Fluphenazine

Pengertian Fluphenazine

Ditinjau oleh: dr. Marianti

Fluphenazine adalah obat antipsikotik yang digunakan untuk mengatasi gejala gangguan kejiwaan, seperti delusi dan halusinasi, terutama dalam kasus skizofrenia. Dalam mengatasi gejala tersebut, fluphenazine bekerja dengan cara memengaruhi keseimbangan senyawa organik atau neurotransmiter di dalam otak.

Fluphenazine - alodokter_compress

Fluphenazine tergolong obat resep, karena itu penggunaannya harus berdasarkan petunjuk dari dokter.

Merek dagang: Permitil, Prolixin, Prolixin Decanoate, Prolixin Enanthate, dan Sikzonoate.

Tentang Fluphenazine

Golongan Antipsikotik
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi gejala-gejala skizofrenia dan gangguan kesehatan mental sejenisnya
Dikonsumsi oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk obat Tablet, sirup, dan suntik

Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika Anda menderita glaukoma, pembesaran prostat, susah buang air kecil, kejang-kejang, hipertiroidisme, gangguan keseimbangan, serta penyakit jantung, hati, dan ginjal.
  • Beri tahu dokter juga jika Anda hendak menjalani prosedur operasi, termasuk operasi gigi.
  • Fluphenazine tidak dianjurkan untuk digunakan oleh penderita demensia.
  • Fluphenazine dapat menyebabkan pusing dan pingsan saat mengangkat badan terlalu cepat dari posisi berbaring. Ketika menggunakan fluphenazine, lakukan gerakan tubuh secara berhati-hati, terutama saat bangun tidur.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan fluphenazine, segera temui dokter.

Dosis Fluphenazine

Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai dosis.

Bentuk obat Kondisi Dosis
Oral Skizofrenia 2,5-20 mg/hari yang dibagi menjadi 2-3 dosis
Kecemasan berat dan gangguan perilaku jangka pendek 1-2 mg dua kali sehari
Suntik intramuskular Skizofrenia 12,5-100 mg selama 2-5 minggu

Menggunakan Fluphenazine dengan Benar

Dokter dapat mengubah dosis sewaktu-waktu demi hasil terbaik. Jangan menggunakan fluphenazine di luar dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Fluphenazine oral sebaiknya diminum dengan dicampur sedikitnya seperempat cangkir cairan. Cairan ini dapat berupa susu, jus buah (kecuali apel), atau minuman ringan yang tidak mengandung kafein.

Pemakaian fluphenazine sebaiknya didahului dengan pemeriksaan kesehatan hati dan ginjal secara berkala.

Jangan menghentikan pemakaian fluphenazine secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.

Interaksi Fluphenazine dengan Obat Lain

Konsultasikan kepada dokter mengenai penggunaan fluphenazine bersama obat-obatan berikut ini untuk menghindari terjadinya interaksi yang tidak diinginkan, di antaranya:

  • Antihistamin, seperti cetirizine atau dipenhydramine.
  • Antikolinergik, seperti atropine.
  • Agonis dopamine, seperti cabergoline, pergolide, atau levodopa.
  • Obat tidur dan pereda kecemasan, seperti alprazolam, lorazepam, atau zolpidem.
  • Obat pengendur ketegangan otot, seperti carisoprodol atau cyclobenzaprine.
  • Codeine atau hydrocodone.
  • Guanadrel.
  • Guanethidine.
  • Lithium.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Fluphenazine

Beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah menggunakan fluphenazine adalah kesulitan berbicara, kaku pada otot pundak atau punggung, gelisah, gerakan otot-otot yang tidak terkontrol atau tremor, serta refleks gerakan yang overaktif.

Dianjurkan untuk menemui dokter apabila Anda mengalami efek samping berikut ini:

  • Rasa pusing seperti mau pingsan, denyut jantung melambat dan melemah, serta frekuensi bernapas kurang dari 10 kali per menit.
  • Sakit mata, pandangan kabur, dan melihat lingkaran terang di sekitar cahaya.
  • Reaksi alergi parah, berupa bengkak di wajah atau lidah, rasa terbakar pada mata, demam, nyeri tenggorokan, serta ruam kulit berwarna merah atau ungu di sekitar wajah yang menyebabkan kulit melepuh dan mengelupas.
  • Reaksi yang serius pada sistem saraf, berupa otot-otot menjadi sangat kaku, merasa bingung, berkeringat, tremor, denyut jantung kian cepat dan tidak beraturan, serta ingin pingsan.
  • Urine berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, dan penyakit kuning.
  • Tubuh tiba-tiba melemah yang ditandai dengan nyeri tenggorokan, demam, meriang, gusi berdarah, sakit saat menelan, batuk, pilek, kulit terluka, serta mudah memar dan berdarah.

Referensi