Tak sedikit orang yang merasa bahwa makanan sehat untuk diet sering kali kurang menggugah selera. Padahal, ada banyak jenis makanan sehat untuk diet yang terasa lezat, tetapi tetap bergizi dan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Guna memperoleh berat badan ideal yang stabil dan tahan lama, Anda tidak disarankan melakukan diet dengan cara mengurangi asupan kalori secara berlebihan. Idealnya, diet sehat dilakukan dengan mengurangi sekitar 500 kalori dari kebutuhan kalori harian tubuh.

5 Makanan Sehat untuk Diet yang Lezat dan Bergizi - Alodokter

Tak hanya itu, makanan diet yang Anda konsumsi juga harus mengandung ragam nutrisi dasar yang diperlukan oleh tubuh untuk tetap berfungsi dengan baik.

Berbagai Macam Makanan Sehat untuk Diet

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang tak hanya sehat, tetapi juga terasa lezat untuk dikonsumsi selama Anda melakukan diet:

1. Buah dan sayuran

Buah dan sayuran, terutama yang memiliki kadar air dan serat tinggi, seperti stroberi, semangka, timun, dan selada, dapat membuat Anda lebih cepat kenyang, sehingga baik dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya pun baik untuk memenuhi asupan nutrisi tubuh.

Agar terasa lebih lezat dan tidak membosankan, Anda bisa menambahkan sayur dan buah ke dalam makanan favorit atau mencampurkannya dengan makanan sehat lain yang juga baik untuk diet, seperti yoghurt dan keju cottage yang rendah lemak.

2. Ikan

Ikan merupakan makanan yang kaya akan kandungan nutrisi, mulai dari protein, asam lemak omega-3, hingga vitamin serta mineral, seperti vitamin D dan selenium. Kombinasi nutrisi ini membuat ikan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk menurunkan berat badan.

Meski demikian, Anda sebaiknya membatasi konsumsi ikan dengan kandungan merkuri tinggi, seperti ikan tuna dan ikan tongkol, sebanyak 150–300 gram setiap minggunya.

Sebagai alternatif, Anda juga dapat memilih ikan yang rendah merkuri, seperti ikan salmon dan ikan sarden, atau makanan sumber protein lainnya, seperti unggas, telur, dan daging tanpa lemak.

3. Kacang-kacangan

Salah satu tantangan yang umumnya sulit dilakukan saat diet adalah menghindari konsumsi camilan kurang sehat, seperti gorengan, permen, dan es krim. Tak hanya menggagalkan rencana diet, konsumsi camilan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Jika Anda merasa lapar dan ingin ngemil, coba pilih camilan yang sehat, seperti kacang almond, kacang mete, dan kacang kenari. Berbagai jenis kacang ini mengandung serat dan protein yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga dorongan untuk ngemil pun berkurang.

4. Cokelat hitam

Selain kacang-kacangan, Anda juga bisa memilih cokelat hitam sebagai camilan diet yang menyehatkan. Cokelat hitam mampu meredam nafsu makan berlebih dengan cara mengurangi produksi hormon ghrelin, yaitu hormon penyebab munculnya rasa lapar.

Meski demikian, cokelat hitam sebaiknya tidak dikonsumsi secara belebihan. Pasalnya, meski tergolong lebih sehat dan dapat dikonsumsi sebagai camilan untuk diet, cokelat hitam memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi.

5. Teh hijau

Beberapa penelitian membuktikan bahwa teh hijau mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak menjadi lebih cepat.

Namun, Anda sebaiknya tidak minum teh hijau secara berlebihan. Hal ini karena kandungan kafein di dalam teh hijau dapat menyebabkan insomnia, sakit kepala, dan dada berdebar saat diminum secara berlebih.

Selain berbagai jenis makanan di atas, Anda juga dapat mengonsumsi makanan dan minuman sehat lainnya, seperti biji-bijian utuh, beras coklat, roti gandum, dan susu rendah lemak.

Tak hanya menjalankan pola makan sehat, Anda juga perlu rutin berolahraga, setidaknya 30 menit setiap hari atau 150 menit setiap minggu saat melakukan diet. Olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih banyak kalori.

Beragam makanan sehat untuk diet di atas memang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Namun, jika Anda merasa tidak ada perubahan atau memiliki kondisi medis tertentu, konsultasikan ke dokter untuk menentukan jenis diet yang sesuai kondisi Anda.