Masalah di Sekitar Labia Mayora yang Harus Anda Waspadai

Labia mayora merupakan salah satu organ reproduksi wanita bagian luar. Ketahui beberapa masalah yang bisa terjadi di sekitar labia mayora Anda.

Struktur organ reproduksi wanita dirancang dengan berbagai fungsi, salah satunya adalah labia mayora. Labia mayora adalah salah satu struktur bagian luar utama dari sistem reproduksi wanita yang disebut vulva. Labia mayora merupakan dua lipatan besar yang  yang membentang dari depan vulva ke bagian belakang bawah vulva. Berbentuk seperti bibir dan biasanya disebut bibir besar kemaluan. Labia mayora berfungsi untuk melindungi organ lain yang terdapat di dalamnya seperti labia minora dan klitoris. Labia mayora memiliki dua permukaan, bagian luar cenderung berpigmen gelap dan akan tertutup oleh rambut kemaluan setelah memasuki masa puber. Sedangkan bagian dalam labia mayora cenderung licin atau lembut dan berwarna merah muda.

Labia mayora terletak antara bagian atas kemaluan dan perineum (Bagian diantara kemaluan dan anus) Bentuk dan warna organ kelamin wanita sangat beragam. Umumnya, labia mayora memiliki lebar berkisar seperempat 0,5 cm hingga 5 cm. Beberapa wanita memiliki ukuran labia mayora dan labia minora yang tidak merata, namun hal tersebut terbilang normal.

Masalah Kesehatan pada Labia Mayora dan Area Vulva Lainnya

Terdapat beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan labia mayora dan bagian vulva pada umumnya. Gejala atau masalah yang kerap terjadi di daerah vulva umumnya adalah rasa perih dan gatal. Tanda-tanda lainnya adalah area vulva terlihat merah dan membengkak. Perlu diketahui, berbagai kondisi vulva di atas dapat menyebabkan depresi, kecemasan, dan gangguan seksual. Kondisi atau masalah pada vulva dapat dikategorikan sebagai masalah kulit, infeksi, gejala kanker, dan sakit kronis. Berikut beberapa kondisi terkait masalah yang terjadi di sekitar labia mayora dan area vulva pada umumnya:

  1. Folikulitis, yakni adanya infeksi oleh bakteri yang menyebabkan peradangan pada kelenjar atau folikel rambut  di mana saja (termasuk rambut pubis). Umumnya, kondisi ini terjadi pada labia mayora. Hal ini dapat terjadi karena mencukur, waxing, atau bahkan gesekan. Folikulitis dapat hilang dengan sendirinya dengan cara lebih memperhatikan kebersihan area genital, memakai pakaian yang longgar, dan kompres hangat pada daerah tersebut untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Jika benjolan atau jerawat tidak mengecil, atau justru semakin besar, Anda dianjurkan untuk segera ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
  2. Kista Bartholin. Ini adalah infeksi yang terjadi pada kelenjar Bartholin dan menyebabkan terkumpulnya nanah di dalamnya. Kelenjar Bartholin terletak di kedua sisi pembukaan vagina yang berfungsi menjaga kelembapan dinding vagina dan melepaskan cairan pelumas ketika berhubungan seksual. Jika sekadar kista, kondisi ini dapat diatasi dengan perawatan di rumah dengan kompres air hangat, namun ketika abses (nanah) sudah terbentuk, maka penanganan terbaik adalah dengan pengobatan dokter.
  3. Gangguan pada kulit. Dermatitis. merupakan iritasi kulit yang biasanya disebabkan oleh sabun, kain, parfum, atau reaksi alergi seperti lateks pada kondom. Gejala dapat berupa gatal yang parah, perih, dan nyeri. Pengobatan untuk kondisi ini adalah menghindari sumber atau penyebab iritasi dan menghentikan gatal sehingga kulit dapat menyembuhkan. Kompres es atau kompres dingin dapat mengurangi iritasi. Mengoleskan petroleum jelly dapat melindungi kulit. Obat-obatan medis seperti krim kortikosteroid dan antihistamin mungkin diperlukan untuk kasus yang parah.
  4. Herpes genital, salah satu penyakit menular seksual ini disebabkan oleh virus herpes simpleks. Gejala yang dapat dialami adalah adanya luka terbuka atau luka melepuh (seperti bentolan berisi cairan), adanya sensasi rasa perih atau gatal pada area kemaluan, keputihan yang tidak normal, nyeri saat berkemih.
  5. Kutil kelamin. Penyakit menular seksual yang  satu ini menyebabkan kutil muncul pada daerah yang terjangkit. Ukuran, bentuk, dan warna kutil dapat bervariasi. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, namun terasa gatal dan tidak nyaman.
  6. Penyakit kronis. Salah satu penyakit kronis yang terjadi pada bagian vulva adalah vulvodyna (nyeri pada vulva) dan vulvar vestibulitis (nyeri di bagian depan vagina yang diakibatkan tekanan tajam seperti duduk di jok sepeda).
  7. Kanker, beberapa kondisi yang mengarah pada penyakit kanker juga bisa menimbulkan masalah  labia mayora dan area sekitar vulva.
Untuk mencegah masalah yang terjadi pada labia mayora dan area vulva, Anda dapat melakukan langkah-langkah sederhana seperti menjaga vulva Anda bersih dengan membilasnya dengan air hangat, tidak memakai celana atau pakaian yang terlalu ketat. Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan hindari penggunaan cairan pembersih kewanitaan. Anda cukup membersihkan area kemaluan dengan air bersih, dan hindari menggunakan pembalut atau tampon yang mengandung pewangi atau memiliki lapisan plastik.

Ladies, jadi jangan anggap remeh gejala-gejala tersebut, ya! Jika terjadi beberapa perubahan di labia mayora atau area kulit vulva lainnya yang disertai gatal dan nyeri, segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.