Herpes genital dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama bila tidak ditangani dengan baik atau sering kambuh. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat herpes kelamin:

1. Penyakit menular seksual lain

Penderita herpes genital berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual lain, seperti HIV. Risiko penularan akan semakin meningkat apabila melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.

2. Proktitis (radang rektum)

Herpes genital dapat menyebabkan peradangan pada dinding bagian akhir usus besar (rektum). Komplikasi ini lebih sering terjadi pada orang yang melakukan hubungan seksual melalui anus (anal).

3. Meningitis

Dalam kasus yang jarang, virus Herpes simplex (HSV) dapat menyebar ke sistem saraf pusat dan menyebabkan peradangan pada selaput otak serta saraf tulang belakang (meningitis).

4. Gangguan pada saluran kemih

Luka akibat herpes genital dapat menimbulkan peradangan di area kandung kemih dan sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan penyempitan atau bahkan penyumbatan pada saluran kencing (uretra), sehingga penderitanya mengalami kesulitan buang air kecil.

5. Infeksi pada bayi baru lahir

Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan herpes genital berisiko tertular virus HSV saat proses persalinan. Infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi, seperti kerusakan otak, kebutaan, hingga kematian setelah lahir.

Untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi herpes genital, penting untuk segera mencari saran medis ketika muncul gejala herpes kelamin. Sebagai langkah awal, Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendiskusikan keluhan yang dialami dan memperoleh arahan penanganan yang sesuai.

Namun, apabila gejala disertai luka lepuh yang luas dan nyeri hebat, demam tinggi, kesulitan buang air kecil, atau terjadi pada ibu hamil, sebaiknya segera memeriksakan diri langsung ke dokter.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi herpes genital dapat ditekan dan kualitas hidup penderita tetap terjaga dalam jangka panjang.