Empat Fase Klimaks Wanita yang Perlu Anda Ketahui

Foreplay atau pemanasan sebelum berhubungan intim memiliki peranan penting agar klimaks wanita bisa maksimal. Melalui rangsangan di beberapa titik sensitif, wanita dapat mengalami klimaks lebih dari satu kali. Hingga terjadinya klimaks pada wanita, terdapat empat fase respons tubuh saat menerima rangsangan secara seksual.

Klimaks atau biasa disebut juga dengan orgasme adalah rasa kepuasan seksual kuat yang terjadi pada saat melakukan aktivitas seks. Baik pria maupun wanita sama-sama bisa mencapai klimaks.

Ketika terjadi klimaks, jantung Anda akan berdetak lebih cepat dan napas akan terasa lebih berat. Klimaks pada wanita ditandai dengan adanya kontraksi otot genital. Wanita bisa mengalami klimaks lebih dari satu kali pada saat berhubungan intim, tentu saja jika terus diberikan rangsangan. Beberapa wanita dapat mengeluarkan cairan bening dari kelenjar Skene (di dekat saluran kencing) selama orgasme.

Saat melakukan hubungan seksual, tubuh wanita mengalami empat fase respons saat menerima rangsangan secara seksual. Empat fase itulah yang membarengi klimaks wanita, yaitu:

Fase Gairah Seksual

Ketika wanita terangsang, pembuluh darah di vagina akan membesar dan meningkatkan aliran darah pada dinding vagina. Akibatnya, bibir kemaluan akan membengkak dan mengeluarkan cairan sebagai sumber pelumasan yang membuat vagina basah. Detak jantung dan pernapasan juga menjadi semakin cepat.

Fase Datar

Pada fase ini, aliran darah menuju bagian bawah vagina mencapai batas maksimal dan menyebabkan bagian bawah vagina membengkak. Kondisi ini disebut introitus. Payudara wanita membesar hingga 25% dan aliran darah ke daerah areola (sekitar puting) meningkat, sehingga puting terlihat tegak.

Tanda klimaks wanita pada tahap ini semakin dekat, klitoris akan tertarik kembali ke arah tulang kemaluan. Rangsangan yang berlanjut sangat diperlukan pada fase ini untuk membangun gairah seksual yang cukup untuk mencapai orgasme.

Fase Orgasme

Fase klimaks pada wanita ini, ketegangan seksual yang telah dibangun dari fase-fase awal akan terlepas hingga merasakan kepuasan yang kuat. Hal ini ditandai dengan adanya kontraksi pada otot-otot genital. Fase orgasme bisa terulang kembali jika wanita diberikan rangsangan lagi.

Fase Resolusi

Pada fase ini, tubuh wanita perlahan-lahan kembali dalam keadaan normal. Pembengkakan mulai berkurang, pernapasan dan detak jantung pun mulai melambat.

Orgasme atau klimaks tidak selalu terjadi pada wanita setiap kali mereka berhubungan seks. Untuk mencapai klimaks, banyak wanita beranggapan bahwa foreplay memiliki peranan yang penting. Menurut pakar seks, ketidakmampuan mencapai orgasme dialami oleh sekitar 50% wanita dan prosentasenya bisa lebih pada wanita yang berumur lebih tua. Kesulitan untuk mencapai orgasme setelah rangsangan yang cukup dalam istilah medis disebut juga Anorgasmia.

Penyebab klimaks wanita tidak terjadi karena adanya gangguan fisik atau psikologis. Penyebab lainnya diantaranya adalah :

  • Tidak cukup rangsangan saat bercinta
  • Adanya gangguan mood seperti depresi
  • Masalah kesehatan fisik
  • Kurangnya pengetahuan seks
  • Adanya trauma seksual
  • Mempunyai masalah hubungan dengan pasangan
  • Menopause
 

Bagi Anda yang tidak dapat mengalami orgasme, hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan mengetahui penyebabnya. Penanganan Anorgasmia tergantung dari gejala yang mendasarinya. Dokter biasanya akan memberikan rekomendasi melalui kombinasi gaya hidup, terapi, dan obat-obatan.

Kunci terjadinya klimaks wanita adalah meluangkan lebih banyak waktu untuk foreplay dan merangsang titik sensitif wanita yang penting, seperti klitoris dan G-Spot.