Beragam Obat Kencing Batu Sesuai Ukuran dan Jenis Batunya

Ukuran batu ginjal penyebab kencing batu berbeda-beda. Oleh karena itu, obat kencing batu pun tidak sama. Demikian pula halnya dengan cara mencegah kencing batu agar tidak terjadi lagi, semuanya tergantung pada jenis batu yang terbentuk.

Kencing batu bisa terjadi jika ada penumpukan kalsium, oksalat, asam urat, amonia, sistein, atau pun struvit di dalam air seni. Batu tersebut biasanya terbentuk di dalam sistem saluran kemih kita, baik di ginjal, kandung kemih, ureter, maupun saluran kemih atau uretra. Pembentukan batu ini bisa dipicu oleh kurangnya cairan atau urine yang terlalu pekat. Ukurannya pun bervariasi, ada yang hanya sekecil 5 mm tapi ada juga yang sampai menghalangi aliran urine dan menyebabkan masalah pada saluran kemih. Berdasarkan ukurannya tersebut, obat kencing batu juga berbeda-beda.

Beragam Obat Kencing Batu Sesuai Ukuran dan Jenis Batunya - alodokter

Batu Ukuran Kecil

Batu yang berukuran kecil kebanyakan bisa diobati tanpa bantuan obat kencing batu. Batu tersebut mampu keluar dari dalam tubuh dengan sendirinya melalui urine atau air seni. Kita bisa mempermudah keluarnya batu dari saluran kemih dengan:

  • Minum air putih sebanyak 2 liter sampai 3 liter per hari guna membantu membersihkan sistem saluran kemih kita. Minum banyak air bisa membuat urine kita menjadi lebih jernih.
  • Batu yang ukurannya kecil bisa menyebabkan rasa sakit ketika berpindah di dalam saluran kemih. Untuk mengurangi rasa sakit ringan, dokter mungkin menyarankan kita untuk minum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen atau paracetamol.
  • Mengonsumsi obat alpha blocker yang berfungsi melemaskan otot di ureter. Otot yang lemas mampu membuat batu berjalan keluar dari ginjal ke saluran kemih dengan lebih cepat dan mengurangi rasa sakit. Tentunya obat kencing batu ini harus diminum sesuai dengan resep dari dokter.

Batu Ukuran Besar

Jika batu kecil bisa keluar bersamaan dengan air seni, maka batu ukuran besar atau lebih dari 1 cm memerlukan penanganan medis. Begitu pula halnya jika batu menyebabkan pendarahan dan kerusakan atau infeksi saluran kemih. Prosedur penanganan dan obat kencing batu besar meliputi:

  • Menggunakan gelombang kejut suara untuk memecah batu, yang disebut extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Gelombang ini mampu menghancurkan batu menjadi kecil agar bisa dikeluarkan melalui urine.
  • Melakukan prosedur sistoskopi untuk melihat ke dalam saluran kemih dan kandung kemih guna menemukan batu, atau melakukan ureteroskopi untuk melihat gambaran rinci tentang lapisan ureter dan ginjal.
  • Operasi pengangkatan batu ginjal (percutaneous nephrolithotomy) menggunakan alat khusus yang disebut nefroskop dan berbagai alat kecil yang dimasukkan ke dalam ginjal melalui sayatan kecil pada punggung. Untuk ukuran batu yang lebih besar, dokter mungkin akan menggunakan laser untuk memecahkan batu.

Pencegahan dan Obat Kencing Batu Sesuai Jenis Batunya

Diperkirakan bahwa hampir setengah penderita kencing batu akan mengalami sakit lagi dalam lima tahun ke depan. Oleh karena itu, dokter biasanya akan meresepkan obat kencing batu yang berguna mencegah pembentukan batu di kemudian hari. Obatnya pun berbeda-beda tergantung pada jenis batu yang terbentuk, yaitu apakah batu kalsium, batu asam urat, batu struvite, atau batu sistein.

  • Batu kalsium

Potassium citrate atau kalium sitrat untuk meningkatkan pH dan kadar sitrat dalam urine; dan obat golongan diuretik guna membantu tubuh membuang air keluar.

  • Batu asam urat

Allopurinol untuk mengurangi kadar asam urat dalam urine dan darah; kalium sitrat, dan sodium bikarbonat oral atau baking soda.

  • Batu struvite

Antibiotik untuk melawan bakteri dan asam asetohidroksamat untuk mencegah infeksi. Beberapa batu struvite terbentuk karena adanya infeksi ginjal. Oleh karena itu, obat antibiotik diperlukan untuk menyembuhkan infeksi dan membantu mencegah pembentukan batu baru.

  • Batu sistein

Jenis batu ini bisa sulit diobati. Dokter kemungkinan menyarankan untuk minum lebih banyak air agar menghasilkan lebih banyak urine. Jika dengan cara itu saja tidak cukup membantu, dokter akan meresepkan obat yang dapat mengurangi jumlah sistein dalam urine.

Untuk mengurangi risiko pembentukan batu berulang, Anda dapat menjalani beberapa tips seperti:

  • Mengurangi makanan yang kaya oksalat seperti bayam, ubi, okra, beet, coklat, dan kacang.
  • Membatasi asupan garam
  • Mengurangi asupan protein hewani. Anda bisa mendapat asupan protein dari sumber protein nabati.
  • Membatasi asupan kalsium. Kalsium dari makanan tidak menyebabkan pembentukan batu ginjal, namun Anda perlu berhati-hati jika hendak mengonsumsi suplemen kalsium.

Jika Anda sering buang air kecil, merasa sakit saat buang air kecil, dan urine yang keluar berbau dan berwarna pink atau kemerahan, jangan ragu untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan obat kencing batu yang tepat. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan menentukan jenis dan ukuran batu, maka obat kencing batu akan disesuaikan dengan jenis dan ukuran batunya.

Referensi