Kanamycin

Pengertian Kanamycin

Merek Dagang: Kanamycin Capsule Meiji dan Kanamycin Sulphate Meiji

Kanamycin adalah golongan obat antibiotik aminiglikosida yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri serius pada berbagai bagian tubuh. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri. Selain itu, obat ini juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengikat sintesa protein dalam sel bakteri. Karena merupakan obat antibiotik, maka kanamycin tidak bisa digunakan untuk infeksi akibat virus, termasuk flu.

kanamycin

Kanamycin hanya diberikan berdasarkan resep dokter dan biasanya digunakan untuk jangka waktu pendek, yaitu sekitar tujuh hingga sepuluh hari.

 Tentang Kanamycin

Golongan Antibiotik
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi infeksi akibat bakteri
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Bentuk obat  Cairan, kapsul
Kategori kehamilan dan menyusui  Kategori D: Obat-obatan yang telah atau diduga mampu meningkatkan risiko terjadinya kecacatan janin secara permanen.

Peringatan:

  • Kanamycin tidak boleh dikonsumsi ketika Anda hamil atau diduga hamil karena dapat menyebabkan kelainan  pada janin. Begitu pun pada wanita yang sedang menyusui, obat ini berisiko mengganggu kesehatan bayi. Pemberian kanamycin pada wanita hamil dapat dilakukan jika mereka menderita penyakit yang sangat serius.
  • Belum ada studi yang menunjukkan masalah pada anak-anak yang menggunakan obat ini. Namun dokter harus berhati-hati saat memberikannya pada bayi yang baru lahir atau bayi prematur.
  • Konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap satu jenis obat, makanan, atau bahan pengawet tertentu.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain, obat tanpa resep, suplemen, atau obat herbal.
  • Bicarakan pada dokter jika Anda menderita penyakit ginjal, gangguan pendengaran, penyakit Parkinson, myasthenia gravis, asma, gangguan pernapasan, masalah pada otot, atau gangguan saraf.

Dosis Kanamycin

Kondisi Cara pemberian Dosis
Infeksi akibat bakteri gram negatif dan infeksi staphylococcus  Inhalasi/pernapasan Dewasa : 250 mg 2-4 kali per hari, melalui nebuliser, dosis maksimal 1,5 gram per hari. 
Untuk peronitis/ kontaminasi pada rongga perut saat operasi Intraperitoneal Dewasa : 500 mg melalui kateter yang dijahit di bekas luka operasi, dosis maksimal 1,5 gram per hari.
Untuk Irigasi rongga tubuh Irigasi Masukkan secara bertahap larutan kanamycin 0,25%  cairan ke dalam rongga yang mengalami abses, rongga pleura, peritoneal, atau ventrikel. Dosis maksimal adalah 1,5 gram per hari.
Untuk infeksi akibat baketeri gram-negatif dan infeksi staphylococcus Suntikan/infus Dewasa : 15 mg/kg yang dibagi menjadi 2-4 dosis dan diberikan melalui infus atau suntikan. Dosis maksimal adalah 1,5 gram per hari.Anak-anak : 15-30 mg/kg per hari yang dibagi menjadi 3 dosis

 

Untuk sterilisasi usus Kapsul Dewasa : 1 gram/jam selama 4 jam, dilanjutkan dengan 1 gram/6 jam selama 36-72 jam.Anak-anak : dosis sesuai anjuran dokter
Terapi adjuvan (tambahan) untuk koma hepatikum Kapsul Dewasa: 8-12 gram/hari, dibagi dalam beberapa dosis pemberian.

Mengonsumsi Kanamycin dengan Benar

Gunakan obat ini sesuai anjuran dan dosis yang ditetapkan oleh dokter hingga infeksi hilang. Jangan hentikan pemakaian ketika sudah merasa lebih baik setelah beberapa kali menggunakan obat ini. Patuhi juga jadwal pemberian obat secara teratur untuk mempertahankan jumlah darah yang konstan sehingga obat dapat bekerja dengan baik.

Selama pemakaian obat ini, dokter akan memantau perkembangan Anda untuk memastikan obat bekerja dengan baik. Selain itu, pemeriksaan darah, urine, pedengaran, dan saraf juga diperlukan untuk mencegah efek yang tidak diinginkan. Minumlah lebih banyak cairan saat mengunakan obat ini agar urine keluar lebih banyak sehingga kerja ginjal tetap baik dan masalah ginjal dapat dicegah.

Hentikan penggunaan obat dan segera periksakan diri pada dokter jika pendengaran menurun, pusing, telinga berdenging. Kondisi tersebut dapat menandakan gangguan pendengaran atau keseimbangan. Demikian halnya jika mengalami kesulitan bernapas serta perubahan warna dan frekuensi urine yang menandakan kemungkinan masalah pada ginjal.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah sejumlah reaksi yang mungkin timbul jika kanamycin digunakan bersama dengan obat-obatan lainnya:

  • Efek nefrotoksik dan neurotoksik, jika digunakan dengan polimiksin B, bacitracin, colistin, amfoterisin B, cisplatin, vankomisin, dan antibiotik aminoglikosida lainnya (misalnya paromomycin).
  • Peningkatan toksisitas, jika digunakan dengan diuretik kuat (misalnya asam ethacrynic, furosemide, meralluride Na, Na mercaptomerin, atau manitol).
  • Peningkatan risiko nefrotoksisitas, jika digunakan dengan sefalosporin.
  • Peningkatan konsentrasi zat, jika digunakan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).

Kanamycin juga dapat meningkatkan risiko efek samping dari obat suksinilkolin dan relaksan otot nondepolarisasi (misalnya rocuronium), jika digunakan bersama dengan kedua jenis obat tersebut.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Kanamycin

Tidak semua efek samping berikut ini akan muncul. Ada beberapa efek samping yang tidak membutuhkan perhatian secara medis dan akan hilang ketika tubuh dapat menerima obat dengan baik.

Beberapa efek samping yang mungkin muncul dari penggunaan kanamycin adalah:

  • Reaksi alergi, seperti gatal, wajah dan tangan bengkak, dada sesak, serta sulit bernapas.
  • Kejang atau otot menjadi lumpuh.
  • Rasa sakit di tempat yang disuntik.
  • Kulit kebas atau kesemutan.
  • Pergerakan mata tidak terkendali.
  • Kulit dan bibir berwarna biru.
  • Pandangan kabur.
  • Telinga berdenging terus-menerus.
  • Pedengaran hilang atau terganggu.
  • Berat badan naik dengan cepat.
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa.
  • Rasa lelah yang tidak biasa.

Jika Anda merasakan salah satu efek samping yang diduga akibat penggunaan kanamycin, temui dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.