Ini Dia Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Palsu

Salah satu tanda yang mungkin mengindikasikan kamu akan melahirkan yaitu terjadinya kontraksi. Kondisi ini terjadi ketika ada pengencangan pada rahim yang kemudian bisa rileks kembali.  Namun, tidak semua kontraksi yang kamu rasakan merupakan pertanda persalinan benar-benar akan terjadi. Bisa jadi itu hanyalah kontraksi palsu.

Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks merupakan tanda tubuhmu sedang mempersiapkan diri atau berlatih untuk menghadapi persalinan. Namun, kontraksi ini tidak menjadi pertanda bahwa persalinan sudah tiba di depan mata.

Ini Dia Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Palsu

Nah, agar kamu tidak terkecoh dengan keduanya, yuk, ketahui perbedaan antara kontraksi asli dan palsu. Berikut penjelasannya:

Kapan terjadinya? Kontraksi palsu biasanya dimulai pada trimester ketiga kehamilan. Namun, bisa juga terjadi pada awal trimester kedua. Sementara, kontraksi asli terjadi setelah usia kandunganmu di atas 37 minggu. Jika datang lebih awal, itu artinya kamu akan melahirkan bayi secara prematur.

Bagaimana rasanya? Ketika kontraksi palsu menyerang, biasanya kamu hanya merasakan pengencangan pada bagian depan perut atau panggul. Biasanya kontraksi ini tidak disertai rasa sakit yang berlebihan. Pengencangan akibat kontraksi palsu sifatnya tidak berkepanjangan. Beberapa wanita mengatakan, kontraksi palsu mirip seperti kram perut ringan saat menstruasi, rasanya hanya sedikit tidak nyaman. Pada kontraksi palsu, dinding serviks tidak menipis dan mulut rahim tidak membuka seperti pada kontraksi dalam proses melahirkan.

Kontraksi asli terjadi ketika tubuhmu mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim untuk berkontraksi. Efek dari kontraksi asli bisa dibilang bergelombang. Awalnya rasa sakit yang tidak begitu membuatmu menderita, namun lama-kelamaan rasa sakitnya bisa meningkat hingga membuatmu merana.

Kontraksi jenis ini bisa membuat bagian atas rahimmu mengencang agar dapat membantumu mendorong bayi ke jalan lahir. Kontraksi mungkin bisa dimulai dari bagian perut, lalu pindah ke punggung. Atau mungkin juga dimulai dari punggung bawah lalu pindah ke perutmu.

Berapa lama kontraksi terasa? Kontraksi palsu biasanya terjadi sekitar kurang dari 30 hingga 120 detik. Kontraksi mungkin bisa berhenti ketika kamu berjalan atau beristirahat, atau mungkin berhenti ketika kamu mengubah posisi.

Sementara, kontraksi asli berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik. Kontraksi ini dapat terus terjadi meski kamu bergerak atau mencoba untuk istirahat.

Seberapa sering terjadi? Kontraksi palsu tidak memiliki interval waktu yang teratur. Kontraksi ini bisa terjadi dari waktu ke waktu. Sementara kontraksi asli memiliki interval yang reguler, dan jarak munculnya kontraksi semakin dekat atau semakin sering.

Mengalami kontraksi palsu saat hamil merupakan hal wajar dan bukanlah sesuatu yang mengkhawatirkan. Kamu juga tidak perlu melakukan perawatan medis khusus jika mengalami kondisi demikian. Namun, jika kontraksi ini membuatmu tidak nyaman, kamu bisa memperbanyak istirahat, mandi air hangat, pijat, atau bergerak seperti berjalan-jalan.

Meski bukan pertanda persalinan sudah di depan mata, terkadang, sulit untuk membedakan mana kontraksi palsu dengan kontraksi asli yang menjadi tanda kamu melahirkan secara prematur. Oleh karena itu, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter ketika kamu mengalami kontraksi palsu sebelum usia kehamilan menginjak 37 minggu.

Jika kamu mengalami kontraksi yang berjarak sekitar 5 menit, mungkin sudah saatnya kamu bergegas ke rumah bersalin.