Memilih Alat Kontrasepsi

Merencanakan keluarga sejahtera dengan mengatur jarak kehamilan dapat dimulai dengan memilih dan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat.

Kontrasepsi adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Ada berbagai jenis kontrasepsi, masing-masing dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing. Mempelajari semua jenisnya membuat Anda dapat menentukan mana yang paling tepat untuk Anda.

Memilih Alat Kontrasepsi, LP

 

Cara alami

Keluarga berencana secara alami dilakukan dengan menghindari hubungan seksual saat wanita sedang dalam masa paling subur. Mendeteksi masa subur dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti perhitungan kalender, memeriksa suhu tubuh, serta perubahan cairan vagina.

Kelebihan: tidak butuh biaya, alat, maupun obat apa pun.

Kekurangan:

  • Membatasi hubungan seksual yang dilakukan secara spontan.
  • Kesalahan perhitungan dapat mengakibatkan seperempat orang yang menerapkan cara ini mengalami kehamilan.
Pil KB

Merupakan alat kontrasepsi yang paling umum digunakan dan mengandung hormon progestin dan estrogen untuk mencegah ovulasi. Pil ini dikenal dalam dua jenis utama, dari yang mengandung progesteron saja dan pil kombinasi.

Kelebihan:

  • Sangat efektif. Tingkat kegagalan hanya 8%.
  • Melancarkan haid dan mengurangi kram saat haid, dapat juga menghentikan haid, tergantung jenisnya.
Kekurangan:
  • Tidak melindungi pengguna dari penyakit menular seksual.
  • Dapat mendatangkan risiko seperti meningkatnya tekanan darah, pembekuan darah, bercak darah, dan payudara mengeras.
  • Beberapa wanita dianjurkan tidak mengonsumsi pil KB, misalnya: yang memiliki riwayat penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, gangguan hati, kanker payudara atau rahim, migrain, hingga tekanan darah tinggi.
Kondom pria

Kondom pria mencegah kehamilan dengan menghalangi masuknya sperma ke dalam tubuh wanita.

Kelebihan:

  • Tidak mahal.
  • Melindungi pengguna dari sebagian besar penyakit menular seksual.
  • Mudah didapatkan.
Kekurangan:
  • Tingkat kegagalan mencapai 15%, terutama jika kondom tidak digunakan dengan tepat.
  • Sekali pakai.
Suntik KB

Suntikan ini mengandung hormon yang bekerja selama tiga bulan mencegah kehamilan.

Kelebihan:

  • Lebih efektif dari pil KB, dengan tingkat kegagalan 3%.
  • Hanya disuntikkan 4 kali setahun.
Kekurangan:
  • Relatif mahal.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan efek samping seperti bercak darah.
  • Beberapa wanita tidak dianjurkan menggunakan alat kontrasepsi ini dalam beberapa kondisi, misalnya: memiliki riwayat migrain, diabetes, sirosis hati, maupun stroke dan serangan jantung. Selain itu, tidak disarankan juga untuk wanita yang ingin mempertahankan haid secara rutin.
Implan

Kontrasepsi ini berupa benda kecil seukuran dan berbentuk seperti batang korek api yang dimasukkan ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan bagian atas. Implan ini secara perlahan  mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun.

Kelebihan:

  • Sangat efektif dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%.
  • Dapat bertahan hingga 3 tahun.
Kekurangan:
  • Relatif mahal.
  • Dapat menyebabkan efek samping seperti haid tidak teratur.
  • Dapat menyebabkan memar dan bengkak di awal pemasangan.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
IUD

IUD adalah singkatan dari intrauterine device. IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada dua jenis utama IUD:

  • IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, dapat bertahan hingga 10 tahun.
  • IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, perlu diganti tiap 5 tahun sekali.
Kelebihan:
  • Tidak memerlukan perawatan rumit.
  • Tahan lama.
Kekurangan:
  • ParaGard dapat menyebabkan haid tidak lancar.
  • Dapat lepas.
  • Dapat menyebabkan efek samping.
  • Biaya mahal di awal.
Kondom wanita

Kondom wanita berbentuk plastik yang menyelubungi vagina. Terdapat cincin plastik di ujungnya yang berperan untuk menyesuaikan posisi. Kondom wanita ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria.

