Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Pengertian Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Penyakit tangan kaki dan mulut adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan luka lepuh pada mulut serta bintik merah pada tangan dan kaki. Luka lepuh di mulut yang menyerupai sariawan ini terasa menyakitkan hingga membuat makan, minum, dan menelan menjadi sulit.

Setelah ada sariawan, bintik merah akan terlihat pada kulit terutama pada jari, telapak dan punggung tangan, serta kaki. Terkadang bintik merah tersebut juga muncul pada bokong dan pangkal paha. Bintik merah itu dapat berubah menjadi luka lepuh kecil dan terkadang terasa sangat gatal dan tidak nyaman.

Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Penyakit yang banyak menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun ini disebabkan oleh enterovirus, dan ditularkan melalui batuk, bersin, atau melalui kotoran yang terinfeksi oleh virus tersebut dan masuk melalui mulut.

Meskipun dapat menimbulkan gejala yang tidak nyaman, penyakit tangan kaki dan mulut ini normalnya akan sembuh sendiri dalam 7 hingga 10 hari, sehingga pengobatan yang diberikan pun sifatnya hanya suportif untuk meringankan gejala.

Penyakit tangan kaki dan mulut ini sendiri sempat menjadi wabah di kawasan Asia, khususnya Singapura. Pada tahun 2014, tercatat lebih dari separuh penduduk Singapura menderita penyakit ini. Sedangkan di negara lain seperti Vietnam, tercatat ada 46.388 kasus penyakit tangan mulut dan kaki hingga tahun 2016. Sayangnya, masih belum tercatatat angka kejadian penyakit ini di Indonesia.

Gejala Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Gejala penyakit tangan kaki ini umumnya baru muncul 3 hingga 5 hari setelah terpapar infeksi virus. Gejala awal dapat berupa:

  • Demam (biasanya sekitar 38-39 derajat Celsius).
  • Sariawan di dalam mulut dan sakit tenggorokan.
  • Nyeri pada perut.
  • Batuk.
  • Lelah dan lesu.
  • Nafsu makan berkurang
  • Rewel (pada anak-anak)
  • Lesi merah dan melepuh pada lidah, gusi, dan pipi bagian dalam.
  • Bintik merah tidak gatal pada telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang pada bokong.
Penyakit tangan kaki dan mulut sebenarnya tergolong kondisi ringan. Namun dianjurkan untuk menemui dokter untuk mendapat pertolongan apabila:
  • Terjadi demam dengan suhu ≥38 derajat Celcius pada penderita berusia di bawah tiga bulan atau terjadi demam dengan suhu ≥39 derajat Celcius pada penderita berusia di bawah enam bulan.
  • Kulit terasa sangat sakit, panas, berwarna merah dan bengkak, serta mengeluarkan nanah.
  • Penderita tidak bisa atau tidak mau minum.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti tidak ada respon, urine sedikit atau tidak ada, serta tangan dan kaki terasa dingin.
  • Jika penderita mengalami kejang, lemah atau kehilangan kesadaran.
  • Saat gejala bertambah parah dan tidak membaik setelah tujuh hingga sepuluh hari.
Penyebab Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Penyebab utama penyakit tangan kaki dan mulut adalah virus coxsackie A16 dari kelompok nonpolio enterovirus. Seseorang bisa tertular virus ini apabila terpapar air ludah, ingus, dan dahak penderita, serta butiran-butiran air liur yang mereka keluarkan ketika bersin atau batuk. Selain itu, tinja dan cairan dari lepuhan-lepuhan di kulit juga bisa menjadi perantara penularan virus ini. Umumnya virus coxsackie masuk melalui saluran pencernaan.

Virus di dalam tubuh penderita akan mudah sekali menular ke orang lain selama minggu pertama sakit. Meskipun begitu, virus bisa saja masih ada dalam tubuh penderita hingga berminggu-minggu setelah gejala hilang sehingga masih bisa menularkan penyakit ini pada orang lain. Sebagian besar kasus penyakit tangan kaki dan mulut tergolong ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari.

Diagnosis Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Diagnosis penyakit tangan kaki dan mulut bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik dengan mempertimbangkan usia penderita, pola tanda dan gejala yang dialami, serta keberadaan bintik atau luka lepuh. Selain itu,  dokter juga bisa melakukan usap tenggorokan atau mengambil spesimen tinja untuk dianalisis guna menentukan virus yang menyebabkan penyakit tersebut.

Pengobatan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Penyakit tangan kaki dan mulut biasanya tidak membutuhkan perawatan secara khusus. Guna membantu meredakan gejala yang dialami oleh penderita, beberapa hal dapat dilakukan, seperti:

  • Memberikan banyak minum agar terhindar dari dehidrasi.
  • Memberikan obat sariawan dalam bentuk kumur atau salep guna mengurangi tingkat keparahan gejala tersebut.
  • Memberikan minuman dingin, termasuk es krim untuk membantu mengurangi rasa sakit akibat luka lepuh di mulut.
  • Tidak memberikan makanan atau minuman yang terasa asam atau pedas, karena bisa memperparah rasa sakit.
  • Memberikan makanan lembut yang tidak perlu banyak dikunyah dan mudah ditelan.
  • Menyarankan penderita untuk berkumur dengan air hangat setelah makan. Jika bisa berkumur tanpa menelan, sarankan mereka untuk berkumur dengan air hangat yang telah dicampur dengan garam guna meredakan rasa sakit dan bengkak.
Jika masih terasa sakit dan demam, berikan obat acetaminophen atau ibuprofen yang dijual bebas. Berhati-hatilah dalam menggunakan obat dan ikuti petunjuk yang tertera pada kemasannya.

Komplikasi Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Yang perlu diwaspadai dari penyakit tangan kaki dan mulut adalah terjadinya dehidrasi, karena penderita menjadi sulit makan atau minum akibat luka sariawan. Komplikasi yang tergolong serius seperti ensefalitis dan meningitis jarang sekali terjadi.

Pencegahan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut

Beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk menghindari penularan penyakit tangan kaki dan mulut adalah:

  • Sebisa mungkin tidak melakukan aktivitas di luar rumah dahulu (seperti bersekolah atau bekerja) hingga kondisi sembuh total.
  • Menggunakan tisu atau sapu tangan untuk menutup mulut dan hidung ketika kita batuk dan bersin.
  • Membiasakan diri mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah menggunakan toilet, batuk, bersin, mengganti popok, atau sebelum menyiapkan makanan.
  • Tidak berbagi penggunaan perlengkapan makan atau minum, handuk, pakaian, atau peralatan masak dengan penderita.
  • Mencuci sprei atau kain yang diduga .
  • Melarang anak berbagi mainan atau mencium orang lain ketika dia terinfeksi.
  • Mengajari anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan diri dan menerapkan perilaku higienis lainnya.
  • Membersihkan permukaan fasilitas umum dari kuman dengan campuran pemutih dan air.