Paronikia

Pengertian Paronikia

Paronikia adalah infeksi kulit yang terjadi di sekitar kuku, baik pada jari tangan dan jari kaki. Paronikia bisa berkembang dalam satu atau dua hari hingga beberapa minggu, tergantung dari penyebab infeksinya.

Paronikia yang berkembang menjadi parah dan tidak diobati bisa menyebabkan hilangnya sebagian atau seluruh kuku yang terinfeksi. Segera berkonsultasi dengan dokter jika bengkak kemerahan akibat infeksi sudah mengelilingi kulit sekitar kuku atau muncul bisul bernanah.

Paronychia - alodokter

Beberapa komplikasi yang bisa dialami penderita paronikia jika tidak segera diobati adalah:

  • Demam.
  • Muncul garis-garis merah pada kulit, yang dimulai dari area yang terinfeksi ke bagian tubuh lainnya.
  • Perubahan bentuk kuku secara permanen.
  • Nyeri pada sendi atau otot.
  • Menyebarnya infeksi ke tendon, tulang, atau aliran darah.
  • Terbentuk abses (kumpulan nanah di bawah kulit).

Gejala Paronikia

Gejala adalah sesuatu yang dirasakan dan diceritakan oleh penderita. Gejala-gejala utama yang umumnya dirasakan oleh penderita paronikia adalah:
  • Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku.
  • Kulit di sekitar kuku berwarna merah dan terasa nyeri saat tersentuh.
  • Kuku perlahan terlepas.
  • Kulit melepuh yang terisi nanah.
  • Pembengkakan.

Penyebab dan Jenis Paronikia

Infeksi yang menyebabkan parokinia bisa disebabkan oleh dua hal yaitu bakteri dan jamur. Paronikia akut umumnya disebabkan oleh bakteri, sedangkan paronikia kronis muncul akibat infeksi jamur.

Jika dibedakan dari kecepatan infeksi, durasi, dan penyebab infeksi, paronikia bisa dibedakan menjadi:

  • Paronikia akut, hampir selalu menyerang kuku jari tangan. Paronikia jenis ini menginfeksi kulit dengan cepat, serta bertahan kurang dari enam minggu. Biasanya disebabkan luka langsung atau tidak langsung pada lipatan kulit di sekeliling kuku.
  • Paronikia kronis, bisa muncul pada kuku jari tangan atau jari kaki. Paronikia kronis menginfeksi kulit dengan waktu cukup lama, bertahan lebih dari enam minggu dan seringkali kambuh. Biasanya, paronikia kronis muncul karena tangan atau kaki seseorang terlalu sering berada di lingkungan lembap. Selain itu, paronikia kronis juga bisa disebabkan oleh dermatitis kontak, yaitu peradangan kulit akibat kontak dengan penyebab alergi (alergen) atau bahan-bahan yang menyebabkan iritasi.

Diagnosis Paronikia

Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pasien. Pengujian yang umumnya dilakukan dokter untuk mendiagnosis paronikia adalah:
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan memeriksa bagian kulit yang terinfeksi paronikia.
  • Pengambilan sampel. Dokter akan mengambil sampel jaringan atau cairan dan/atau nanah dari dalam kulit yang terinfeksi, untuk diteliti di laboratorium. Sehingga bisa diidentifikasi jenis bakteri atau jamur penyebab infeksi.

Pengobatan dan Pencegahan Paronikia

Beberapa jenis penanganan bagi penderita paronikia akut adalah:
  • Rendam air hangat. Untuk paronikia akut yang belum muncul cairan nanah, penderita bisa merendam bagian kulit yang terinfeksi dengan air hangat beberapa kali dalam sehari.
  • Obat-obatan. Penderita bisa mengoleskan obat antibiotik oles pada kulit yang terinfeksi. Jika infeksi semakin memburuk, dokter bisa meresepkan antibiotik oral.
Bagi penderita paronikia kronis, beberapa penanganan yang bisa dilakukan adalah:
  • Keringkan selalu, bagian kulit yang terinfeksi.
  • Obat-obatan. Dokter mungkin akan meresepkan obat oles anti jamur atau steroid.
  • Pembedahan. Dokter akan melakukan tindakan pembedahan untuk mencabut atau menghilangkan sebagian kuku atau kulit yang terinfeksi. 
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko paronikia, yaitu:
  • Jangan menggigit atau mencungkil kuku.
  • Rawatlah kuku-kuku dan kulit di sekitarnya.
  • Lindungi kuku atau ujung jari agar tidak rusak atau terluka.
  • Gunakan sarung tangan untuk melindungi kuku dari zat kimia atau deterjen yang merusak.
  • Bawalah alat manikur sendiri ke salon.
  • Ganti kaus kaki setiap hari.
  • Jangan menggunakan sepatu yang sama dua hari berturut-turut, agar sepatu bisa kering sebelum digunakan lagi.
  • Jangan potong kuku terlalu pendek dan hindari mengikis serta memotong kutikula.
  • Usahakan tangan dan kaki untuk selalu bersih dan kering.