Kelebihan:

Kekurangan:
  • Kurang efektif dibanding kondom pria.
  • Dapat menimbulkan bunyi yang mengganggu.
  • Sekali pakai.
  • Tingkat kegagalan 21%.
Spermisida

Spermisida adalah produk yang diaplikasikan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Produk yang berbentuk jeli, krim, membran, atau pun busa ini mengandung bahan kimia yang dapat membunuh sperma.

Kelebihan: tidak mahal dan mudah digunakan.

Kekurangan:

  • Beberapa jenis perlu diaplikasikan 30 menit sebelum berhubungan seksual.
  • Jika terlalu sering digunakan, dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi penyakit seksual menular.
  • Umumnya perlu digunakan bersamaan dengan alat kontrasepsi lain.
  • Tingkat kegagalan sekitar 29%.
Diafragma

Diafragma terbuat dari karet berbentuk kubah yang ditempatkan pada mulut rahim sebelum berhubungan seksual. Biasanya digunakan bersama dengan spermisida.

Kelebihan: tidak mahal.

Kekurangan:

  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Tingkat kegagalan 16%, terutama jika tidak dikenakan dengan tepat.
  • Pemasangan harus dilakukan dokter.
  • Harus dilepas saat haid.
Cervical Cap

Berbentuk seperti diafragma, tapi dengan ukuran lebih kecil. Alat yang digunakan bersama dengan spermisida ini ditempatkan untuk menutup jalan masuk ke rahim.

Kelebihan: tidak mahal dan dapat digunakan hingga 2 hari.

Kekurangan:

  • Tingkat kegagalan 30% pada wanita yang sudah memiliki anak, dan 15% bagi yang belum memiliki anak.
  • Pemasangan harus dilakukan dokter.
  • Harus dilepas saat haid.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Koyo Ortho Evra

Koyo ini ditempelkan pada kulit dan diganti seminggu sekali selama tiga minggu. Koyo harus dilepas pada minggu keempat. Koyo bekerja dengan melepaskan hormon yang sama efektifnya dengan yang terdapat dalam pil KB.

Kelebihan:

  • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil.
  • Melancarkan haid dan meminimalkan kram saat haid.
Kekurangan:
  • Relatif mahal.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan efek samping yang serupa dengan efek samping pil KB.
Cincin vagina

Cincin vagina atau NuvaRing berupa cincin plastik yang digunakan di dalam vagina. Cincin plastik ini berfungsi melepaskan hormon yang sama seperti pil KB.

Kelebihan:

  • Hanya perlu diganti sebulan sekali.
  • Melancarkan haid.
Kekurangan:
  • Relatif mahal.
  • Dapat menyebabkan iritasi dan efek samping.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Penarikan

Kehamilan dapat dicegah secara alami dengan menarik penis keluar sebelum terjadi ejakulasi.

Kelebihan:

  • Tidak membutuhkan biaya, alat, ataupun hormon.
  • Tingkat kegagalan 4%.
Kekurangan:
  • Kadang tidak dapat dilakukan dengan tepat.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual.
Alat-alat kontrasepsi di atas semua nya bersifat sementara. Selain cara di atas, ada metode kontrasepsi yang bersifat  permanen yang disebut vasektomi. Pada cara ini, saluran vas deferens yang membawa sperma dari testis akan ditutup sehingga sperma tidak dapat dilepaskan. Meski memerlukan operasi, tapi cara ini hampir 100% efektif.

Pada umumnya, setelah mencermati berbagai pilihan alat kontrasepsi, memilih yang sesuai dan disiplin serta patuh mengikuti petunjuk penggunaan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan alat ini dalam mencegah kehamilan.