Terkadang virus HSV tidak menyebabkan gejala. Bagi yang baru pertama kali terinfeksi herpes, mungkin tidak akan menyadari adanya gejala-gejala tertentu. Akibatnya, mereka tidak tahu bahwa dirinya telah terinfeksi virus herpes. Gejala-gejala herpes genital bisa berupa:

  • Luka yang terbuka dan terlihat merah tanpa disertai rasa sakit, gatal, atau geli.
  • Sensasi rasa sakit, gatal, atau geli di sekitar daerah genital atau daerah anal.
  • Luka melepuh yang kemudian pecah dan terbuka di sekitar genital, rektum, paha, dan bokong.
  • Merasakan sakit saat membuang air kecil.
  • Sakit punggung bawah.
  • Mengalami gejala-gejala flu seperti demam, kehilangan nafsu makan, dan kelelahan.
  • Luka terbuka atau melepuh pada leher rahim.
  • Adanya cairan yang keluar dari vagina.

Virus HSV bisa menjadi laten atau tidak aktif di dalam tubuh selama beberapa waktu. Namun virus ini bisa kembali aktif dan memicu timbulnya gejala herpes genital. Dengan kata lain, setelah gejala dari infeksi pertama menghilang, bukan berarti virus juga menghilang dari tubuh kita. Virus itu kemungkinan masih mengendap di dalam tubuh.

Ketika pertama kali terinfeksi, tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi. Hal itu membuat tubuh bisa mengenali virus dan menyusun kekuatan yang dibutuhkan untuk melawan HSV secara lebih efektif. Maka dari itu, infeksi atau gejala kambuhan yang terjadi tidak akan separah infeksi pertama. Frekuensinya akan berkurang dan gejalanya akan lebih cepat hilang.