Komplikasi yang mungkin bisa terjadi bersamaan dengan herpes genital umumnya berupa penyakit infeksi menular seksual, inflamasi, infeksi pada bayi, dan gangguan pada kandung kemih. Selengkapnya akan dijelaskan di bawah ini:

Infeksi Menular Seksual Lainnya

Penderita herpes genital dengan luka terbuka memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebarkan atau tertular penyakit seksual lainnya, terutama jika berhubungan seksual tanpa pengaman. Penularan paling parah adalah terjadinya komplikasi berupa HIV/AIDS.

Inflamasi atau Peradangan

Pada beberapa kasus, herpes genital bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan di saluran kemih. Pembengkakan yang terjadi bisa menutup jalur uretra selama beberapa hari. Dalam kasus ini, kateter harus dimasukkan untuk menyedot isi kandung kemih.

Selain pada uretra, peradangan juga bisa terjadi pada bagian rektal. Inflamasi pada dinding rektum ini lebih sering terjadi pada pria yang berhubungan seksual dengan pria lainnya. Pada kasus yang sangat langka, virus herpes simpleks juga bisa mengakibatkan meningitis atau radang pada selaput otak.

Pada Masa Kehamilan

Virus herpes simpleks atau HSV bisa menimbulkan masalah kehamilan. Virus ini bisa ditularkan kepada bayi saat melahirkan. Jika infeksi HSV terjadi sebelum kehamilan, kemungkinan penularan pada sang bayi sangatlah kecil.

Pada beberapa bulan terakhir di masa kehamilan, sang ibu akan melepaskan banyak antibodi pelindung kepada bayinya. Antibodi inilah yang akan melindungi sang bayi dari berbagai mikroorganisme termasuk HSV. Antibodi ini dapat bertahan pada saat melahirkan hingga beberapa bulan setelahnya.

Jika gejala herpes kembali muncul, obat asiklovir mungkin perlu dikonsumsi. Tanyakan kepada dokter kandungan tentang penanganan yang Anda bisa dapatkan, termasuk di dalamnya dosis dan aturan pakai obat tersebut.

Jika Anda mengalami infeksi pertama pada awal 3-6 bulan masa kehamilan, maka risiko infeksi menular pada bayi akan meningkat, begitu juga dengan risiko keguguran. Oleh karena itu, asiklovir mungkin perlu dikonsumsi.

Virus herpes bisa menular saat proses persalinan. Jika infeksi pertama terjadi di atas 6 bulan usia kehamilan, risiko penularan infeksi pada bayi sangat tinggi. Hal ini terjadi karena tubuh sang ibu memerlukan waktu untuk menghasilkan antibodi sebelum sang bayi dilahirkan. Untuk menghindarinya, perlu dilakukan operasi caesar. Kelahiran normal akan membuat risiko penularan infeksi pada bayi meningkat 40 persen lebih tinggi.

Infeksi pada Bayi dalam Proses Persalinan

Bagi bayi yang terinfeksi HSV pada saat proses persalinan, infeksi yang terjadi bisa sangat berbahaya dan terkadang mematikan. Kondisi ini dikenal sebagai neonatal herpes. Herpes yang terjadi pada saat melahirkan ini dapat berdampak buruk kepada organ tubuh seperti pada mata, mulut, dan kulit. Selain itu, otak dan sistem saraf lainnya juga bisa terkena dampak dari infeksi ini. Pada kasus neonatal herpes yang parah, berbagai organ tubuh lainnya seperti paru-paru dan hati juga bisa terserang hingga dapat menyebabkan kematian.