Untuk mengurangi gejala infeksi herpes genital, dokter akan memberikan obat-obatan antivirus seperti asiklovir, famsiklovir, dan valasisklovir. Obat-obatan ini hanya berfungsi mencegah virus herpes simpleks agar tidak menggandakan diri, tapi tidak bisa menghilangkan virus dari tubuh secara sepenuhnya.

Jika gejala infeksi tidak terlalu parah, konsumsi obat antivirus mungkin tidak diperlukan.  Sebagai gantinya, dokter akan menyarankan pasien untuk meredakan gejala yang muncul dengan perawatan mandiri di rumah. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Bersihkan luka atau tukak agar tidak menjadi infeksi sekaligus mempercepat penyembuhan. Pembersihan ini bisa dengan menggunakan air biasa atau air garam.
  • Untuk meringankan rasa sakit, tutup luka dengan es batu yang dibalut dengan kain. Jangan menempelkan es secara langsung pada permukaan yang terluka.
  • Gunakan krim penghilang rasa sakit pada luka melepuh atau tukak. Selain itu perbanyaklah minum air mineral. Kedua hal ini bertujuan untuk memudahkan dan meringankan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Gunakan pakaian yang longgar untuk mengurangi rasa sakit pada area kulit yang mengalami luka lepuh.

Penanganan Herpes Genital pada Pengidap HIV

Herpes genital yang terlalu sering kambuh bisa disebabkan karena sistem kekebalan tubuh melemah. Hal ini menandakan bahwa jumlah antibodi yang dihasilkan tubuh untuk melawan infeksi berkurang. Alhasil, gejala herpes lebih sering terjadi dan tingkat keparahannya menjadi lebih serius.

Bagi yang sering mengalami infeksi herpes genital berulang dan memiliki rutinitas seksual kurang aman (berganti-ganti pasangan, tidak mengenakan kondom atau pengaman, melakukan hubungan seks anal), disarankan untuk melakukan tes HIV. Penderita HIV memiliki kekebalan tubuh yang jauh lebih lemah dibanding orang yang sehat, sehingga memerlukan penanganan khusus yang berbeda dengan penderita lainnya.

Dokter spesialis akan menangani herpes genital yang terjadi pada penderita HIV. Dokter umumnya akan memberikan antivirus dengan dosis yang lebih tinggi. Selain itu, banyak penderita HIV yang terjangkit oleh jenis HSV yang kebal terhadap obat-obat antivirus standar. Oleh karenanya, penderita mungkin akan diresepkan jenis antivirus yang lebih baru.