Ladies! Ketahui Fakta Obat Tradisional Keputihan Akibat Infeksi Jamur

Bagi semua wanita, keputihan adalah salah satu masalah yang umum terjadi. Namun, seringkali keputihan menimbulkan kekhawatiran pada wanita, terutama bila keluar terlalu banyak dan berbau tidak sedap. Tak hanya obat-obat medis, keputihan yang tidak normal juga bisa diatasi dengan perawatan di rumah dan obat tradisional keputihan. Apa saja? Yuk, simak!

Keputihan adalah kombinasi cairan dan sel-sel yang keluar dari liang vagina. Keputihan yang normal merupakan suatu pertahanan tubuh untuk membersihkan vagina serta melindunginya dari bakteri jahat yang menimbulkan alergi atau infeksi. Sementara itu, keputihan abnormal kerap disertai dengan bau tidak sedap, berwarna, debit cairan yang berlebihan, pun terkadang disertai dengan gatal bahkan nyeri. Jika sudah demikian, kamu perlu mengatasinya dengan obat medis ataupun obat tradisional keputihan.

Sebelum membahas tentang obat tradisional keputihan, kamu juga perlu mengetahui penyebab keputihan. Keputihan bisa disebabkan oleh penggunaan antibiotik, bakteri vaginosis, infeksi bakteri, infeksi jamur, pil KB, kanker serviks, infeksi klamidia, diabetes, sabun wangi, infeksi panggul, penyakit radang panggul, infeksi parasit, dan vaginitis. Gejala keputihan yang ditimbulkan pun berbeda-beda tergantung penyebab keputihan, begitupula dengan penanganan serta pengobatannya.

Keputihan yang sering sekali terjadi adalah jenis yang disebabkan oleh infeksi jamur. Sekitar 3 dari 4 wanita pernah mengalami infeksi ini selama hidupnya. Infeksi ini terjadi ketika ada pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans di dalam vagina, yang akhirnya memicu iritasi, peradangan, dan rasa gatal pada vagina terutama di daerah vulva. Selain menggunakan obat krim anti jamur atas saran atau resep dokter, terdapat beberapa alternatif yang dipercaya dapat membantu penyembuhan keputihan akibat jamur berikut ini:

  • Yogurt. Yogurt dianggap sebagai makanan probiotik. Yogurt berisi bakteri hidup, seperti Lactobacillus acidophilus. Probiotik dianggap membantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di tubuh. Sebuah penelitian menemukan bahwa beberapa probiotik memiliki hasil yang menjanjikan untuk mengatasi jamur Candida albicans. Namun kenyataannya, penelitian ini masih jauh dari sempurna, dan membuat hasil penelitian diragukan.
  • Asam borat. Obat tradisional keputihan lainnya adalah asam borat, yang merupakan antiseptik yang berguna untuk mengobati infeksi jamur vagina kronis atau infeksi jamur yang resisten terhadap obat lain. Supositoria asam borat merupakan obat rumah yang efektif untuk mengatasi infeksi jamur vagina. Asam borat tersedia dengan resep dokter dan bisa dibuat sendiri di rumah. Namun berhati-hatilah, asam borat dapat berbahaya, jangan gunakan pada kulit yang luka, dilarang meminum asam borat, dan jika sedang hamil dilarang untuk menggunakannya.
  • Minyak Oregano. Minyak oregano yang dimaksud di sini bukanlah minyak oregano yang dijual di toko bumbu masak, tetapi minyak oregano yang terbuat dari oregano liar atau origanum vulgare. Minyak oregano ini mengandung thymol dan carvacrol, keduanya merupakan bahan antijamur yang ampuh . Sebuah studi tahap awal di laboratorium menemukan bahwa minyak oregano liar baik untuk menghentikan atau melambatkan pertumbuhan jamur Candida albicans.  Meskipun begitu, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap efek ini.
  • Bawang putih. Meskipun dianggap tidak berisiko, tetapi ternyata masih belum terdapat bukti bahwa menaruh bawang putih pada vagina dapat menyembuhkan  keputihan akibat jamur.

Yang perlu diingat bahwa efektivitas obat tradisional keputihan tersebut bisa bervariasi pada setiap orang. Sebelum memulai pengobatan apa pun, berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,. Umumnya dokter akan memberikan krim atau supositoria Antijamur untuk masalah keputihan akibat jamur Anda.

Selain dengan obat medis dan obat tradisional keputihan, kamu bisa melakukan beberapa hal untuk mencegah infeksi vagina yang menyebabkan keputihan tidak normal. Kamu harus cermat menjaga vagina tetap bersih dengan mencuci secara teratur dan menggunakan sabun yang lembut dan air hangat. Jangan gunakan sabun dengan pewangi dan produk feminin tertentu, maupun melakukan teknik douche. Selalu bersihkan area alat kelamin kamu dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dan menyebabkan infeksi. Dan gunakan celana katun serta hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat.