Keunikan Senam Ritmik Dibandingkan Cabang Olahraga Lain

Senam ritmik merupakan olahraga yang memadukan elemen tari, gerakan senam, dan balet. Beberapa alat bantuan seperti pita, bola, tali dapat digunakan di senam ritmik. Olahraga ini dapat dilakukan secara individu atau berkelompok. Dalam satu kelompok dapat terdiri lebih dari lima orang. Dikenal dengan gerakannya yang lentur, senam ritmik membutuhkan kekuatan tubuh bagian atas dan bawah, begitu pun disertai keanggunan serta koordinasi yang bagus.

Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan latihan secara teratur dan pengulangan gerakan terus-menerus. Namun perlu diingat bahwa risiko cedera juga bisa bertambah karena terlalu keras berlatih dan melakukan kegiatan fisik yang berlebihan. Oleh karena itu, pencegahannya perlu diperhatikan guna menghindari dampak kepada pertumbuhan fisik secara normal.

Keunikan Senam Ritmik Dibandingkan Cabang Olahraga Lain

Senam ritmik mulai menjadi senam modern pada tahun 1900-an dan telah diakui federasi senam dunia sebagai olahraga sejak tahun 1961. Di ajang olimpiade, senam ritmik hanya ditujukan untuk peserta wanita. Banyak atlet yang mulai berlatih sejak usia belia dan rata-rata mencapai puncak prestasi pada usia 20-an. Seorang atlet senam profesional harus memiliki keseimbangan, kelenturan, kekuatan dan koordinasi, selain harus berkemampuan mengatasi tekanan persaingan. Dibutuhkan disiplin dan etos kerja yang tinggi untuk sanggup mengulangi latihan yang sama berkali-kali.

Apa Saja Keuntungan Melakukan Latihan Senam Ritmik?

Aspek terpenting di dalam senam ritmik adalah membentuk kelenturan. Maka dari itu, dianjurkan untuk memulai latihan ini sejak usia 4-8 tahun demi bisa meningkatkan kelenturan lebih awal. Dasar dari latihan kelenturan ini adalah kemampuan melakukan perenggangan dalam berbagai posisi. Dengan berlatih senam ini, kita juga dapat meningkatkan ketahanan tubuh untuk bekerja lebih lama dan berat dibanding orang kebanyakan. Latihan ketahanan ini sangat membantu atlet saat bertanding. Selain kelenturan dan ketahanan tubuh, latihan senam ritmik juga dapat meningkatkan kekuatan, terutama kekuatan lengan.

Aspek lain yang perlu diperhatikan selama latihan senam ritmik, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan sehat. Pesenam ritmik membutuhkan kebugaran fisik yang prima. Atlet senam ritmik dibina untuk menjadi memiliki perawakan yang tinggi dan ramping. Oleh karena itu dibutuhkan diet ketat, meski tentu diet tersebut harus mengandung nutrisi dan gizi seimbang di dalamnya. Contoh konsumsi makanan sehat yang dianjurkan demi mendukung latihan senam ritmik adalah buah-buahan dan sayuran berserat, makanan berkalsium tinggi, makanan dengan kadar karbohidrat, lemak dan protein yang cukup.
  • Dengarkan tubuh kita. Hanya kita yang mengetahui batas kemampuan tubuh kita sendiri. Perlu diketahui bahwa senam ritmik dapat mengakibatkan tekanan berlebih pada persendian. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, cedera serius bisa muncul.

Yang Perlu Diperhatikan saat Menjalani Senam Ritmik?

Olahraga senam ritmik ini menuntut koordinasi tubuh dengan alat bantu yang dipakai dan kelenturan guna mendapatkan gerakan yang menjadikannya unik jika dibandingkan dengan cabang olahraga lain. Untuk mendapat bentuk yang sempurna, para atlet harus mengulang kembali rutinitas latihannya, meski hingga ribuan kali. Dengan melakukan hal itu, atlet berisiko menderita cedera akibat memforsir bagian tubuh tertentu secara berlebihan, umumnya pada  tulang belakang.

Selain pada tulang belakang, seorang atlet senam ritmik turut berisiko mengalami cedera pada bagian-bagian ini:

  • Cedera pada pergelangan tangan akibat beban berlebih dan latihan berulang kali pada tulang sendi yang dapat mengarah kepada gangguan pertumbuhan. Sebagai bentuk perawatan awal bisa dilakukan dengan beristirahat dan pembidaian pergelangan tangan, tapi untuk kasus cedera yang bertahan lama, perlu dilakukan prosedur penghilangan jaringan yang sudah mati. Cedera ini juga bisa terjadi pada bahu dan lutut. Pada beberapa kasus, hal ini dapat menjadi hambatan yang muncul di sepanjang karier atlet.
  • Salah satu daerah yang menjadi kecemasan bagi pesenam adalah area punggung. Cedera tulang belakang bagian pinggang (lumbal) adalah hal umum yang menimpa pesenam karena efek latihan dan perenggangan berlebihan pada otot pinggang belakang. Gejala awalnya mungkin ditandai dengan cedera pada otot.¬†Pencegahan bisa dilakukan dengan cara memperkuat otot ekstensor belakang dan otot perut, serta melatih penggunaan teknik dengan tepat.

Semua olahraga memiliki risiko, sama halnya dengan senam ritmik. Oleh karena itu, kebutuhan pesenam harus disesuaikan melalui pengamatan dan penilaian yang teliti dari pelatih. Batasi jumlah elemen tambahan dalam latihan rutin dan segera hentikan latihan tersebut jika rasa sakit terus berkembang guna mencegah mengalami cedera yang lebih parah.