Abses kulit umumnya tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, diperlukan operasi abses untuk menangani kondisi ini. Jika tidak ditangani dengan benar, abses dapat menimbulkan komplikasi serius yang bahkan bisa mengancam nyawa.  

Abses kulit adalah benjolan berisi nanah tepat di bawah permukaan kulit yang dapat disertai rasa sakit dan kemerahan pada kulit. Biasanya, abses terbentuk akibat infeksi bakteri.

Menghilangkan Abses Kulit dengan Operasi Abses - Alodokter

Abses dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering muncul di ketiak, daerah kemaluan, dasar tulang belakang, atau sekitar folikel rambut (bisul).  

Rasa sakit dan pembengkakan pada abses bisa membuat Anda ingin memencet dan memecahkannya sendiri. Namun, tindakan tersebut tidak dianjurkan, karena sering kali memperburuk infeksi dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sepsis dan terbentuknya jaringan parut.

Abses jarang sembuh dengan sendirinya, sehingga diperlukan penanganan oleh dokter. Untuk menangani abses, pemberian antibiotik saja tidak cukup. Dokter juga perlu melakukan operasi abses untuk mengeluarkan nanah pada abses guna mempercepat penyembuhan.  

Prosedur Operasi Abses

Sebelum operasi abses kulit dilakukan, Anda mungkin akan diberi antibiotik terlebih dulu untuk mengobati infeksi dan mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Di awal prosedur, dokter akan membersihkan dan mensterilkan area abses, lalu memberikan bius lokal di area tersebut agar Anda tidak merasakan sakit selama operasi abses.

Setelah area abses mati rasa, dokter akan membuat sayatan pada kulit di atas abses, kemudian nanah akan dikeluarkan dari kantong abses melalui sayatan tersebut.

Setelah semua nanah dikeluarkan, dokter akan membersihkan kantong abses dengan larutan garam steril. Selanjutnya, abses dibiarkan terbuka (tidak dijahit) dan hanya ditutup dengan pembalut luka untuk menyerap sisa nanah.

Pada abses yang dalam atau besar, dokter mungkin akan memasukkan kain kasa ke dalam rongga abses. Tujuannya adalah agar sisa nanah atau darah dapat terserap sampai bersih, sehingga proses penyembuhan jaringannya berlangsung dengan baik.

Dokter juga dapat mengirim sampel nanah ke laboratorium untuk mencari tahu dengan pasti jenis mikroorganisme penyebab infeksi. Biasanya, seluruh proses operasi abses memakan waktu kurang dari 1 jam.

Komplikasi Operasi Abses

Secara umum, operasi abses merupakan prosedur yang aman. Namun, pada kondisi tertentu, prosedur ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:    

  • Rasa nyeri pada luka bekas abses
  • Perdarahan dari luka bekas abses
  • Terbentuknya jaringan parut
  • Abses kambuh

Komplikasi operasi abses lebih berisiko terjadi pada perokok atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita diabetes, kanker, atau obesitas.

Perawatan Setelah Operasi Abses

Waktu pemulihan setelah operasi abses dapat berbeda pada tiap orang, tergantung lokasi dan tingkat keparahan abses.

Untuk abses yang besar atau dalam, perban kasa penutup luka sayatan operasi mungkin perlu dipasang selama beberapa hari atau beberapa minggu. Jika sudah basah oleh cairan sisa nanah, perban perlu diganti.

Apabila dokter menempatkan kain kasa di dalam rongga abses, Anda perlu kembali menemui dokter dalam beberapa hari setelah operasi untuk mengeluarkan kain kasa tersebut.

Jika kondisi luka baik, dokter akan mengajari Anda cara merawat luka operasi dan mengganti perban di rumah secara mandiri. Anda juga akan diberi obat antibiotik dan obat pereda nyeri.

Perlu diingat, perhatikan adanya tanda infeksi pada bekas sayatan operasi, seperti kemerahan, bengkak, dan demam. Bila muncul tanda tersebut, segera temui dokter.

 Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, Sp.B, FINACS
(Dokter Spesialis Bedah)