Batuk Darah

Pengertian Batuk Darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk darah sendiri merupakan suatu bentuk gejala yang bisa timbul akibat sejumlah kondisi. Jika batuk darah dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan baik, biasanya itu bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius. Akan tetapi, jika yang mengalaminya adalah orang-orang berusia lanjut atau diketahui memiliki kebiasaan merokok, maka ada kemungkinan bahwa batuk darah merupakan gejala dari suatu penyakit serius.

Ciri-ciri darah dalam kasus batuk darah bisa bermacam-macam, ada yang berwarna merah muda atau merah terang, dan ada juga yang memiliki tekstur berbusa atau bahkan bercampur dengan lendir.

 

OBH Kombi 8 - Batuk Darah

Darah tersebut biasanya berasal dari paru-paru akibat infeksi atau batuk berkepanjangan. Sedangkan darah yang berwarna gelap dan disertai noda hitam seperti bubuk kopi kemungkinan berasal dari saluran pencernaan. Kondisi tersebut cukup serius dan memerlukan penanganan medis secepatnya. Begitu pula jika seseorang mengalami:

  • Batuk disertai dengan dahak bercampur darah.
  • Batuk dengan volume darah cukup banyak.
  • Batuk darah disertai penurunan nafsu makan dan berat badan.
  • Batuk darah disertai dengan gejala sesak napas, demam lebih dari 38 derajat Celsius, pusing, berkeringat di malam hari, dan nyeri dada.
  • Batuk darah disertai dengan urine atau kotoran yang juga bercampur dengan darah.
  • Batuk darah yang berlangsung lebih dari seminggu.
  • Batuk darah yang sering muncul dan hilang.

Penyebab batuk darah

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan batuk darah di antaranya adalah:
  • Bronkitis.  Bronkitis merupakan peradangan pada jaringan paru-paru , dan merupakan penyebab batuk darah yang paling sering. Batuk berdarah yang disebabkan oleh kondisi ini biasanya tidak berbahaya atau bahkan mengancam nyawa.
  • Bronkiektasis. Selain batuk darah, jenis penyakit paru-paru ini juga menyebabkan penumpukan lendir di dalam saluran napas.
  • Infeksi paru. Selain batuk darah, penderita kondisi ini akan mengeluarkan dahak berwarna kekuningan atau bernanah, serta sesak napas yang disertai demam.
  • Edema paru atau penumpukan cairan. Batuk berdarah biasanya terjadi pada penderita edema paru yang juga terdiagnosis memiliki masalah pada jantung. Darah yang keluar saat batuk akan memiliki tekstur berbusa dan berwarna merah muda.
  • Emboli paru atau penggumpalan darah. Selain batuk darah, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada dan sesak napas secara tiba-tiba.
  • Tuberkulosis atau TBC. Ini merupakan golongan infeksi paru-paru parah. Selain batuk darah, TBC juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami demam dan berkeringat berlebihan.
  • Kanker paru-paru. Gejala utama dari kanker paru, terutama pada stadium akhir, adalah batuk darah, mengi, serta sesak napas.
  • Luka berat, misalnya akibat kecelakaan lalu lintas atau terkena senjata.
  • Penyakit autoimun, seperti lupus, granulomatosis Wegener, atau sindrom Churg-Strauss.
  • Gagal jantung kongestif, terutama karena stenosis mitral.
  • Batuk parah berkepanjangan.
  • Efek samping obat-obatan pengencer darah.
  • Efek samping penggunaan narkoba.
  • Varises bronkial. Batuk darah bisa terjadi karena pecahnya varises bronkial, pada penderita sirosis hati dan keadaan hipertensi portal lainnya.
Selain kondisi-kondisi tersebut, batuk darah juga bisa disebabkan oleh pendarahan di dalam tenggorokan, mulut, atau hidung yang bercampur dengan air liur ketika penderitanya batuk.

Diagnosis batuk darah

Pemeriksaan yang dilakukan dalam kasus batuk darah bertujuan untuk mencari tahu penyebab dari kondisi tersebut, mengukur tingkat perdarahan, dan mewaspadai adanya risiko gangguan pernapasan. Diagnosis bisa didapat oleh dokter melalui gejala yang diperlihatkan oleh pasien, riwayat kesehatan mereka, serta melalui beberapa tes lanjutan seperti:
  • Pemeriksaan sampel dahak. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan sampel dahak apabila batuk darah yang Anda alami diduga disebabkan oleh infeksi. Sampel dahak ini akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Pemeriksaan darah. Tes ini sebenarnya mencakup banyak hal. Selain kadar sel darah merah dan putih, dokter juga dapat mengukur elektrolit serta fungsi ginjal pasien melalui pemeriksaan zat kimia darah. Dokter juga dapat mengukur kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah melalui pemeriksaan yang dinamakan oksimetri nadi dan analisis gas darah. Selain itu, dokter juga dapat mengukur kemampuan darah dalam membeku melalui tes koagulasi.
  • Pemeriksaan foto Rontgen pada dada. Melalui pemindaian ini, dokter dapat mengetahui adanya masalah pada saluran pernapasan bawah dan paru-paru, seperti infeksi atau penumpukan cairan di dalam paru-paru.
  • Bronkoskopi. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat yang disebut endoskop ke dalam saluran pernapasan melalui mulut atau hidung. Alat berbentuk selang yang dilengkapi kamera ini akan membantu dokter mengetahui penyebab batuk darah.
  • CT scan. Pemindaian ini bertujuan menghasilkan gambar dari struktur dada secara terperinci.
  • Pemeriksaan urine. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kondisi yang tidak normal yang menjadi penyebab batuk darah.

Pengobatan batuk darah

Pengobatan batuk darah harus didasarkan pada penyebabnya. Selain menghentikan batuk darah, tujuan pengobatan sendiri adalah menyembuhkan kondisi yang mendasarinya. Beberapa jenis penanganan batuk darah meliputi:
  • Pemberian antibiotik untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, seperti tuberkulosis atau pneumonia.
  • Pemberian steroid jika batuk darah disebabkan oleh radang.
  • Terapi radiasi atau kemoterapi jika batuk darah disebabkan oleh kanker paru-paru.
  • Embolisasi arteri bronkial jika batuk darah terjadi akibat pendarahan di dalam arteri. Melalui metode ini, dokter akan memblok arteri yang bermasalah dengan menggunakan suatu zat atau bahkan kumparan logam dan mengalihkan peredaran darah ke arteri lain yang lebih sehat. Identifikasi sumber pendarahan dapat dibantu dengan kateter melalui monitor.
  • Operasi untuk menangani gejala batuk darah akibat kondisi yang mengancam nyawa, misalnya operasi pengangkatan paru-paru pada penyakit paru-paru parah.
  • Bronkoskopi untuk  mengatasi batuk darah dengan mengembangkan sebuah balon di dalam jalan napas  yang bertujuan menghentikan perdarahan.

Pencegahan

Sebagian besar batuk darah disebabkan karena adanya kelainan pada saluran pernapasan dan paru-paru. Infeksi dan gangguan lain yang terjadi berulang dan menjadi kronis, dapat menyebabkan batuk biasa menjadi parah dan berkepanjangan. Hal tersebut dapat dicegah dengan penanganan batuk secara dini menggunakan obat batuk yang sesuai dan aman, serta obat-obatan dan penanganan lain untuk mengatasi faktor penyebabnya.

 

sponsored by: