila Anda ingin menurunkan berat badan tidak bisa hanya mengandalkan VCO. Anda tetap perlu berolahraga dan menjalani pola makan yang sehat dan seimbang. VCO dapat dikatakan sebagai bagian kecil dari pola makan yang baik. Konsumsinya maksimal satu sendok makan dalam sehari

  • Antioksidan yang baik untuk jantung karena mengandung polifenol. Pada percobaan terhadap hewan dan penelitian terhadap orang lanjut usia, polifenol diduga kuat dapat mengurangi terjadinya hipertensi. Hal ini karena polifenol mencegah terjadinya aterosklerosis, yakni pengerasan dinding pembuluh darah akibat menumpuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah. Ini berarti risiko penyakit jantung juga berkurang.

Jika kondisi kesehatan Anda normal, mungkin minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam menu diet. Jika Anda memiliki penyakit jantung, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter terkait konsumsi minyak kelapa.

  • Untuk diabetes. Rantai asam lemak dalam minyak kelapa diduga dapat memperbaiki toleransi glukosa dalam tubuh. Pada kasus diabetes tipe 2, minyak kelapa juga dipercaya dapat memperbaiki sensitivitas insulin. Namun, masih diperlukan penelitian yang lebih luas untuk membuktikan hal ini.
Untuk Kecantikan

Minyak kelapa diduga dapat bermanfaat bagi kecantikan. Di antaranya untuk mengobati jerawat. Mengobati infeksi berupa jerawat tidak harus selalu menggunakan obat berbahan kimia, tapi bisa juga dengan VCO. Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa diduga kuat efektif mengurangi peradangan dan melawan bakteri. Oleh karena itu, laurat dapat menjadi alternatif untuk antibiotik bagi kulit berjerawat. Tentunya, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan kulit dan memperhatikan asupan makanan.

Selain untuk merawat jerawat, asam laurat dalam minyak kelapa juga berfungsi sebagai pelembap. Tidak hanya untuk kulit yang sehat, minyak kelapa juga dapat digunakan pada penyakit kulit eksim dan psoriasis. Efek antibakterinya diduga sangat berguna untuk melawan penyebaran bakteri stafilokokus pada penyakit ini.

Minyak kelapa dapat dibuat sendiri di rumah atau dibeli di pasaran. Anda dapat menggunakan minyak kelapa untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, bila Anda ingin menggunakan minyak kelapa untuk konsumsi, sebaiknya batasi takarannya karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Terlebih, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti penyakit jantung atau kadar kolesterol tinggi, sebaiknya batasi asupan lemak jenuh.