Memahami Anak Obesitas dan Risikonya

Lucu! Ya, itulah kata pertama yang ada di kepala Anda saat melihat anak-anak bertubuh gemuk dan memiliki pipi yang chubby. Namun, hati-hati, ya. Tubuh yang gembul dan subur, bisa saja menjadi indikasi terjadinya obesitas pada anak.

Melihat anak-anak bertubuh gempal nan menggemaskan, membuat orang dewasa rasanya ingin segera mencium dan mencubitnya, bukan? Biasanya, para orang tua sering beranggapan bahwa anak yang bertubuh subur adalah anak yang sehat, karena suka makan. Meskipun demikian, Anda jangan senang dulu. Anak yang memiliki tubuh terlalu gemuk bisa saja terkena obesitas, dan beberapa penyakit berbahaya seperti kolesterol tinggi, diabetes, tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung siap mengintai buah hati Anda kapan saja.

obesity in children

Lemak Berlebih Bisa Menyebabkan Anak Obesitas

Lemak tubuh memiliki peranan yang penting, seperti untuk menyimpan energi, mengatur suhu tubuh, menahan guncangan, dan berbagai fungsi lainnya. Namun, berlebihnya jumlah lemak pada tubuh anak Anda dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

Banyak orang mengira bahwa obesitas dengan kelebihan berat badan (overweight) memiliki arti yang sama. Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda. Obesitas adalah suatu kondisi kronis yang berkaitan dengan kelebihan jumlah lemak dalam tubuh. Sedangkan kelebihan berat badan memiliki arti yakni kondisi di mana berat badan seseorang melampaui batas dari berat badan normal. Berat tersebut dapat berasal dari otot, tulang, lemak, dan air di dalam tubuh seseorang.

Anak obesitas disebabkan oleh berbagai alasan, seperti karena adanya ketidakseimbangan energi antara kalori yang masuk dengan yang dikeluarkan. Hal tersebut berawal dari mengonsumsi makanan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik pada anak. Selain itu, faktor genetik, hormon, stres, adanya masalah dalam keluarga, serta rasa bosan yang melanda, dapat membuat anak cenderung makan berlebih.

Obesitas Pada Anak Membahayakan Kesehatannya

Obesitas yang terjadi pada anak-anak jelas sangat berbahaya. Pasalnya, lemak berlebih yang ada pada tubuh anak dapat mengundang beragam penyakit yang mengganggu kesehatannya.

Kelebihan jumlah lemak ini tak hanya berdampak pada kesehatan fisik buah hati Anda saja, namun juga psikisnya. Keadaan tersebut bisa membuatnya menjadi kurang percaya diri karena memiliki ukuran tubuh yang berbeda, cenderung mengalami depresi, memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibanding anak lainnya, serta menjadikannya sebagai korban bullying atau bahan ejekan oleh teman-temannya, bahkan dapat terjadi depresi. Dan biasanya, anak-anak yang mengalami obesitas akan tetap mengalaminya ketika dewasa nanti, khususnya jika salah satu orang tua dari mereka juga mengalami obesitas.

Namun, tidak semua anak yang terlihat gemuk dan berbadan besar pasti terkena obesitas ya. Karena tahap perkembangan setiap anak itu berbeda-beda, dan Anda tidak bisa menduga anak Anda mengalami obesitas hanya dari melihat tubuhnya saja. Untuk mengetahui apakah anak Anda mengalami obesitas atau tidak, segera konsultasikan pada dokter. Dokter Anda akan menghitung indeks massa tubuh (IMT) buah hati Anda, yakni perhitungan antara tinggi dan berat badan anak.

Jika IMT anak antara 85 dan 94 persen, maka anak tersebut mengalami kelebihan berat badan atau overweight. Sedangkan jika IMT 95 persen atau lebih, maka anak sudah mengalami obesitas. Namun, dokter Anda tidak hanya terpaku pada jumlah IMT saja, dokter pun akan memperhatikan bagaimana kebiasaan makan anak, kesehatannya, kegiatannya, serta riwayat kesehatan keluarga terutama riwayat obesitas.

Untuk menjaga agar anak terhindar dari obesitas, terapkan beberapa cara ini. Di antaranya dengan cara memilih sayuran dan buah-buahan ketika berbelanja makanan, batasi makanan cepat saji dan minuman manis, serta sajikan makanan sesuai porsi yang tepat (agar buah hati Anda tidak berlebihan saat makan). Selain itu, Anda bisa mengajak buah hati Anda untuk melakukan kegiatan fisik bersama-sama dengan Anda.

Jika Anda memiliki anak yang bertubuh gemuk, tidak ada salahnya untuk mengeceknya ke dokter. Konsultasikan segera pada dokter dan anak obesitas bisa mendapatkan penanganan dan perubahan gaya hidup yang tepat.