Idealnya Tumbuh Kembang Anak 2 Tahun adalah Seperti Ini

Tahapan tumbuh kembang tiap anak berbeda-beda sesuai usianya. Ketika anak berusia dua tahun, otaknya telah membentuk koneksi saraf-saraf baru yang tidak terhitung jumlahnya. Hal ini membantunya untuk memahami apa, bagaimana, dan kenapa dunia kecilnya demikian.

Anak berusia dua tahun mulai dapat memahami konsep ‘di dalam’, ‘di luar’, ‘di sana’, ‘jauh’, ‘dekat’, ‘di bawah’, maupun ‘di mana’. Orang tua dapat melihat kemampuan barunya dalam hal pengetahuan keruangan. Misalnya, anak mulai bisa memahami dan mengikuti petunjuk mengambil bola di dalam keranjang.

Idealnya Tumbuh Kembang Anak 2 Tahun adalah Seperti Ini - Alodokter

Berikut adalah beberapa tumbuh kembang anak berusia dua tahun secara umum.

  • Perkembangan sensorik dan kognitif, mencakup dapat berbicara dengan menggabungkan 2-3 kata dan kosa kata meningkat menjadi sekitar 50-300 kata, walaupun jumlah tersebut bisa bervariasi. Dengan kosa kata yang makin banyak, anak menjadi bisa berkomunikasi tentang kebutuhanannya. Hal-hal semacam ingin ke toilet, sedang haus atau sedang lapar, kini bisa disampaikannya lebih jelas. Selain itu, anak mulai bisa memakai dan melepas baju sendiri.

Anak bisa menunjukkan objek yang Anda sebutkan dan mulai mengetahui nama-nama anggota keluarga atau orang yang dekat dengannya, serta mengetahui bagian-bagian tubuhnya.

  • Pertumbuhan fisik, mencakup tumbuhnya 16 gigi pertama, namun jumlah sebenarnya bisa sangat bervariasi. Secara umum, tubuhnya menjadi makin kuat dan terlihat lebih tinggi dan lebih ramping.
  • Perkembangan keterampilan motorik, mencakup kemampuan untuk bisa berlari dengan koordinasi yang lebih baik. Selain itu, keseimbangan anak juga telah menjadi lebih baik. Anak bisa berdiri sambil mengambil objek, melempar bola,  dan bisa menendang bola tanpa kehilangan keseimbangannya. Anak juga mulai terampil di lingkungannya, dia bisa memutar gagang pintu, bisa memperhatikan buku dan membalik halamannya, bisa menumpuk 7 balok mainan, dan siap untuk menjalani toilet training. Anak juga bisa berjalan menaiki atau menuruni tangga sendirian sambil berpegangan.
  • Perkembangan emosi dan sosial, mulai usia dua tahun hingga lima tahun, anak-anak belajar untuk mengenali dan mengendalikan emosi secara bertahap. Dia mulai bisa menunjukkan kemandirian serta suka meniru orang lain yang lebih tua darinya. Selain itu, dia mulai bersemangat bertemu dan bermain bersama teman.

Pada usia dua tahun, anak-anak biasanya mengalami masalah kebiasaan, seperti menghisap jempol, temper tantrum, dan mengalami mimpi buruk.

Temper tantrum adalah kondisi ketika emosi anak meledak-ledak, bahkan hingga dia menggigit, menendang, atau menjerit-jerit. Hal ini merupakan fase normal karena anak mulai belajar berbahasa, tapi belum bisa mengungkapkan yang dirasakannya atau berusaha ingin menyampaikan hingga membuatnya frustrasi. Umumnya anak memperlihatkan perilaku temper tantrum ketika sedang merasa tidak nyaman, lelah, lapar, atau tidak mendapatkan yang mereka inginkan. Namun, bukan berarti tantrum boleh dibiarkan begitu saja. Orang tua harus belajar teknik menenangkan anak ketika mereka sedang tantrum.

Bagaimana Mendorong Tumbuh Kembang Anak?

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua guna mendorong semangat belajar anak usia dua tahun untuk menjelajahi dunianya.

  • Libatkan anak. Ajak anak terlibat ke dalam kegiatan sehari-hari keluarga, seperti membongkar belanjaan, mencuci buah, menyiram tanaman, atau kegiatan lain di sekeliling rumah. Namun, jagalah keamanan anak dengan menjauhkan bahan-bahan atau peralatan berbahaya dari jangkauannya.
  • Biarkan anak bermain. Sediakan ruangan yang cukup luas bagi dirinya agar dia bisa bermain dan beraktivitas fisik secara sehat. Ajak anak untuk bermain balok dan membangun menara atau kreativitas lainnya. Di samping itu, cobalah hindarkan anak dari kegiatan pasif, seperti menonton televisi. Batasan paparan televisi terhadap anak sebaiknya kurang dari satu jam sehari dan tidak melebihi 3 jam sehari. Selain itu, pilihlah konten yang tidak mengandung kekerasan.
  • Bacakan dongeng dan mengobrol dengan anak. Kegiatan ini sekaligus membantu memperkaya kosa kata anak. Hal ini juga membantu mereka menemukan ide baru sekaligus belajar bahasa.
  • Pastikan anak beristirahat dengan cukup. Waktu tidur yang dibutuhkan anak berusia 2-5 tahun adalah minimal 11 jam dan maksimal 13 jam sehari.
  • Ajari anak bagaimana memakai dan melepas baju, serta bagaimana menggunakan toilet.
  • Berikan anak makanan sehat, seperti sayuran, buah-buahan, dan kudapan sehat.

Orang tua dianjurkan untuk rutin melakukan beberapa kali pemeriksaan tumbuh kembang anak pada periode usia 2-5 tahun. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi apakah ada masalah dengan perkembangannya. Pada pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengukur tinggi dan berat anak, menanyakan perilaku anak dan keluarga, menanyakan kegiatan atau teman bermain anak, serta memberikan suntikan suplemen bila dibutuhkan. Pada proses check-up tersebut, orang tua juga sekaligus dapat berkonsultasi dengan dokter terkait kesehatan, perilaku, serta tumbuh kembang anak.

Di samping itu, periksakan juga ke dokter anak bila anak Anda yang berusia dua tahun belum juga bisa berjalan dengan seimbang, tidak dapat mengikuti instruksi yang sederhana, tidak dapat meniru perkataan atau tindakan, tidak dapat menggunakan frasa atau menggabungkan dua kata seperti ‘minum susu’, masih belum paham apa yang bisa dilakukan dengan benda-benda yang familiar dengannya seperti sendok atau garpu, atau bahkan kehilangan keterampilan padahal sebelumnya dia telah mampu melakukannya.