Ketorolac

Pengertian Ketorolac

Ditinjau oleh: dr. Marianti

Ketorolac adalah  salah satu jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs) yang biasanya dipakai untuk meredakan peradangan dan rasa nyeri setelah operasi mata. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi gatal-gatal pada mata akibat konjungtivitis alergi.

ketorolac-alodokter

Merek dagang: Farpain, Lactopain, Lantipain, Rativol, Rindopain, Toramine, Torpain, Ketosic, Lactor, Latorec, Remopain, Scelto, atau Torasic.  

Tentang Ketorolac

Jenis obat Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs)
Golongan Obat resep
Manfaat Meredakan peradangan dan nyeri pasca operasi mata
Digunakan oleh Dewasa
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C (Trimester pertama dan kedua): Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Kategori D (Trimester ketiga atau mendekati hari lahir): Ada bukti positif mengenai risiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar dari risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa.
Bentuk obat Tablet, suntik, dan tetes

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi penderita infeksi mata, rheumatoid arthritis, asma atau gangguan pernapasan lainnya, penyakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, stroke, pembengkakan pada kaki atau tangan, dan diabetes.
  • Harap berhati-hati jika Anda alergi terhadap aspirin dan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid lainnya, seperti ibuprofen atau diclofenac.
  • Harap waspada bagi Anda yang mudah mengalami perdarahan atau kelainan darah, seperti gangguan pembekuan darah atau anemia.
  • Hati-hati jika Anda menggunakan lensa kontak saat menjalani pengobatan dengan ketorolac. Sebaiknya jangan menggunakan lensa kontak hingga kondisi mata benar-benar sembuh.
  • Jika pandangan menjadi buram setelah menggunakan ketorolac, jangan mengemudi sebelum Anda bisa melihat dengan jelas kembali.
  • Beri tahu dokter jika Anda akan melakukan operasi atau tindakan medis tertentu saat dalam pengobatan ini agar dosis dapat disesuaikan.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Ketorolac

Berikut ini adalah dosis yang umumnya diresepkan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien:

Kondisi Bentuk obat Dosis
Konjungtivitis alergi Tetes Dewasa: 1 tetes (0.5%) di bagian mata yang terinfeksi, 4 kali sehari.  
Peradangan mata Tetes Dewasa: 1 tetes (0.5%) di bagian mata yang terinfeksi, 4 kali sehari selama 24 jam setelah operasi katarak. Dosis dapat dilanjutkan selama 2 minggu.
Nyeri pasca operasi Tablet Dewasa: 20mg sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan 10mg setiap 4-6 jam. Dosis maksimum per hari adalah 40 mg, dengan jangka waktu maksimal 5 hari.Lansia: 10mg sebagai dosis awal, dilanjutkan dengan setiap 4-6 jam. Dosis maksimum per hari adalah 40 mg.

Bagi yang memerlukan obat ketorolac dalam bentuk suntik, dosis akan disesuaikan dengan kondisi pasien di rumah sakit.

Menggunakan Ketorolac dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan ketorolac sebelum mulai menggunakannya.

Saat menggunakan ketorolac tetes, jaga ujung botol agar tidak tersentuh mata atau tangan. Hal ini untuk menghindari terjadinya kontaminasi terhadap sisa obat di dalam botol.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk menggunakan ketorolac secara teratur untuk memaksimalisasi efeknya. Jika dokter menyertakan obat tetes lainnya, berikan jeda waktu 5 menit antara penggunaan ketorolac dengan obat tetes lainnya tersebut.

Saat Anda menggunakan ketorolac dalam bentuk obat tetes mata, pastikan Anda melepaskan lensa kontak dan tidak mengedip saat pemakaian. Untuk hasil yang optimal, pejamkan mata Anda selama 1-2 menit.

Ketorolac dapat menyebabkan kantuk atau pusing. Disarankan untuk tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat saat pengobatan.

Efek ketorolac dapat membuat Anda lebih sensitif terhadap cahaya. Disarankan untuk tidak beraktivitas dibawah terik matahari saat pengobatan. Gunakan pakaian yang tertutup dan tabir surya untuk perlindungan jika diperlukan.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan ketorolac bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Berpotensi meningkatkan risiko fatal, seperti perdarahan, jika digunakan bersama dengan obat antikoagulan, aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid dan pentoxifylline lainnya. Selain itu, obat seperti probenecid juga dapat meningkatkan kadar ketorolac dalam darah. Sebaliknya, ketorolac dapat meningkatkan kadar zat litium.
  • Dapat meningkatkan kadar toksisitas obat methotrexate.
  • Obat-obatan golongan kortikosteroid, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), dan anti platelet berpotensi meningkatkan risiko tukak lambung atau perdarahan jika digunakan bersama dengan ketorolac.
  • Ketorolac yang digunakan bersama dengan diuretik, ciclosporin, tacrolimus, penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors), atau obat angiotensin II receptor antagonists (ARBs) dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal (nefrotoksisitas).
  • Obat-obatan psikoaktif, seperti flouxetine, thiothixene dan alprazolam, dapat memicu halusinasi jika digunakan bersama dengan ketorolac. Dalam kasus yang langka, kejang-kejang dapat terjadi jika ketorolac digunakan bersama dengan obat antikejang, seperti phenytoin dan carbamazepine.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Ketorolac

Sama seperti obat-obat lain, ketorolac juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan obat ini adalah rasa pedih atau panas di mata yang bersifat sementara. Sedangkan efek samping yang lebih jarang terjadi adalah mata terasa gatal, mengeluarkan kotoran, kemerahan atau bengkak pada kelopak mata.

Dalam kasus tertentu, kondisi seperti mata kering, pusing, mual, muntah, diare  dapat terjadi. Jika efek samping dirasakan berkelanjutan atau terdapat reaksi alergi, segera temui dokter.

Referensi