Mengenali Anatomi Vagina

Bentuk dan karakteristik vagina berbeda-beda dan unik pada tiap orang, sehingga vagina yang berbeda belum tentu bisa disebut tidak normal.  Beberapa orang memiliki vagina dengan ukuran kecil dan berbentuk oval. Sementara sebagian lain memiliki vagina berbentuk tabung dan lebih besar.

Vagina adalah saluran elastis dengan panjang kurang lebih 8 sentimeter yang menghubungkan rahim dengan area luar tubuh.  Dengan lapisan yang lembut dan fleksibel yang dapat memproduksi pelumas dan sensasi tertentu, vagina menjadi ruang masuk penis selama berhubungan seksual. Namun dalam proses persalinan, dinding saluran yang sangat elastis ini dapat mengembang dan menjadi jalan keluarnya bayi. Selain itu, vagina juga menjadi saluran keluarnya darah menstruasi.

Mengenali Anatomi Vagina, Alodokter

Jalan masuk ke vagina disebut vulva. Vulva adalah bagian eksternal dari organ kewanitaan yang meliputi bukaan vagina, bibir vagina atau labia dan klitoris yang terletak pada bagian terluar vagina. Labia atau bibir vagina pun berbeda antara satu wanita dengan wanita lain. Pada beberapa kasus yang sangat jarang, bibir vagina yang terlalu besar dapat memengaruhi kenyamanan wanita saat duduk. Sementara yang disebut selaput dara adalah lapisan membran yang melingkupi dan menyempitkan bukaan vagina. Selaput ini dapat robek karena aktivitas fisik atau akibat berhubungan seksual.

Selain bentuk, warna vagina pada satu orang pun berbeda dengan orang lain, dari yang berwarna merah mudah hingga merah kecokelatan.

Perubahan Alami Vagina

Seiring waktu dan peristiwa, vagina mengalami perubahan. Setelah melahirkan, vagina umumnya akan terasa kering dan lebih longgar.

Vagina lebih longgar

Vagina yang tidak lagi sempit adalah hal wajar karena vagina telah menjadi jalan keluarnya bayi. Selain itu bisa jadi perineum atau dinding di antara vagina dan anus robek atau disayat agar bayi dapat lebih mudah keluar. Proses penyayatan ini disebut episiotomi.

Ukuran vagina yang melebar kemungkinan tidak akan kembali ke ukuran sebelum proses persalinan. Namun senam Kegel (pelvic floor exercise) dapat dijalankan untuk menguatkan otot vagina sehingga terasa lebih kencang.

Vagina kering

Turunnya kadar estrogen selama masa menyusui dapat menyebabkan vagina menjadi lebih kering dibandingkan masa sebelum persalinan. Masalah ini akan mereda setelah masa menstruasi Anda kembali normal. Jika vagina kering menjadi masalah saat berhubungan seksual, Anda dapat menggunakan bantuan pelumas yang dijual bebas di apotek.

Perineum nyeri

Lapisan perineum di antara vagina dan anus yang robek atau disayat saat proses persalinan umumnya menimbulkan rasa nyeri hingga sekitar tiga bulan setelahnya. Menjaga agar area tersebut tetap bersih dengan mandi teratur dapat mencegah infeksi. Sementara mengonsumsi obat pereda rasa sakit dan senam Kegel dapat mengurangi rasa nyeri.

Nyeri saat berhubungan seksual

Selain karena vagina kering dan jahitan yang mungkin ada, umumnya wanita yang baru saja melahirkan akan membutuhkan waktu sebelum ingin berhubungan seks lagi. Ada yang merasakan sakit saat berhubungan seksual. Jika nyeri tidak kunjung reda, konsultasikan masalah tersebut ke dokter.

Hal yang Tidak Selalu Buruk

Banyak orang mengira bahwa cairan yang keluar dari vagina dan bakteri dalam organ ini merupakan gejala penyakit serius, padahal tidak selalu demikian.

Keluarnya cairan vagina

Keluarnya darah menstruasi dan cairan vagina lain, seperti keputihan, adalah hal yang wajar. Cairan inilah yang justru membantu agar vagina dapat tetap bersih. Hal ini membuat Anda tidak membutuhkan pembersih khusus vagina. Yang perlu diwaspadai adalah jika cairan vagina telah berubah warna, berbau tajam, menyebabkan gatal, atau diiringi gejala-gejala lain. Keluarnya cairan vagina yang tidak normal perlu segera diperiksakan agar mendapat penanganan tepat. Selain membersihkan vagina secara teratur, berolahraga dan menerapkan pola makan sehat adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan organ intim tersebut.

Bakteri vagina

Bakteri pada vagina merupakan keberadaan yang normal untuk melindungi organ ini. Berikut ini beberapa fungsi bakteri baik yang dimaksud.

  • Bakteri bernama laktobasili menjaga keseimbangan pH atau keasaman vagina pada kadar rendah (kurang dari 4,5). Jika pH meningkat, maka bakteri yang berpotensi buruk dapat berkembang biak dan berisiko menyebabkan jamur pemicu iritasi, gatal, dan cairan vagina yang tidak normal.
  • Memproduksi antibiotik alami bernama bakteriosin untuk mengurangi bakteri lain yang memasuki vagina.
  • Menjaga keseimbangan kadar bakteri baik dengan mengalahkan jumlah bakteri yang berpotensi membahayakan.
  • Memproduksi substansi yang mencegah bakteri merusak dinding vagina.

Selain membersihkan vagina secara teratur dengan cara alami, kesehatan vagina juga bisa dijaga dengan menjalani hubungan seksual sehat yang terproteksi. Dengan menggunakan kondom, Anda relatif terlindungi dari risiko bakteri dan virus penyebab penyakit menular seksual. Selain itu, semua wanita terutama yang berusia 25-64 tahun disarankan untuk menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi risiko kanker serviks atau pap smear. Selain senam Kegel, berjalan kaki dan berlari dapat menjadi pilihan olahraga yang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh, termasuk kekuatan otot panggul.