Ada berbagai cara untuk mencegah kehamilan dengan alat kontrasepsi seperti menggunakan kondom, pil KB, suntik KB, dan IUD (KB spiral). Namun jika berniat mencegah kehamilan secara permanen, KB steril cocok untuk Anda yang sudah tidak ingin memiliki keturunan.

Sterilisasi merupakan metode paling efektif dalam mencegah kehamilan secara permanen. Ada dua jenis KB steril untuk wanita yang bisa Anda pilih, yakni implan tuba (non-operasi) dan ligasi tuba (operasi). Sedangkan untuk pria, bisa melakukan prosedur vasektomi.

Cegah Kehamilan Secara Permanen dengan KB Steril - Alodokter

Implan Tuba

Implan tuba merupakan metode KB steril tanpa operasi yang dilakukan dengan cara memasukkan dua logam kecil (essure) ke tuba falopi (saluran keluar sel telur) melalui vagina dan serviks. Masing-masing tuba falopi diisi oleh satu logam.

Alat ini akan mengiritasi lapisan dalam tuba falopi dan meninggalkan bekas luka (jaringan parut). Bekas luka ini lama-kelamaan dapat menutup tuba falopi dan mencegah sperma masuk untuk membuahi telur. Tuba falopi dapat menutup dengan sempurna setelah tiga bulan pasca prosedur dilakukan. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memakai alat kontrasepsi lain seperti kondom atau pil KB selama proses penebalan luka berlangsung.

Menurut penelitian, tingkat efektivitas implan tuba dalam mencegah kehamilan mencapai 99,8 persen. Metode ini memiliki kemungkinan efek samping, seperti mual, muntah, kram, pusing, perdarahan, atau keluar darah (flek). Akan tetapi, kebanyakan wanita sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal setelah prosedur selesai dijalani.

Ligasi Tuba

Ligasi tuba dilakukan melalui prosedur operasi, yaitu dengan cara mengikat (menutup) tuba falopi untuk mencegah telur masuk ke rongga rahim, sehingga menyebabkan kemandulan permanen. Metode ini juga akan menutup jalan masuknya sperma ke tuba falopi.

Proses penutupan tuba falopi dilakukan dengan cara menggembungkan perut memakai gas. Setelahnya, dokter akan membuat sayatan kecil untuk menjangkau tuba falopi. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk menutup tuba falopi, yaitu memotong dan melipat/mengikatnya, mengangkat sebagian tuba, atau memblokir saluran tuba falopi dengan perangkat medis.

Usai menjalani prosedur ligasi tuba, berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan:

  • Dianjurkan untuk beristirahat selama beberapa hari atau setidaknya satu hari, sebelum kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Aktivitas Anda sudah bisa berjalan normal sekitar seminggu setelah prosedur selesai dijalani.
  • Anda sudah dapat mandi kurang lebih 1 atau 2 hari setelah operasi. Tapi ingat, hindari menggosok atau menekan area sayatan selama seminggu.
  • Biasanya Anda sudah bisa berhubungan seksual setelah luka mulai sembuh dan Anda sudah mulai merasa nyaman. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter, karena pemulihan pasca operasi pada setiap orang berbeda-beda.
  • Vagina Anda mungkin akan mengeluarkan darah.
  • Perut Anda mungkin akan membengkak akibat gas yang digunakan untuk menggembungkan perut. Hal ini dapat hilang dengan sendirinya selama sehari atau lebih.
  • Mungkin punggung atau bahu Anda terasa sakit akibat gas yang ada di perut. Tapi hal ini bisa hilang setelah tubuh menyerap gas tersebut.

Vasektomi

Vasektomi merupakan prosedur operasi untuk memotong atau mengikat saluran sperma, untuk mencegah kehamilan. Prosedur ini bertujuan untuk menghentikan sperma masuk ke dalam air mani pria. Ini artinya, ketika pria mengalami ejakulasi, air mani tidak memiliki sperma di dalamnya dan sel telur wanita tidak dapat dibuahi.

Vasektomi hampir sepenuhnya efektif mencegah kehamilan. Meski demikian, vasektomi tidak berdampak pada kehidupan seksual, seperti kemampuan ereksi, ejakulasi, dan volume air mani. Vasektomi juga tidak berpengaruh pada produksi hormon testosteron, hormon yang bertanggung jawab dalam gairah seks, kedalaman suara pria, pertumbuhan janggut, dan ciri-ciri maskulin lainnya. Biasanya dibutuhkan waktu 2 hingga 4 bulan pasca vasektomi sampai air mani sama sekali tidak mengandung sperma. Karenanya, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan alat kontrasepsi lain sebelum efek KB vasektomi ini optimal.

Yang Perlu Diketahui sebelum Melakukan KB Steril

Sebelum menjalani prosedur ini, ada baiknya Anda mengetahui sisi positif dan negatif KB steril, yaitu:

  • Sisi positif
    Selain efektif dan permanen dalam mencegah kehamilan, KB steril tidak memengaruhi hormon Anda. Siklus menstruasi dan hasrat bercinta Anda juga tidak terpengaruh akibat KB steril. Anda pun mungkin bisa lebih rileks dan leluasa saat berhubungan seksual karena tidak perlu takut pada kehamilan.
  • Sisi negatif
    KB steril memang paling efektif dalam mencegah kehamilan. Meski demikian, kesempatan untuk hamil tetap ada (meski jarang sekali terjadi). Kehamilan mungkin dapat terjadi ketika Anda ternyata sedang hamil saat prosedur dilakukan, atau bila operasi atau pemasangan implan tuba tidak dilakukan dengan baik. Jika kehamilan terjadi, risiko Anda untuk mengalami kehamilan ektopik akan lebih tinggi.
    Prosedur ini tidak mencegah Anda terkena penyakit menular seksual. Anda dianjurkan untuk memakai kondom untuk menghindari tertularnya penyakit tersebut.

Ingat, KB steril adalah metode pencegahan kehamilan yang sifatnya permanen. Setelah menjalani prosedur ini, Anda tidak bisa lagi memiliki keturunan. Sebagian wanita yang menjalani KB steril dapat saja menyesal, karena mungkin terjadi suatu hal yang membuat mereka ingin memiliki anak lagi.

Prosedur KB steril, khususnya ligasi tuba, memang bisa dipulihkan seperti semula. Namun jangan terlalu berharap, karena tingkat keberhasilan Anda memiliki momongan akan sangat rendah. Perbaikan tuba falopi tidak bisa dilakukan, jika Anda menjalani tuba implan.

Pertimbangkan sematang mungkin sebelum menjalani KB steril. Komunikasikan dengan pasangan dan pastikan Anda sudah tidak lagi berencana memiliki anak biologis di kemudian hari. Jika bingung menentukan pilihan alat kontrasepsi yang tepat, Anda dapat berkonsultasi ke dokter kandungan.