Testosterone adalah preparat hormon yang digunakan untuk mengatasi rendahnya kadar hormon testoterone di dalam tubuh. Preparat testosterone tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan suntikan. Preparat testosterone harus digunakan sesuai dengan resep dokter.

Testosterone merupakan hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh. Testosteron dikenal sebagai hormon pria (hormon androgen). Namun, tubuh wanita juga sebenarnya memproduksi hormon ini, meski dalam jumlah sedikit.

TESTOSTERONE-Alodokter
Testosterone memiliki beberapa fungsi, di antaranya:

  • Membantu perkembangan organ kelamin dan mengubah suara jadi lebih berat.
  • Membantu produksi sperma.
  • Menjaga kesuburan.
  • Mempertahankan gairah seksual.
  • Mendorong pertumbuhan rambut pada wajah dan tubuh.
  • Membantu tubuh membakar lemak dengan lebih efektif.
  • Meningkatkan massa otot.
  • Membantu produksi sel darah merah.
  • Memelihara kepadatan tulang dan diduga dapat menjaga kesehatan jantung.

Terapi hormon testosterone diperlukan saat tubuh tidak memproduksi hormon testosterone secara cukup. Pada pria, kekurangan testosterone dapat menyebabkan gangguan kesuburan, gangguan ereksi, serta terhambatnya pubertas dan pertumbuhan organ reproduksi.

Merek dagang testosterone: Nebido, Sustanon 250, dan Andriol Testocaps.

Apa Itu Testosterone?

Golongan Kelompok androgen
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi kekurangan hormon testosterone, misalnya pada penderita hipogonadisme.
Digunakan oleh Pria dewasa dan anak laki-laki
Bentuk obat Tablet, kapsul, suntikan, dan transdermal patch (tempelan berbentuk koyo untuk kulit)
Testosteron untuk ibu hamil dan menyusui Kategori X: Studi pada binatang percobaan dan manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas terhadap janin atau adanya risiko terhadap janin. Obat dalam kategori ini dikontraindikasikan pada wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.Testosterone dapat diserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Peringatan Sebelum Menggunakan Testosterone

  • Jangan menggunakan preparat testosterone jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan ginjal, jantung, dan hati, serta memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti hipertensi, diabetes, epilepsi, migrain, kanker, trombofilia, dan sleep apnea.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau akan menjalani pemeriksaan medis tertentu. Hal itu karena penggunaan testosterone dapat memengaruhi hasil tes, misalnya tes antidoping.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat pengencer darah, suplemen, dan obat herbal.
  • Jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah menggunakan testosteron, segera temui dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Testosterone

Testosteron hanya diberikan oleh dokter. Dosis akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat keparahan kekurangan testosteron, dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan.

Untuk mengatasi hipogonadisme pada pria dewasa, dosisnya secara umum adalah sebagai berikut:

Bentuk obat: Obat minum

  • Dosis awal: 120-160 mg testosterone undecylenate ester per hari.
  • Dosis lanjutan: 40-120 mg testosterone undecylenate ester per hari.

Bentuk obat: Suntikan otot (intramuskuler/IM)

  • Dosis testosterone sipionat: 50-400 mg setiap 2-4 minggu.
  • Dosis testosterone enantat: 50-400 mg setiap 2-4 minggu.

Bentuk obat: Implan bawah kulit (subkutan/SC)

  • Dosis Implan subkutan: 100-600 mg.

Bentuk obat: Transdermal patch

  • Dosis: 2,5-7,5 mg per hari atau tergantung pada jenis patch.

Untuk anak-anak, dokter akan menentukan dosis testosterone sesuai kondisi anak.

Cara Menggunakan Testosterone dengan Benar

Anda juga harus membaca informasi pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam menggunakan testosterone. Pastikan untuk selalu mencuci dan mengeringkan tangan sebelum menggunakan testosterone.

Tablet dan kapsul testosterone sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan dan ditelan bulat-bulat, sedangkan suntikan testosteron akan diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Testosterone bentuk transdermal patch bisa ditempelkan di punggung, perut, paha atau lengan bagian atas. Jangan menempelkannya pada area kelamin, area kulit yang mengalami luka atau iritasi, dan area kulit yang berambut. Tunggu 3 jam hingga obat terserap sempurna barulah patch boleh dilepaskan.

Selama menggunakan testosterone, periksakan diri ke dokter secara rutin agar kadar hormon dan kondisi Anda bisa dipantau. Jika lupa menggunakan testosterone, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpan testosterone pada suhu ruangan, di tempat yang terhindar dari panas, lembap, dan paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Testosterone dengan Obat Lain

Interaksi yang dapat timbul akibat penggunaan testosterone dengan obat lain meliputi:

Efek Samping dan Bahaya Testosterone

Beberapa efek samping yang umum terjadi saat menggunakan preparat testosterone adalah:

  • Sakit kepala dan pusing
  • Perubahan suasana hati
  • Mual
  • Sakit perut
  • Perubahan hasil tes darah
  • Susah buang air kecil
  • Tekanan darah naik
  • Tangan atau kaki membengkak
  • Rambut yang tumbuh berlebihan
  • Berat badan naik
  • Payudara membesar

Penggunaan preparat testosterone juga bisa menimbulkan overdosis. Gejalanya adalah sebagai berikut:

  • Penglihatan kabur
  • Buta sesaat
  • Salah satu sisi tangan atau kaki secara mendadak terasa lemah
  • Sakit kepala yang semakin memberat
  • Bicaranya tiba-tiba menjadi cadel atau menjadi sangat sulit berbicara
  • Kejang

Segera ke dokter atau IGD jika Anda mengalami gejala di atas atau mengalami reaksi alergi obat, seperti munculnya ruam kulit yang gatal, pembengkakan pada bibir dan mata, serta kesulitan bernapas.