Ini Dia Kandungan Salep Penghilang Bekas Luka yang Ampuh

Luka terbuka bisa disembuhkan dengan pengobatan antibiotik, namun berbeda dengan bekas yang ditinggalkan. Pada dasarnya, bekas luka tidak akan bisa hilang sepenuhnya. Meski begitu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu menyamarkan bekas luka, misalnya menggunakan salep penghilang bekas luka.

Bekas luka adalah bagian alami dari proses penyembuhan setelah terjadi luka pada kulit. Tetapi bekas luka, terutama yang terdapat pada area kulit yang mudah terlihat, nyatanya dapat mengganggu kepercayaan diri. Maka dari itu, wajar saja jika kita ingin menyingkirkannya, bukan?

salep penghilang bekas luka-alodokter

Penanganan yang dilakukan pada bekas luka pada umumnya dapat berbeda-beda tergantung kepada jenisnya. Tapi sebelum itu, bagaimana dengan jenis-jenis bekas luka tersebut? Beberapa jenis bekas luka yang umumnya terjadi bisa berupa:

  • Bekas luka kontraktur yang terjadi pada kulit yang terbakar. Jenis bekas luka yang dapat berdampak kepada saraf dan otot ini dapat membuat kulit pengidap mengencang sehingga menyulitkan pergerakan.
  • Keloid yang muncul karena proses penyembuhan luka yang terjadi secara berlebihan sehingga bekas luka menjadi lebih besar melebihi area luka aslinya. Bekas luka jenis ini lebih sering terjadi pada orang-orang berkulit gelap.
  • Bekas luka hipertropik yang umumnya berwarna merah dan sedikit lebih tinggi dibanding kulit sekitar. Jenis luka ini hampir menyerupai bekas luka keloid, hanya saja bekas luka hipertropik tidak melebihi luas area luka aslinya.
  • Bekas luka jerawat yang dapat beragam sesuai kedalaman dan bentuknya.

Salep penghilang bekas luka dapat menjadi salah satu metode yang dapat dicoba untuk meredakan bekas luka semacam itu. Salep ini umumnya dapat diperoleh secara bebas di apotek ataupun dari resep dokter. Berikut beberapa jenis salep penghilang bekas luka ataupun kandungan yang umumnya disarankan:

  • Gel silikon dioleskan pada luka yang tidak terbuka untuk meredakan bekas luka tipe keloid, hipertropik, ataupun kemerahan. Bahan ini perlu dioleskan selama 12 jam sehari selama kurang lebih tiga bulan agar efektif.
  • Beberapa luka dapat menimbulkan bekas yang berwarna lebih gelap dibanding kulit sekitar yang disebut hiperpigmentasi. Meski hiperpigmentasi bersifat permanen, tetapi krim bleaching dapat membantu memudarkan beberapa kondisi ini.
  • Beberapa krim dengan kandungan krim coklat (cocoa butter) diduga dapat mengurangi bekas luka. Akan tetapi hal ini masih belum dapat dibuktikan. Seorang ahli kulit menyarankan sedikit petroleum jelly untuk menjaga bekas luka agar tetap lembap dan tidak gatal.

Sementara itu, sebagai salep penghilang bekas luka jerawat pada wajah, gunakan krim kortison yang membantu meredakan peradangan dan kulit merah. Sebagai alternatif, produk yang mengandung asam retinoat  juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi penampakan bekas luka jerawat. Terlebih lagi bahan ini juga dapat digunakan untuk bekas luka tipe keloid. Selain itu gunakan tabir surya yang mengandung titanium dioksida dan zinc untuk mencegah hiperpigmentasi dan meminimalkan bekas luka. Namun, apa pun yang dipilih, hindari penggunaan produk yang berbahan hidrokuinon karena dapat berpotensi menyebabkan iritasi hingga kanker.

Umumnya, salep penghilang bekas luka yang dijual bebas dapat mengandung antihistamin ataupun steroid yang diperuntukkan bagi bekas luka yang terasa gatal dan sangat sensitif. Ada juga krim vitamin E yang ada kalanya direkomendasikan sebagai salah satu salep penghilang bekas luka. Tetapi sejauh ini tidak ada bukti medis yang mendukung.

Bekas luka memang tidak dapat hilang seluruhnya, tetapi kondisi ini dapat memudar seiring waktu hingga dua tahun setelah terbentuk. Hal yang pasti perlu diingat, kita harus bersabar karena proses penyembuhan dari bekas luka dapat memakan waktu.