Makan Menjelang Melahirkan, Aman atau Berbahaya?

Kamu mungkin tidak bernafsu makan atau minum bila sudah memasuki proses persalinan. Namun, melahirkan merupakan kerja keras yang menguras tenaga. Ditambah lagi, saat itu ruang bersalin biasanya terasa panas yang membuat kamu lebih banyak berkeringat, sehingga membutuhkan lebih banyak pasokan energi.

Bila pasokan energi tidak cukup, ibu yang sedang mendekati proses melahirkan bisa mengalami sakit kepala, makin merasakan beratnya proses persalinan, atau bahkan lemas. Lebih jauh, kelaparan dan kelelahan bisa memperlambat tahap persalinan. Kondisi ini kemudian bisa memicu tindakan intervensi medis, seperti pemberian obat untuk mempercepat tahap persalinan atau tindakan bantuan lainnya.

Makan Menjelang Melahirkan Aman Atau Berbahaya - Alodokter

Diperbolehkan untuk Persalinan Risiko Rendah

Sebagian besar bumil merasa kelaparan dan kehausan saat melahirkan, terutama pada tahap persalinan awal. Secara umum, makan dalam porsi kecil selama proses persalinan justru mungkin bisa memberi manfaat sebagai sumber energi untuk bumil dengan kehamilan risiko rendah menjelang melahirkan.

Dulu, bumil kerap dilarang makan dan minum ketika melahirkan untuk menghindari risiko makanan terhirup masuk ke paru-paru atau disebut aspirasi, yang dapat menyebabkan gagal napas, sebuah kondisi yang berakibat fatal. Pada kondisi tertentu, aspirasi dapat berkembang menjadi pneumonia atau infeksi paru-paru. Menurut penelitian, aspirasi pada saat bersalin cukup jarang terjadi dan lebih memungkinkan untuk terjadi pada bumil yang mendapat bius umum.

Risiko tersebut sudah berkurang secara signifikan di era modern sekarang. Ini karena sudah ada kemajuan dalam praktik penggunaan obat bius. Alih-alih menggunakan bius umum, dokter biasanya memberikan bius epidural maupun blok spinal di area tubuh tertentu, sehingga pasien tidak benar-benar kehilangan kesadaran. Namun, tetap waspada bahwa setiap bumil bisa saja memiliki kondisi medis yang berbeda.

Hindari Makan Pada Kondisi Tertentu

Makan tidak diperbolehkan bila kamu dipastikan akan menjalani operasi Caesar, biasanya puasa makan disarankan sekitar 6 jam sebelum operasi dan minum air putih terakhir minimal 2 jam sebelum operasi. Makan hanya bisa diperbolehkan pada kehamilan dengan risiko rendah berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, makan tidak disarankan pada kehamilan dengan risiko tertentu, untuk menghindari risiko terjadinya aspirasi bila operasi Caesar darurat perlu dilakukan karena gawat janin.

Disinilah pentingnya melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala sebelum persalinan.

Meski kini sebagian bumil diperbolehkan makan minum saat menjelang persalinan, namun umumnya dianjurkan hanya mengonsumsi makanan ringan atau hanya minum air putih dalam jumlah terbatas.

Kamu juga mungkin tidak diperkenankan untuk makan dan minum bila akan dilakukan induksi. Jangan khawatir, jika induksi berlangsung lama, dokter akan memberikanmu “waktu istirahat”, sehingga kamu bisa makan dan minum air putih.

Selalu konsultasikan tentang boleh atau tidaknya bumil makan dan minum menjelang persalinan. Dokter kandungan dan dokter anestesi akan bekerja sama dalam menilai pasien secara individu.

Makanan yang Bisa Dikonsumsi Saat Bersalin

Karbohidrat merupakan pilihan asupan yang baik selama proses persalinan. Alasannya, manfaat karbohidrat dapat dicerna dengan mudah dan memberikanmu energi secara bertahap, sehingga akan membantumu dalam melewati kontaksi. Asupan karbohidrat bisa didapat dari beberapa makanan berikut.

  • Pasta, sereal atau sup
  • Biskuit atau kraker tawar
  • Roti isi atau roti panggang
  • Yoghurt.
Makanlah secara perlahan dan habiskan sedikit demi sedikit, makanan lebih lama dicerna saat persalinan, dikarenakan aliran darah akan lebih diutamakan pada rahim, hal ini juga untuk menghindari muntah akibat terlalu banyak makan saat akan melahirkan.

Bila kamu ingin makan dan minum selama bersalin, tanyakan kepada dokter atau perawat apakah kondisimu memungkinkan. Bila diperbolehkan, kamu bisa memilih beberapa makanan di atas. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering. Selain itu, ingatlah untuk menghindari makanan berlemak tinggi karena berat untuk dicerna maupun makanan manis karena hanya memberi energi untuk sesaat.